7 Cara Agar Istri Tidak "Gila" di Rumah, Suami Wajib Tahu!

7 Cara Agar Istri Tidak "Gila" di Rumah - Istri adalah seorang yang sangat penting di dalam rumah tangga. Peranannya tidak akan bisa sebanding dengan apa yang kata suami "lebih baik" karena bekerja seharian di luar

... padahal apa yang suami sangka tidak benar.

Suami boleh saja bekerja dari pagi sampai sore.

Kelelahan.

Lalu dengan mudah mengatakan, "saya capek".

Itu bertanda bahwa suami kamu tidak benar-benar memahami hakikat berbagi di dalam rumah tangga.

7 Cara Agar Istri Tidak "Gila" di Rumah, Suami Wajib Tahu!
Sumber: Islam Pos


Sekarang, cobalah simak cerita berikut ini:

Kisah Suami Menganggap Gila Istrinya

Dikutip dari fanspage Facebook Umi Aisyah, beliau menulis ...

Pasien saya pernah berkonsultasi seperti ini:

"Dok, saya rasa saya perlu membawa istri saya ke dokter jiwa."

Saya kaget, lalu saya bertanya, "Kenapa Bapak berpikir demikian?"

"Anak saya dah habis dicubit istri saya, belum lagi dipukul dengan rotan. Saya tidak tega melihatnya. Itu termasuk usia satu tahun, Dok."

"Istri saya bagaikan macan … Padahal dulu istri saya sangat lembut hatinya, marahpun tidak tega," ujarnya lagi.

Saya terdiam, lalu bertanya, "Pak, mohon maaf sebelumnya, saya bertanya dulu, ya, soal kondisi Ibu."

Singkat cerita, saya mendapat informasi bahwa si Ibu ini punya 4 orang anak. Usia anaknya mepet-mepet, terbesar 10 tahun, lalu 8, 5, dan 2 tahun. (Saya dengarnya saja sampai melotot).

Punya pembantu hanya 1, dan si Ibu ini bekerja, jam kerjanya dari jam 7 pagi sampai jam 6 malam.
Biasanya Si Ibu bangun jam 4 pagi untuk masak dan bersih-bersih, lalu lanjut dengan menyiapkan anak-anak sekolah, bahkan Ibu ini harus mengantarkan anak-anak sekolah pagi.

... dan siklus ini berlanjut sampai hari Sabtu. Hari Sabtu si Ibu akan bekerja sampai jam 3 sore.

Pada saat anak pertama, si Ibu ini baik-baik saja. Semakin anak bertambah, keganasannya pun bertambah. Bahkan kalau marah bisa menjerit-jerit dan membanting barang.

Saya melanjutkan pertanyaan saya, "Bapak, kalau boleh tahu, aktivitas Bapak kalau pagi dan sore bagaimana, Pak?"

"Oh, saya bangun jam 6, mandi, makan pagi, lalu berangkat kerja. Sampai di rumah saya jam 6 sore, Dok, mandi, makan, buka kerjaan kantor sebentar, lalu istirahat. Capek dah kerja seharian. Saya gak ngurus anak-anak, Dok. Mereka kan urusan ibunya." (Iiiih pengen deh nyubit si Bapak. Nyubit pake capit kepiting raksasa 😅)

"Mohon maaf sebelumnya, ya, Pak. Sebelum saya merujuk istri Bapak ke dokter jiwa, sebaiknya Bapak bisa melakukan beberapa hal berikut ini."

"Kita tunggu satu bulan, kalau tidak ada perubahan, boleh kita bawa ke psikiater."

"Tolong lakukan ini setiap hari, dan tolong jangan tanya kenapa … Just do it! (Maksa mode on 😁)."
  1. Bapak bangun jam 5 pagi, bantuin Ibu mandikan anak-anak dan bagi tugas mengantarkan anak.
  2. Gantian, Pak, setiap Sabtu, sesekali Bapak yg "Me Time", sesekali Ibu yg "Me Time".
  3. Kasih Ibu waktu untuk rehat, biarkan sesekali pergi ke salon, nonton, pergi dengan teman, apapun itu yang bisa membuat beliau segar kembali.
  4. Kalau memang Bapak punya dana lebih, sebaiknya ditambah pembantu satu lagi, Pak.
  5. Diajak kencan berdua, sesekali anak dititipkan.
"Begitu, ya, Pak. Sebulan lagi kita cek ulang."

Selang sebulan, si Bapak kembali dengan wajah yang sumringah.

"Gimana, Pak?"

"Betul, Dok! Istri saya sekarang sudah lebih sabar. Anak-anak juga sangat jarang dipukul. Saya lihat anak-anak saya juga lebih bahagia. Sekarang saya rasa gak perlu ke psikiater, ya, Dok. Saya sadar saya salah. Saya kurang berikan waktu istirahat untuk istri saya."

Ia pun lanjut bercerita, "Tapi saya belum sanggup sewa pembantu lagi, Dok. Tapi kata istri saya tidak usah, sanggup kok merawat anak-anak selama saya membantu."

"Alhamdullilah … Ya, selama komunikasi dengan Ibu baik, Bapak mau membantu istri Bapak. Saya rasa bisa kok, Pak, merawat anak-anak."


Hikmah Cerita:

Suami maupun istri masing-masing punya peran. Keduanya punya parameter pada situasi apa ia lelah.

... karenanya, jangan "judge" bahwa diri kita lah yang paling lelah.

Sebab, kita ga tahu standar lelah pada diri masing-masing.

Jika suami abai dalam masalah ini, maka istri akan tidak betah berada di rumah.

Akibatnya bisa ke mana-mana. Bisa marah, memukul dan yang mungkin ada yang lebih parah lagi.

7 Cara Agar Istri Betah di Rumah

Sangat wajar apabila istri meminta sesuatu agar ia betah di rumah.

... di dalam hatinya, mungkin ia sangat berharap bisa berkarir dan menghasilkan uang tanpa berharap dari suaminya.

Bisa jadi ia memiliki ilmu di bangku kuliah tetapi tidak terpakai karena ia di rumah saja.

Ini bisa menjadi problem di dalam rumah.

... untuk mengatasi hal itu, berikut 7 hal yang bisa suami lakukan agar istri betah di rumah:

1# Selalu Gombalin Setiap Pulang ke Rumah

Membuat istri tersenyum tentu akan menghilangkan rasa lelah yang luar bisa pada istri. Mungkin ini hal sepele, tapi dampaknya sangat besar.

Rasa lelah yang tadinya begitu besar dapat hilang ketika seseorang bahagia. Untuk itulah, suami perlu menyiapkan strategi gombal yang bervariasi agar istri selalu tersenyum saat kita pulang ke rumah, sekalipun sedang lelah.

2# Membantu Pekerjaan Istri

Suami tidak hanya fokus pada pekerjaannya. Tugas rumah adalah tugas bersama. Tidak bisa ditangani oleh seorang istri saja.

... itu sebabnya mesti ada peran suami yang membantu istri untuk mengurus rumah tangganya.

Contoh, saat istri menyiapkan makan malam, cobalah ajak anak-anak bermain agar tidak fokus menggangu istri.

Setiap pagi, cobalah bantu memandikan / merapikan anak-anak yang ingin berangkat ke sekolah. Jika mampu, antarlah anak ke sekolahnya.

Selain membantu istri, itu juga dapat mempererat hubungan anak dengan ayahnya.

3# Mendengarkan Keluh Kesahnya

Terkadang perlu ada waktu untuk mendengar keluh kesah istri. Mungkin ia kelelahan, mungkin ia memiliki sesuatu yang ingin diungkapkan.

Ini adalah sesuatu yang jarang dilakukan oleh suami.

... padahal, ini sangat perlu dilakukan suami.

Istri perlu mendapatkan "telinga" untuk mendengarkan ceritanya. Ia juga perlu membuat hatinya nyaman dengan bercerita.

Seharian di rumah tentu akan membuatnya tak ada kesempatan bicara. Karenanya, buatlah suatu waktu khusus untuk istri bercerita dan dengarkanlah.

4# Memberikan Hadiah Kejutan

Memberikan hadiah kejutan adalah hal spesial yang disukai istri. Apalagi hadiah kejutan itu adalah sesuatu yang amat ia sukai. Tentu tingkat kebahagian istri akan bertambah saat di rumah. Hasilnya, harmonisasi keluarga akan lebih meningkat.

Baca Juga: 5 Tanggung Jawah Ayah dalam Mendidik Anak

Tidak perlu setiap hari, suami bisa memberikan hadiah kejutan seminggu sekali atau sebulan sekali. Paling tidak, minimal banget setahun sekali - parah sekali.

5# Mengajak Rekreasi Keluarga

Selain disukai istri dan anak-anak, tentu saja suami juga merasakan nikmatnya rekreasi keluarga. Selain melepaskan penat pekerjaan di luar, ini pun akan berdampak positif terhadap psikologis istri dan anak di dalam rumah.

Banyak tempat yang bisa saya rekomendasikan. Misalnya ke pantai, taman bermain, kolam renang, wisata alam dan lain-lain.

6# Ikut Merasakan Apa yang Istri Rasakan

Hal ini tentu sulit dilakukan suami yang kurang "peka" terhadap istrinya. Jujur sih ini memang sulit dilakukan. Memahami perasaan orang lain tidak mudah.

... tetapi coba bayangkan. Istri bukan orang lain. Ia adalah tubuh kita, diri kita dan bagian dari jiwa kita. Bahkan, ia adalah separuh agaman kita. Oleh sebab itu, tentu suami yang benar-benar mehami akan berusaha memahami perasaan istri dengan baik.

Tingkatkan saja kepekaan suami, maka istri akan merasakan hal yang sangat menyenangkan. Yaitu punya suami yang mengerti tentang dirinya.

7# Mendorong Impian dan Cita-citanya

Istri mungkin memiliki banyak sekali impian dan cita-cita. Namun sayangnya ia di rumah mengurus keperluan rumah dan anak-anaknya. Oleh sebab itu suami perlu menanyakan apa yang menjadi keinginannya. Jika itu bisa dilakukan, lakukanlah. Bila belum mampu, berilah ia pengertian.

Demikianlah 7 cara agar istri tidak "gila" alias betah di rumah. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa jadi penentu keharmonisan rumah tangga.

Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan share dan beri komentar ya.


Selamat mempraktikkan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel