Tulang Punggung yang Telah Patah

Terik mentari telah melegamkan kulitmu
Keringat bercucuran
Peluh mengalir deras
Mata memerah delima

Tulang-belulangmu telah berpadu
Pedih mengangkat beban
Ikhlas berjuang di terbitnya fajar
Dan kembali di senja hari

Cinta ini telah bermukin di wajahmu
Meski sebagian membenci
Tapi dari sudut biru
Kau tetap bersahaja

Kini, tulang punggungmu telah patah
Terbalut kain kafan
Menyisahkan luka sedalam samudra
Nestapa yang sulit sirna

Aku terbangun dari mimpi
Kudekati ia
Kupeluk dengan erat
Seakan tak mau kehilangan
Seseorang yang biasa kupanggil “ayah”

Bojong Gede, 19 Juni 2017

0 Response to "Tulang Punggung yang Telah Patah"

Post a Comment

Silahkan menyapa, mengucapkan terima kasih atau mau bertanya. Saya ucapkan terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel