Sekelumit Perempuan Berkendara

sumber: tribunnews.com
Kali ini saya mau sampaikan beberapa keprihatinan ketika melihat seorang perempuan berkendara, khususnya sepeda motor. Merebaknya perempuan yang berkendara menjadi topik penting di dalam benak saya. Apalagi, banyak motor yang didesain untuk wanita menjadi pemicunya. Motor khusus wanita sudah banyak tampil di pasaran bak kacang goreng dan mie instan.

Keadaan ini dimanfaatkan oleh wanita untuk erkendara sebagaimana lelaki. Namun, betapa prihatin ketika perempuan tidak memiliki beberapa hal yang bermanfaat untuknya saat berkendara. Kebanyakan hanya berpikir soal berkendaranya tanpa memikirkan aspek lain yang harus diutamakan.

Lantas, apa hal penting itu?

1# Surat Izin Mengemudi

Banyak kesalahan yang dibuat perempuan dalam berkendara. Misalnya menyalakan lampu sen, tidak progressif saat belokan, cara berbelok yang benar dsb. Padahal dasar-dasar hal itu sudah dijelaskan saat pembuatan SIM. Dalam ujian teori, beberapa aturan mengemudi dijelaskan secara detail. Ditambah lagi ada buku panduan khusus yang GRATIS dibaca oleh calon pengemudi.

sumber: satulayanan.id

Pertanyaannya, apakah perempuan itu mempunyai SIM? Atau jangan-jangan tidak punya SIM. Toh, masih banyak perempuan yang terlihat kurang lihai dalam berkendara. Sementara jika membuat SIM ada tes praktik yang lumayan sulit. Apakah perempuan yang berkendara itu lulus tes praktik? Rasanya belum tentu.

Atau mungkin sudah mempunyai SIM, tetapi dengan cara yang tidak wajar. Maksudnya apalagi kalau bukan nembak. Khadijah, istri saya, pun berjuang keras untuk mendapatkan SIM dan gagal di ujian praktik. Harus dicoba lagi minggu depan. Jika kurang sabar, maka entahlah apa mau diteruskan atau nembak.

So, bagaimana denganmu? Apakah sudah punya SIM?

2# Tutup Auratmu

Masalah kedua adalah soal aurat. Di jalananan beratus pasang mata pengendara pasti memperhatikanmu jika ia ada di samping atau di belakangmu. Jika tidak menutup auratmu, apakah tidak takut berdosa?

sumber: tergambar.com


Jika memang kamu berpikir seharusnya lelakilah yang menundukan pandangan itu salah. Bagaimana mungkin lelaki menundukan pandangan saat berkendara? Yang ada malah bahaya. Ingat ke diri sendiri daripada harus meminta orang lain berbuat baik.

Coba perhatikan pakaianmu. Jika pakai jaket janganlah yang ketat. Jika pakai hijab janganlah yang mudah terlihat bentuk lekuk tubuh. Jika pakai khimar jangan biarkan terbang-terbangan karena dikhawatirkan atau terlihat rambutmu. Cobalah untuk melihat dirimu saja ketimbang harus pusing menyusuh lelaki menundukan pandangan.

3# Perempuan Jadi Ojek Online

Hal menarik ketiga adalah perempuan yang berprofesi sebagai ojek online. Memang tidak masalah dan itu bagus untuk menambah kesibukannya. Namun, saya rasa mencari nafkah dalam berkendara seyogyanya dipikul oleh laki-laki / suami. Perempuan / istri jangan cari pekerjaan yang berat-berat. Biar aku saja –Dilan mode on.

sumber: tirto.id


Kebanyakan para suami malah membiarkan istri mengojek demi mendapatkan uang tambahan. Padahal hal tersebut menurut saya kurang baik. Mengingat pekerjaan berat seharusnya dipikul suami saja. Jika memang dengan dalil menambah uang tambahan, mestinya istri bekerja pada porsi yang ringan namun tetap bisa menghasilkan. Misalnya bisnis online, membuat kerajinan tangan, membuat kue dsb.

So, saya cukup prihatin dengan perempuan yang bekerja sebagai ojek online. Buat para suami atau lelaki mulailah berpikir untuk memuliakan perempuan ya.

***

Mungkin tiga hal ini yang menjadi keprihatinan saya. Jika ada tambahan lainnya boleh disampaikan melalui fitur komentar. Saya akan sangat berterima kasih atas usulan pembaca sekalian.


Hari ke #2 of #365

2 Responses to "Sekelumit Perempuan Berkendara"

  1. Wahh, ini bisa jadi kisah saya juga, Kak..
    Karena saya juga seorang perempuan yang berkendara sepeda motor.
    Dan tentang SIM saya harus benar-benar berjuang untuk itu..

    19 kali dalam satu tahun. Masalah satu tahunnya mungkin bisa diabaikan karena waktu pembuatannya saya banyak absennya pada beberapa pekan. Tapi untuk angka 19 kalinya bisa di Highlight hehehe

    Begitulah. Utk cerita itu mungkin bisa dibaca di web receh saya di hanyhaura.wordpress.com :)

    ReplyDelete
  2. Boleh Mba kirim ceritanya ke email wildanfuady@gmail.com insya Allah saya pos dengan penambahan. Thanks

    ReplyDelete

Silahkan menyapa, mengucapkan terima kasih atau mau bertanya. Saya ucapkan terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel