Ads

  • Pos Terbaru

    Tulang Punggung yang Telah Patah

    Terik mentari telah melegamkan kulitmu
    Keringat bercucuran
    Peluh mengalir deras
    Mata memerah delima

    Tulang-belulangmu telah berpadu
    Pedih mengangkat beban
    Ikhlas berjuang di terbitnya fajar
    Dan kembali di senja hari

    Cinta ini telah bermukin di wajahmu
    Meski sebagian membenci
    Tapi dari sudut biru
    Kau tetap bersahaja

    Kini, tulang punggungmu telah patah
    Terbalut kain kafan
    Menyisahkan luka sedalam samudra
    Nestapa yang sulit sirna

    Aku terbangun dari mimpi
    Kudekati ia
    Kupeluk dengan erat
    Seakan tak mau kehilangan
    Seseorang yang biasa kupanggil “ayah”

    Bojong Gede, 19 Juni 2017
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tulang Punggung yang Telah Patah Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top