Wajah-Wajah Bercahaya
Wajah
itu bercahaya. Bukan karena terpantul sinar dan cahaya, ini murni keluar dari
wajahnya. Pada hari itu, semua wajah berkumpul mengeluarkan cahaya. Bersatu. Membuat
sebuah barisan yang siapapun bisa melihatnya dari kejauhan.
Hari
itu, baginda Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wassalam mencari-cari umatnya dengan cara yang tak biasa. Diantara bermiliyar-miliyar
umat manusia, Rasulullah berdiri, mencari umatnya untuk diajak ke telaga
kautsar. Bagaimana cara membedakan umatnya diantara miliyaran umat manusia?
Cahaya.
Ya, cahayalah yang membedakannya. Pada hari itu umat Rasulullah bercahaya bak
rembulan yang bersinar. Bahkan lebih indah cahayanya. Ialah umat Rasulullah, manusia
yang di wajahnya memancarkan cahaya.
“Marhaban Ayyuhal Insan! Silahkan mendekat
dan silahkan minum.” Ujar Rasulullah penuh cinta.
Dan wajah-wajah bercahaya itu dipanggil oleh Rasulullah saw. Mendekatlah. Kemarilah. Siapakah wajah-wajah bercahaya itu?
Mereka
adalah orang-orang yang mendawamkan wudhu. Sebagaimana yang dicatat oleh Imam
Bukhari dan Imam Muslim, “Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat
dengan wajah dan tangan yang berkilau karena bekas air wudhu. Maka barang siapa
diantara kalian yang dapat memperpanjang kilauannya, hendaknya ia
mengerjakannya.”[1]
Terkait
wudhu ini, Prof Leopold Werner von Ehrenfels,
seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria, ia melakukan
penelitian terkait wudhu dan ia menemukan sesuatu yang menakjubkan di dalamnya.
“Wudhu, mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Keselarasan antara
air wudhu dan titik-titik syaraf membuat kondisi tubuh seantiasa sehat.” Tegasnya.
Daerah yang dibasuh dalam air wudhu-seperti tangan, daerah
muka termasuk mulut, dan kaki –memang paling banyak bersentuhan dengan
benda-benda asing, termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang
harus dibasuh. Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers
a Sport for the Body and Soul menjelaskan, “Wudhu bisa mencegah kanker
kulit.” Tulisnya. “Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan
kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila
dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut.”
“Selain itu, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak
lebih muda.” Jelasnya.
Muhammad
Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I’jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah An-Nabawiyah, “Manfaat
semua hal yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia.
Mulai dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan
air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku,
mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga mata kaki.”
Diantara
wajah-wajah bercahaya itu, wudhu adalah salah satu penyebabnya. Subhanallah.
***
Perumpamaan seorang hamba yang shalat lima waktu dalam
sehari, seperti seseorang yang dalam sehari mandi sebanyak 5 kali. Setelah itu,
apakah masih terlihat noda disekujur tubuhnya?
Tentu tidak. Seseorang yang rajin membersihkan tubuhnya,
bahkan sehari sebanyak lima kali, tentulah bersih sekujur tubuhnya. Tak ada
noda apalagi kotoran-kotoran yang menempel pada tubuhnya. Permisalan seperti
ini amat baik bila kita jadikan ibrah dan nasehat dalam menjalahi hidup. Apalagi
kita sudah mengetahui bahwa kelak umat Rasulullah akan bercahaya karena bekas
wudhunya. Ia berkilau dengan bekas air yang menempel di tubuhnya sewaktu di
dunia.
Dalam shalat fardhu, umat Muslim diwajibkan berwudhu. Jika dalam
sehari lima kali shalat, maka otomatis ia berwudhu sebanyak lima kali pula. Itu
artinya, sebanyak lima kali pula umat Muslim membuang energi negatif dalam dirinya
dan menggantinya dengan energi positif. Selain itu pula, sebanyak lima kali
membasuh wajah sebagai bekal kilauan cahaya di yaumil akhirat pada wajahnya.
Dan kita pun ingat, Bilal bin Rabbah radhiyallahu ‘anhu, terompahnya lebih dulu masuk ke dalam surga bukan
tanpa sebab, melainkan karena ia rajin mendawamkan wudhu dan shalat sunnah dua
rakaat setelahnya.
Inilah wajah-wajah bercahaya, yang dinantikan oleh Rasulullah
di telaganya. Adakah kita mau mengambil bagian darinya?
***
Bila Ramadhan tiba, wajah-wajah bercahaya semakin terlihat
jelas. Lihatlah, masjid mulai ramai di datangi jama’ah yang melaksanakan shalat
sunnah dan fardhu, tilawatil Qur’an dan qiyamul lail. Sungguh, pada hari-hari
bulan Ramadhan, semua wajah berkilau cahaya sebab amal ibadah kepada Allah. Pintu
neraka ditutup, sedangkan pintu sumber segala cahaya dibuka, -surga. Pada bulan
Ramadhan, kaum muslimin cerah dengan segala amal ibadah yang mendekatkan
dirinya kepada Allah. Baik membaca al-Qur’an, puasa Ramadhan, menghidupkan
malam, menjaga sikap dan memperbaiki akhlak. Pada bulan Ramadhan, kaum Muslimin
menjadi cerah sebab terjaganya wudhu, tertambatnya lisan tak fasih bicara, dan
amalam-amalan mulia.
Seyogianya bagi kita memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai
ajang memperbanyak amalan ibadah kepada Allah. Sebab Ramadhan dijadikan oleh
Allah sebagai bulan yang penuh keberkahan. Bahkan, para malaikat pun menyambut
bulan Ramadhan dengan suka cita. Dan malaikat pun bersedih bila bulan Ramadhan
akan berakhir.
Tidak ada yang menjamin usia kita sampai pada Ramadhan
berikutnya. Sungguh pada wajah-wajah bercahaya sangat mengharapkan bisa
menikmati Ramadhan tahun berikutnya. Akan tetapi, tetap Allah lah sang penentu
semuanya. Entah usia kita sampai atau tidak, itu menjadi rahasia-Nya. Mari kita
menggunakan kesempatan Ramadhan dengan sebaik-baiknya ibadah. Mudah-mudahan,
Allah mengumpulkan kita dalam wajah-wajah yang bercahaya … Berkilau dalam
dekapan cinta-Nya.
***

