11 Persiapan Sebelum Taaruf yang Jarang Dilakukan

11 Persiapan Sebelum Taaruf yang Jarang Dilakukan

11 Persiapan Sebelum Taaruf yang Jarang Dilakukan. Taaruf adalah pintu awal menuju pernikahan. Proses ini dinilai gampang-gampang sulit. Sebab tidak mudah mendapatkan sukses saat melakukan proses ta'aruf. Seringnya, mendapatkan gagal dan gagal lagi.

Ada banyak faktor mengapa proses ta'aruf kamu sering kali gagal. Faktor tersebut membuat anggapan kamu "tidak berjodoh" dengannya. Padahal apabila kamu melakukan 11 persiapan ini bisa jadi ceritanya akan berbeda. Karena dengan 11 persiapan ini masing-masing dapat membantu tingkat kesuksesan dalam ta'aruf.

11 Tips Persiapan Sebelum Ta'aruf

Untuk itulah saya ingin sekali memberikan ulasan hal-hal apa saja yang perlu disiapkan kamu sebelum melakukan taaruf. Ada 11 tips persiapan yang akan saya ulas di sini. Silahkan baca satu persatu tanpa ada yang terlewatkan ya ...

1# Belajar Memahami Tanggung Jawab Sebagai Suami / Istri

Meskipun masih dalam proses / akan melakukan ta'aruf, belajar memahami tanggung jawab sebagai suami dan istri adalah hal yang penting. Seringkali hal ini belum benar-benar dipahami. Banyak kejadian setelah menikah suami / istri tidak benar-benar menjalani tugasnya sebagai suami / istri.

Misalnya suami tidak serius dalam mencari nafkah. Lupa mengajak keluarga supaya lebih beriman dan bertaqwa kepada Allah karena sibuk bekerja. Sedangkan istri seringkali meninggalkan peran penting di rumah karena sibuk bekerja. Akhirnya anak sering dititipkan ke neneknya. Padahal itu adalah tanggung jawab seorang istri.

Kita perlu menggali hal-hal itu di dalam diri kita. Walau masih proses ta'aruf, kebiasaan tetap perlu dibentuk. Tidak instan saat menikah saja. Apalagi kalau belajarnya saat nikah, wah ini bisa jadi banyak trial and errornya.

2# Memiliki Alat-Alat Kebutuhan Rumah Tangga

Hal ini seringkali diabaikan oleh calon istri, tetapi lebih sering diabaikan calon suami. Calon istri yang ingin taaruf banyak sekali ditemukan ia belum mengumpulkan alat-alat rumah tangga. Contohnya alat memasak, setrika baju, lemari sendiri dan lain-lain. Biasanya ini sering dilupakan dan masih mengandalkan barang orang tua sebelum menikah.

Sedangkan calon suami sudah pasti sering lupa dalam masalah ini. Ia lebih fokus mengumpulkan biaya menikah dan kehidupan sehari-hari ketimbang memiliki alat-alat kebutuhan rumah tangga. Padahal jika calon suami mempersiapkan alat-alat kebutuhan rumah tangga, ini akan menjadi point plus saat melakukan ta'aruf.

3# Berlatih Narasi Bertemu dengan Calon Mertua

Bukan hanya lelaki, tetapi perempuan juga perlu mempersiapkannya. Saat taa'ruf, biasanya ia akan gugup jika berhadapan dengan orang yang baru ia kenal. Apalagi orang tersebut jauh lebih berpengalaman ketimbang diri kita. Tentu ini membutuhkan persiapan yang matang.

Cobalah untuk mempersiapkan kata-kata yang akan diucapkan. Buat sebuah catatan kemungkinan jika ada pertanyaan agar bisa menjawab dengan baik. Jangan sampai kita gugup dan salah dalam menjawab saat ditanya atau berargumen di hadapan calon mertua.

4# Merencanakan Visi Misi Menikah

Ketika lelaki atau perempuan melakukan persiapan sebelum taaruf, maka merencakan visi misi menikah adalah hal yang wajib. Visi menikah yang baik, matang dan bisa diperhitungkan sangat membantu lelaki sukses melaksanakan proses taaruf. Ini akan jadi penilaian calon mertua saat mereka harus memutuskan untuk lanjut ke tahap berikutnya (baca: khitbah).

Sedangkan misi menikah adalah langkah-langkah konkrit agar visi pernikahan berjalan dengan baik. Ada banyak pengorbanan dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan misi pernikahan. Oleh karenanya, kematangan dalam menyusun visi misi menikah sangat diperlukan oleh lelaki maupun perempuan yang ingin melaksanakan taa'ruf.

5# Mempersiapkan CV yang Bagus

Ini bukanlah CV untuk melamar pekerjaan, melainkan untuk mengenalkan diri kita kepada calon pasangan. Bagus di sini adalah ditulis secara jujur, tidak ngasal, terstruktur dan bisa dipahami dengan mudah oleh pasangan.

CV yang kurang bagus akan mengurangi nilai di mata calon pasangan. Meski tidak begitu menjadi faktor penting, tetapi sangat berpengaruh. Sebab di dalam CV tersebut ada hal-hal yang perlu diketahui calon pasangan.

6# Terbiasa Hidup Secara Mandiri

Hidup di dalam keluarga terkadang membuat kita mengandalkan keluarga. Ini bisa terjadi pada lelaki maupun perempuan. Tidak terbiasa hidup mandiri akan membuat kamu takut menuju proses yang lebih lanjut. Selain itu, terbiasa hidup mandiri akan sangat berpengaruh pada sikap kita saat berumah tangga. Telah banyak kekacauan yang terjadi hanya akibat yang terbiasa manja dengan orang tuanya.

7# Memperkaya Skill yang Dibutuhkan

Fokus pada satu titik skill yang dimiliki memang bagus. Akan tetapi kita memerlupakan plan lain untuk berjaga-jaga apabila hal yang biasa kita lakukan mengalami kemunduran.

Saat taaruf kebetulan saya belum memiliki uang yang cukup sampai waktu lamaran tiba. Pekerjaan saya adalah guru honorer yang tak akan sempat mengumpulkan dana lebih kalau mengandalkan gajinya. Kebetulan saya punya skill lain yaitu programming. Saya mulai memasarkan skill yang saya miliki untuk menambah biaya lamaran dan menikah. Alhamdulillah, dalam satu bulan terkumpul dana yang cukup.

Begitupun perempuan bisa memperkaya skill memasak, mengasuh anak, memahami laki-laki dan lain-lain. Baik perempuan maupun laki-laki perlu memperkaya skill yang bisa jadi sangat dibutuhkan di kehidupan mendatang.

8# Belajar Memahami Kebiasaan Orang Lain

Saat taaruf kita akan berisinggungan dengan keluarga lain. Orang yang baru kita kenal di antara kedua keluarga. Kondisi seperti ini membuat kita perlu belajar memahami kebiasaan orang lain agar mempertajam analisa kita dalam memilih pasangan hidup.

Hal ini tidak hanya berguna saat taaruf saja. Sampai pada proses lamaran, menikah dan seterusnya, memahami kebiasaan orang lain sangat diperlukan agar kita bisa dengan mudah cair di keluarga pasangan. Saya termasuk orang yang sulit cair ketika berada di keluarga istri. Namun, saya usahakan untuk memahami apa kebiasaan mereka agar saya punya bahan untuk dibicarakan. Ini terkesan sepele, tapi cukup membantu di kemudian hari.

9# Menyiapkan Bekal Hidup Rumah Tangga

Walaupun baru pada tahap taaruf, jangan sepelekan persiapan hidup rumah tangga. Ada banyak sekali PR dan tanggung jawab yang menanti. Pondasinya adalah agama. Tiangnya adalah ibadah. Atapnya adalah akhlak.

Menikah itu pondasinya adalah agama, tiangnya adalah ibadah dan atapnya adalah akhlak.

So, tidak sedikit orang yang memudahkan hal seperti ini. Padahal ini menjadi prioritas pertama bagi lelaki dan perempuan yang ingin menempuh jalan taaruf.

10# Meminta Nasihat Pada Guru

Boleh jadi guru tidak mengenal siapa yang akan taaruf dengan kita, akan tetapi, ia bisa memberikan nasihat yang penting untuk persiapan sebelum taaruf. Guru, ustadz atau siapapun yang kita hormati akan memberikan kita pencerahan tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Ia bagai orang tua ke dua buat kita mintai nasihat.

11# Terlalu Pemilih Terhadap Calon

Sudah sering terjadi bahwa gagalnya taaruf disebabkan alasan yang tidak syar'i. Banyak pula yang mencari alasan-alasan lain untuk menolak padahal ia hanya tidak sreg dan alasan itu tidak syar'i.

Rasulullah SAW menasihati agar mengutakan agamanya. Namun masih sering terjadi gagalnya taaruf bukan disebabkan faktor agama, melainkan faktor lain yang tidak syar'i. Semoga Allah SWT menghindari kita dari yang demikian itu.

Oleh karena itu sebelum taaruf kita perlu menyiapkan mental dan keyakinan bahwa apapun yang terjadi saat taaruf harus berdasarkan landasan agama. Jika ada hal lain di luar faktor agama yang membuat kita resah, segera perbanyak istighfar.

Akhir Kata

Demikianlah 11 persiapan sebelum taaruf yang dapat saya ulas kali ini. Jika ada masukan, saran dan tambahan materi silahkan beri catatan pada kolom komentar.

PLEASE share tulisan ini jika dirasa bermanfaat dan mencerahkan.

Terima kasih.

Sumber Gambar: Wolipop Detik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel