Mentertawakan Kesedihan

Wahai, siapa yang paling bersedih di dunia ini?

Dan mengapa harus ada tangis?
Buat apa???

Aku butuh penjelasan...

Baik, katanya
Akan kutunjukan kepadamu
Sekarang juga!!!

Saat ini,
Sejak aku melihat ada tetesan air mata di wajahnya
Aku belajar...
Bahwa menangis adalah cara yang paling mudah untuk menjelaskan tentang cinta, rindu dan kasih sayang
Hingga kata tak lagi berdaya
Hingga lisan terkaku tak berani berucap
Adalah tangisan, yang menjadi penjelasan

Cukup air mata
Dan dagu yang menempel di pundak ini
Menjelaskan semuanya

Namun...
Kembali ke gelapnya ruang itu; hati ini
Ke dasar ruang gelap yang belum mendapat cahaya penjelasan
Tentang tangisan...
Juga cinta...

Kembali lagi...
Buat apa menangis???
Bukankah bahasa cinta harus terbingkai dengan bahagia?
Kenapa penjelasan itu justru datang lewat tangisan???

Kamu salah, bisiknya
Adalah cinta tak selamanya terbingkai bahagia
Adakalanya cinta bagai puzzle
Ada tangis dan tawa; melengkapi

Kamu salah, bisiknya
Seharusnya kau biarkan menangis
Sampai tuntas...
Di bahumu...

Adalah aku, mendengarkan katamu kali ini
Dan kubiarkan ia menangis
Menikmati punggung ini sebagai wadah tangisannya

Dan aku, kini telah kusiapkan tawa
Lebih banyak dari jumlah dari tetesan air matanya
Agar kita sama-sama mengerti
Bahwa tangis tak perlu dicegah, apatah lagi ada hal baru yang kita pelajari hari ini

Tentang kesedihan yang terbingkai dengan tawa...

Hari ini, aku belajar tentang...

Mentertawakan kesedihan...

Pabuaran, 27 February 2016

*Telah kusiapkan tawa lebih banyak dari tangisanmu hari ini

6 Responses to "Mentertawakan Kesedihan"

  1. Replies
    1. Mas Hanif, terima kasih atas apresiasinya :)

      Senang bisa berkunjung kesini :)

      Delete
  2. SubhanaAlloh, pak ustadz wildan makin so sweet aja penanya:) emang kenapa bidadarinya kang? Nangis ya? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah Dek Ran bisa ajah. Semua bisa kok. Menulismah gampang. Tinggal action hehe

      Delete

Silahkan menyapa, mengucapkan terima kasih atau mau bertanya. Saya ucapkan terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel