Menitipkan Rasa
Menitipkan Rasa

Menitipkan Rasa

Cinta dan rindu itu berbeda, tapi saling melengkapi. Ia layaknya sebuah musim yang berada di dalam hati. Kadang rindu, kadang cinta. Kadang keduanya datang secara bersamaan.
Cinta mewakili perasaan yang tabu, sedangkan rindu mempunyai keinginan untuk tergerak ke langkah berikutnya. Pembuktian perasaan. Ada yang terkenang saat rindu datang. Memoar kenangan yang sedetik bisa menjadi satu jam bahkan lebih di dalam bayangan.
Namun kadang kala, cinta dan rindu datang pada waktu yang tidak tepat. Keduanya hadir begitu saja. Mengalun syahdu di atas puing-puing perasaan. Menggantung di atas benang-benang impian.
Kau tahu, saat keduanya datang pada saat yang belum tepat, mendiamkannya bersemayam di hati adalah pilihan terbaik. Menyimpan keduanya dalam-dalam. Lalu, hanya terkuat saat mengadahkan tangan kepada Tuhan. Meminta jalan terbaik. Agar tidak ada yang terlambat ataupun kehilangan. Memohon agar yang di cinta dan di rindukan baik-baik saja. Bila saatnya tiba, lalu biarkan cinta dan rindu itu apa adanya. Terungkap bagai air yang meguap ke udara. Terlihat olehnya.
Bagimu yang mewakili perasaan cinta dan rindu. Kelak, jika Tuhan mengabulkan semua doa-doa, hari itulah yang di tunggu.

*wildanfuady
Advertisement

Baca juga:

Admin
Wildan Fuady adalah seorang author 20 buku, teacher dan web developer.