Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pekerjaan yang Tetap Eksis di Masa Depan

Pekerjaan yang Tetap Eksis di Masa Depan
Pekerjaan yang Tetap Eksis di Masa Depan. Masih menulis dengan tema yang didapat dari isu global covid 19. Lagi-lagi bencana ini berhasil membuat manusia menggunakan kepalanya untuk berpikir tentang banyak hal. Mulai dari mau jadi apa di rumah saja? Sampai pekerjaan yang akan tergerus oleh sang waktu karena sudah tidak relevan lagi.

Well, apa yang sedang terjadi di dunia ini memang sudah masuk garis takdir kita. Apa yang bisa kita lakukan sekarang adalah menghadapinya dengan keikhlasan tinggi, pikiran dan hati yang terbuka untuk melihat dunia dari sisi yang lain. Allah selalu menghadirkan sisi positif diantara sisi negative. Nah, salah satu sisi positif dari pandemic ini adalah hadirnya pekerjaan-pekerjaan baru yang kita diminta untuk bosa berpartisipasi di dalamnya agar bisa tetap survive dalam hidup di kondisi seperti ini. Pekerjaan apa sajakah itu? Banyak! Asal kita mau berusaha dan membuka cakrawala dunia, semua pekerjaan yang memanfaatkan internet dan segala kecanggihan teknologi dapat dijalankan di jaman ini. Welcome to the real industry 4.0 practise!

Beberapa waktu lalu, mungkin kita beranggapan bahwa industry 4.0 adalah wacana yang realisasinya masih lama ke depan. Tapi siapa sangka, dengan musibah ini, setiap orang dipaksa untuk terbiasa meggunakan teknologi demi keberlangsungan hidup mereka.

Menjadi programmer, mengajar online, menjadi penulis blog, memasarkan bisnis secara online bahkan bertransaksi secara virtual, hingga melakukan pekerjaan-pekerjaan konvensional yang semua dipasarkan dan diviralkan via online.

Well, lagi-lagi realisasinya tak semudah bayangannya. Kenyataannya banyak pekerjaan konvensional yang tidak bisa dionlinekan secara menyeluruh, seperti tukang becak, laundry, pedagang warteg. Paling banter pekerjaan tersebut hanya memanfaatkan internet untuk marketingnya saja. Namun, sejujurnya manusia dengan keterhimpitan hidup bisa mengakali pekerjaannya meski penggunaan internet hanya 10-15%. Manusia punya otak yang super canggih yang bisa memikirkan kemungkian-kemungkinan pekerjaan lain yang bisa dijalankan pada kondisi serba terbatas saat ini.

Saya jadi teringat pada beberapa hari lalu. Jadi miris melihat berita tentang pekerja yang banyak di PHK karena perusahaan tak sanggup lagi menggaji mereka. Beberapa kasus seperti industry pariwisata dan perhotelan, dalam kondisi seperti ini memang tidak memungkinkan mereka untuk memperkerjakan banyak orang. Maka kondisi kesedihan ini menjadi ladang amal bagi kita yang masih bisa bernapas untuk saling bahu membahu menjalankan kehidupan yang cukup menyulitkan ini.

Buku Pak Renald Kasali yang berjudul Strawberry Generation berisi bagaimana perubahan yang banyak terjadi di jaman sekarang dan otomatis akan merubah pola pikir dan pola hidup generasi mudanya. Dari buku ini kita bisa membuka cakrawala pengetahuan kita tentang perkembangan teknologi dan pengaruhnya pada kehidupan saat ini.

Teknologi tak selamanya buruk. Selama kita bisa dengan bijak menggunakannya, maka kita akan merasakan manfaatnya dalam kehidupan ini. Tapi jangan juga kita tergerus dengan teknologi sehingga mengikis sifat empati dan manusiawi kita sebagai makhluk sosial dan makhluk yang beragama.

Wildan Fuady
Wildan Fuady Seorang penulis, guru di sekolah swasta serta memiliki beberapa cabang bisnis secara online maupun offline