Ramadhan Bulannya Perbanyak Doa

11.14.00
Jika adalah bulan yang pas untuk memperbanyak doa, ramadhan jawabannya. Di bulan ramadhan pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup. Bulan ramadhan juga menginspirasi siapa saja untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Misalnya dalam memperbanyak shalat, membaca al-Quran, sedekah, puasa, termasuk memperbanyak doa.

Kenapa memperbanyak doa di bulan Ramadhan? Pertama, Allah Swt mempunyai sifat Maha Mendengar. Kedua, karunia-Nya pun tidak akan habis sekalipun miliyaran hamba-Nya berdoa. Ketiga, di bulan ramadhan pintu rahmat terbuka. Dan keempat, Allah Swt pasti akan mengabulkan doa-doa kita selekasnya.

Momen-momen di bulan ramadhan menjadi waktu yang paling pas buat berdoa. Misalnya pas sebelum sahur, di waktu sahur, di antara adzan dan iqamah subuh, dhuha, dan menjelang berbuka puasa. Meskipun di waktu mana saja berdoa saat ramadhan itu juga baik.

Kapanpun dan apapun doanya selama kita dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, maka pasti Allah Swt akan mengabulkannya. Terlebih di bulan ramadhan yang penuh berkah ini.
Allah Swt berfirman dalam al-Quran, Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” QS. Al-Baqarah[2] : 186

Menurut riwayat Ibnu Jarir, ayat ini turun berkenaan dengan datangnya seorang Arab Badui kepada Nabi SAW yang bertanya: "Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat / memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?" Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini (QS. 2: 186) sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu.

Ayat di atas sangat jelas kalau Allah Swt sangat dekat dengan hamba-Nya. Allah juga berjanji mengabulkan setiap doa yang kita minta asalkan kita dalam keimanan dan ketaqwaan. Di momen ramadhan, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan jadi lebih mudah dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Alhamdulillah saat ramadhan masjid jadi tambah ramai. Banyak terdengar tilawah al-Quran. Banyak kebaikan-kebaikan di mana-mana. Buka puasa bersama. Santunan anak yatim dan orang miskin. Zakat infaq dan shodaqoh. Dan amalan-amalan lainnya.

Saya termasuk orang yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ramadhan sebagai bulan untuk memperbanyak doa. Selagi banyak kesempatan, selagi iman dan taqwa sedang naik-naiknya menjadikan motivasi bagi saya untuk memperbanyak doa agar dikabulkan Allah Swt.

Janganlah kita merasa malu berdoa kepada Allah Swt dengan alasan apapun. Jangan pula merasa nggak pantas berdoa kepada Allah Swt hanya karena kita banyak dosa. Jangan beranggapan kita tidak layak berdoa kepada Allah Swt. Sebab kita tidak tahu kapan doa itu akan dikabulkan. Yang diseru hanyalah perbanyak berdoa dan tawakkal. Setelah itu, biar semuanya jadi urusan Allah Swt.

Terserah doanya apa. Mau yang umum ataupun spesifik nggak masalah. Toh para Nabi dan Rasul telah mencontohkannya.

Doa Secara Umum / General Nabi Musa as.

Pada saat Nabi Musa as dikejar kaum Fir’aun dan ia berlari ke negeri Madyan, ia singgah di suatu pohon. Ia melihat banyak orang yang sedang mengambil air minum di salah satu sumur. Mereka mengantri untuk mendapatkan air.

Nabi Musa as pun menginginkan air itu. Tetapi ia mendahulukan orang lain dan membiarkan dirinya kehausan. Dan ia juga menolong dua wanita yang sedang kesulitan mengambil air lalu kembali berteduh di bawah pohon.

Dalam kondisi yang haus dan lapar, Nabi Musa as tidak berdoa secara spesifik kepada Allah Swt meminta makanan dan minuman, tapi doanya sangat umum, mesra dan tidak mendikte Allah Swt.

Doanya diabadikan dalam al-Quran, Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, ke- mudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." QS. Al-Qashash [28]: 24

Doa Spesifik Nabi Zakaria as

Berbeda dengan Nabi Musa as yang doanya general, Nabi Zakaria as meminta dengan doa yang spesifik kepada Allah Swt. Doanya terekam dalam al-Quran saat ia berdoa meminta diberikan keturunan oleh Allah Swt.

Berikut doanya, “Ia berkata ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Yaqub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.’”

***

Nah, nggak ada salahnya kan kita berdoa baik yang umum maupun spesifik. Toh nggak masalah kita perbanyak doa dan meminta yang besar-besar, sebab Allah Swt lebih Maha Besar untuk mengabulkan doa-doa kita. Allah Swt selalu sanggup mengabulkan doa besar kita kok.

Jadi, sudahkah hari ini kita berdoa lagi dan lagi?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »