Belajar di Era Millenial

23.46.00
Motivasi Belajar di Era Millenial - Sumber Foto: amrudly.com
“Belajar layaknya mendayung ke hulu.
Jika tidak maju, akan terhanyut ke bawah.” – NN.

C
ristiano Ronaldo, seorang pemain sepak bola terkenal di dunia mempunyai catatan sejarah yang sangat unik daripada rivalnya, yakni Lionel Messi.  Messi tumbuh dengan bakat alamiahnya dalam urusan bermain bola, baik dalam urusan mencetak gol, mengumpan bola maupun mendribble bola. Messi juga mendapatkan banyak penghargaan atas keberhasilannya dalam bermain sepak bola. Bahkan, banyak orang menyebut Messi sebagai magic man sepak bola. Bola bisa jadi ajaib jika berada di kakinya.

Berbeda dengan Cristiano Ronaldo yang akrab disapa CR7 dalam hal bakat alamiah. CR7 tidak mempunyai bakat alamiah tersebut melainkan hasil kerja kerasnya dalam belajar. Karirnya mulai melesat setelah bertemu dengan seorang guru yang hebat, Opa Sir Alex Ferguson. Berkat kerja keras belajar dan didikan langsung dari Opa Alex, CR7 tumbuh menjadi pemain sepak bola terkenal di dunia dengan segudang prestasi yang sama dengan Lionel Messi.

Belajar dari perjalanan hidup CR7, kita bisa mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.  Pertama, belajar dengan sungguh-sungguh, di mana tidak ada sesuatu yang mustahil dicapai kecuali dengan kerja keras dan sungguh-sungguh. Kedua, belajar dengan seorang guru yang tepat.

Kenyataannya, tidak sedikit orang yang mulai beralih dari sesuatu yang lurus. Misalnya di jaman sekarang, teknologi sudah menjembatani bertemunya seseorang dalam proses belajar. Dalam hal belajar, tentu hal ini akan kurang maksimal. Karena hilangnya proses pendidikan yang paling berharga dalam proses belajar mengajar, yakni pertemuan.

Rasanya tidak mungkin bila CR7 belajar online dengan Opa Alex akan sehebat sekarang ini. Ya, tentu saja CR7 dididik langsung oleh Opa secara langsung tatap muka. Hal inilah yang menjadi salah satu kunci kesuksesan CR7 menjadi pemain terbaik dunia saat ini.

Anehnya, tidak sedikit orang yang lebih asyik belajar secara online menggunakan smart phonenya ketimbang harus datang ke tempat belajar.  Tentu hal ini memang mempermudah, namun dalam segi pembelajaran tentu kesuksesan seorang murid dalam belajar adalah ketika ia bertemu gurunya. Jika belajar online, kapan ia bisa tatap muka dengan gurunya? Kapan ia harus belajar menghargai dan menghormati gurunya?

Problematika ini berada pada era millenial, di mana arah belajar sedikit demi sedikit mulai beralih ke dalam ponsel dan gadget. Positifnya, hal ini akan mempermudah mencari informasi dalam belajar, namun kekurangannya adalah hilangnya tradisi dalam belajar: menghargai dan menghormati guru.

Bayangkan saja, ketika kita butuh ilmu tinggal dicari di layar smart phone tanpa kita ketahui siapa yang menjadi gurunya. Maka dari itu di era millenial ini perlahan-lahan mulai mengesampingkan bertemu dengan guru secara langsung yang padahal menjadi kunci kesuksesan seseorang.

Meski kemudahan itu sudah sangat terasa, tetap saja belajar dengan adanya pertemuan antara murid dan guru jauh lebih berdampak dibandingkan dengan online sebagaimana kesuksesan CR7 menjadi pemain terbaik dunia. Mengapa hal itu bisa terjadi? Setidaknya ada tiga jawaban.

Pertama, kehadiran guru akan sangat membantu murid dalam memahami pelajaran yang dimaksud tanpa adanya kesalahan pahaman dalam menerima pembelajaran.

Kedua, bertemunya dengan guru menghadirkan sikap menghargai dan menghormati ilmu itu sendiri.

Dan ketiga, kehadiran guru merupakan awal dari kesuksesan seorang murid.

Dari ketiga hal ini, maka bisa disimpulkan bahwa cara terbaik untuk mampu menerima secara menyeluruh suatu pelajaran adalah bertemu dengan guru dan guru menjelaskannya secara langsung. Hal ini akan jauh lebih berdampak dibandingkan dengan hanya sekedar membaca namun tidak mendapatkan penjelasan dari orang yang lebih mengetahuinya.

“Pembelajaran,” kata Abigail Adams. “Tidak didapat dari kebetulan semata. Ia harus dicari dengan semangat dan disimak dengan tekun.”

Marilah mulai untuk belajar secara langsung atau tatap muka di era millenial ini. Insya Allah dampaknya akan jauh lebih besar seperti CR7 yang sekarang telah menjadi pemain sepak bola terkenal di dunia berkat proses pembelajaan secara langsung dengan gurunya.

Jika CR7 bisa, kita juga pasti bisa! Insya Allah, BISA.   

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »