Setiap Musibah Adalah Tanda
Setiap Musibah Adalah Tanda

Setiap Musibah Adalah Tanda

Beberapa tahun terakhir ini negara yang biasa disebut Ibu Pertiwi benar-benar menangis. Tangisan itu berasal dari jeritan hati masyarakat yang bersimbah pilu akibat bencana alam. Sulit diduga dari mana musibah itu datang, apa penyebabnya dan...


Allah tests different people with different trials because everyone has a different level of patience, tolerance, and faith.
-Anonim-

Beberapa tahun terakhir ini negara yang biasa disebut Ibu Pertiwi benar-benar menangis. Tangisan itu berasal dari jeritan hati masyarakat yang bersimbah pilu akibat bencana alam. Sulit diduga dari mana musibah itu datang, apa penyebabnya dan kapan terjadinya. Bahkan, penelitian dan ilmuan pun belum mampu mencegah musibah bencana alam terjadi, minimal, meminimalisir korban bencana.

Pertama-tama bencana besar terjadi tahun 2004 Aceh. Gelombang Tsunami raksasa itu setidaknya memakan korban sebanya 115.000 jiwa menurut Jendral PBB, Khofi Annan. Bencana yang sangat luar biasa itu hanya menyisakan Masjid di semanjung Aceh. Allahu Akbar.

Kedua gempa di Lombok yang terjadi pada Februari 2018. Kurang lebih sebanyak 436 korban jiwa adalah hasil bencana tersebut. Menghancurkan beberapa bangunan dan menghasilkan tangisan para korban.
BACA JUGA: Dapat Beasiswa Modal N(T)ekad

Ketiga, September 2018 lalu Dongala berduka. Gempa yang diikuti gelombang Tsunami itu memakan korban jiwa kurang lebih sebanyak 1300 orang.

Dan masih banyak lagi bencana yang menimpa Negara dengan Lambang Garuda ini.

Salah Siapa?

Setiap detik bumi selalu bergerak tanpa lelah sedikitpun menuruti perintah Allah SWT yang menciptakannya. Baik sejak pertama kali bumi ini diciptakan sampai pada saat kita menghirup nafas saat ini.

Jika menelisik pada data dan tulisan para ilmuan, Ibu Pertiwi pernah mengalami perubahan bentuk sejak terjadinya Maha Banjir luar biasa sehingga membentuk daratan Nusantara sampai sekarang.
Belum lagi terjadi banyak perubahan-perubahan bentuk bumi dikarenakan ulah manusianya sendiri. Tanpa disadari, kegiatan manusia ini menghasilkan bencana untuk dirinya sendiri. Seperti menggundulkan hutan, membuang sampah sembarangan, menggali bukit dan gunung untuk kebutuhan manusia itu sendiri. Namun, sayangnya itu pula yang membuat manusia semakin merana.

Pemilik Nusantara, Allah SWT, menyebutkan dalam firman-Nya yang Agung, Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Rûm [30] : 41)

Tanda yang Sesungguhnya

Saya sangat bersyukur sudah banyak komunitas peduli di negeri ini. Apa yang sudah mereka lakukan sangat luar biasa. Gerakan-gerakan atau komunitas peduli tersebut selalu menjadi garda terdepan untuk membantu sebanyak mungkin orang agar terselamatkan.

Namun itu hanya sebuah gerakan yang tidak bisa mencegah terjadinya tanda yang sesungguhnya. Apa tandanya?

Pertama, bertaubat. Sebagian musibah bencana alam diakibatkan karena banyaknya perbuatan dosa. Namun seringnya kita tidak sadar dan terus-terusan berbuat maksiat. Kita lupa bahwa banyak kaum yang telah dihancurkan karena maraknya perbuatan dosa.
BACA JUGA: Masyarakat Zona Degradasi

Tanda pertama, kita sering lupa melakukan maksiat tanpa mau bertaubat.

Kedua, adalah ujian. Ujian ini diperuntukan Allah SWT kepada orang yang beriman dan melakukan banyak perbuatan kebaikan. Dengan tanda ini, yang beriman akan semakin sabar dan menaikan level keimanannya. Puncaknya adalah hadiah terbesar berupa surga yang telah dijanjikan oleh-Nya.

***

Dua tanda tersebut semakin menguatkan kita bahwa secanggih apapun ilmu kita, tetaplah Allah SWT yang mempunyai hak-Nya dan tak ada yang bisa mencegah-Nya. Tugas kita hanyalah terus berupaya untuk semakit dekat dengan-Nya, bukan malah menjauh dari-Nya.

Di samping itu, kita ikut serta membantu harta dan jiwa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesamanya tanpa peduli apa keimanannya. Selain itu, tidak usah peduli apa dosa yang telah mereka perbuat, tugas kita hanyalah membantunya sedangkan hidayah adalah milik Allah SWT. Siapa tahu, tangan di atas yang kita miliki berperan memberikan hidayah.

Aamiin.    

Advertisement

Baca juga:

Admin
Wildan Fuady adalah seorang author 20 buku, teacher dan web developer.