5 Tanggung Jawab Ayah Mendidik Anak Berdasarkan al-Qur’an

Semua sepakat bahwa anak adalah amanah yang dititipkan Allah SWT kepada orang tuanya. Peran keduanya adalah hal yang paling penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Arah yang akan dituju dan dicapai oleh anak tergantung pada pendidikan yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat penting agar anak berada di jalan yang benar.

5 Tanggung Jawab Ayah Mendidik Anak Berdasarkan al-Qur’an


Saat saya mengajar di sekolah dan menjadi wali kelas, sering mendapati siswa bermasalah bukan karena ia terlihat bandel, akan tetapi karena ada masalah di dalam keluarganya. Semisal pertengkaran, perpisahan ibu dan ayahnya, broken home, dan kasus lainnya. Hal ini membuat sang anak kehilangan arah dan melampiaskannya ke arah yang salah.

Yang paling bertanggung jawab atas hal ini adalah orang tuanya, terutama peran ayah dalam mendidik anak.

Ayah boleh saja berkilah dengan alasan sibuknya bekerja dan mencari nafkah, akan tetapi al-Qur’an selalu mengisahkan bagaimana peran ayah dalam mendidik anak. Berikut beberapa cuplikan berdasarkan al-Qur’an:

1# Peran Ayah Mengajarkan Tauhid

Mengajarkan tauhid sejak dini kepada anak adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan oleh seorang ayah. Hal ini dicontohkan oleh Luqman kepada anaknya:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

2# Peran Ayah Mengajarkan Pengawasan Allah SWT

Setiap manusia tidak luput dari pengawasan Allah SWT. Seringkali kita lupa “merasa diawasi” oleh Allah SWT. Sehingga bahwa orang yang dengan mudahnya berbuat maksiat dan kerusakan. Maka seorang ayah perlu di garda terdepan dalam membina anak agar selalu merasa diawasi oleh Allah SWT.

“(Luqman berkata), “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.” (QS. Luqman: 16)

3# Peran Ayah Mengajarkan Shalat, Amal Ma’ruf Nahi Mungkar dan Sabar

Shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab. Manusia ditimbang berdasarkan perbuatannya selama hidup di dunia. Untuk menjalankan itu semua diperlukan kesabaran yang sangat kuat. Oleh sebab itu peran ayah dalam mengajarkan shalat dan berbuat baik serta sabar sangat krusial dan dibutuhkan oleh anak ketika ia tumbuh dewasa.

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

4# Peran Ayah Mengajarkan Rendah Hati dan Tidak Sombong

Kesombongan telah membawa Qarun dan Fir’aun jatuh ke dalam kesalahan. Manusia sudah selayaknya tidak menyombongkan diri. Manusia tidak pantas menyombongkan diri karena semua yang kita miliki adalah pemberian Allah SWT.

Seorang anak terkadang merasa bahwa ia memiliki ini dan itu adalah hasil pemberian orang tuanya. Ia menyombongkan diri di hadapan teman-temannya. Di sini ayah sangat berperan dalam mengajarkan anak bahwa sombong adalah sebuah kesalahan.

Allah SWT berfirman tentang hal ini:

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

5# Peran Ayah Mengajarkan Hidup Sederhana

Terkadang anak lupa bahwa harta kekayaan orang tuanya adalah hasil jerih payah orang tua yang diperuntukkan kepadanya. Dengan begitu ia bebas memakai fasilitas orang tuanya dengan mudah. Anak perlu diingatkan agar ia tidak mudah hidup dalam bergelimang harta, berlebihan dan ingin pamer. Sebaliknya, hidup sederhana adalah pilihan yang tepat untuk menjaga hati agar selalu bersih dan tidak ternodai oleh kesombongan dan pemborosan.

Allah SWT berfirman:

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS.Luqman: 19)

Duhai Ayah…

Engkau lelah seharian bekerja demi menghidupi keluargamu.

Engkau mencari nafkah dengan segenap tenagamu.

Engkau relakan keringatmu demi keluarga yang ada di dalam rumah.

Engkau berkorban.

Engkau lelah, letih dan terus mencari nafkah.

Akan tetapi, janganlah lupa akan tugas mendidik anak. Peran mendidik anak bukan hanya tugas seorang istri di rumah. Bukan pula tugas nenek yang mengasuh anakmu. Ini adalah tentang peranmu yang akan membesarkan anak di bawah benderamu.

Kemanakah engkau mendidik anak, maka jalan itu yang akan anak lalui. Pastikanlah jalan itu jalan terbaik yang mendekatkan ia kepada Allah SWT. Jagalah ia dari siksa api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.

Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Qs. At-Tahrim: 6)

Berjuanglah ayah … Anakmu, tanggung jawabmu.

0 Response to "5 Tanggung Jawab Ayah Mendidik Anak Berdasarkan al-Qur’an"

Post a Comment

Silahkan menyapa, mengucapkan terima kasih atau mau bertanya. Saya ucapkan terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel