Ads

  • Pos Terbaru

    Menggali Spirit Membaca

    Bulan ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Qur’an atau biasa disebut dengan “Nuzulul Qur’an”. Setiap muslim sudah mengetahui proses bagaimana al-Qur’an diturunkan.

    Bermula dari kegelisahan akan adanya tanda-tanda ilahiah dan melakukan tafakkur  di gua Hira. Di akhir tafakkurnya muncullah seorang malaikat yang mendekap tubuhnya sambil berkata, “Iqra!” .

    Dengan apa ia harus membaca? Ia adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis.

    Sekali lagi malaikat itu berkata, “Iqra!”

    Harus dengan cara apa ia membaca dan bagaimana ia harus membaca? Dan apa yang harus dibaca?

    Sekali lagi malaikat itu meneruskan kalimat suci, “Iqra bismirabbikalladzi khalaq….” .

    Barulah wahyu pertama itu diturunkan. Malaikat itu mengajarkannya membaca dan membunyikan huruf-hurufnya. Hingga sampai saat ini, peristiwa itu terus terngiang di benak kita.

    * * *

    Kejadian ini banyak disepati oleh para ‘ulama jatuh pada tanggal 17 ramadhan. Artinya, perintah membaca jatuh pada bulan ramadhan yang penuh dengan keberkahan. Bulan di mana amal shaleh bertebaran. Pahala dilipat gandakan. Pintu neraka ditutup dan masih banyak lagi keberkahan lainnya.

    Saya pun berusaha memaknai kisah tadi dan hubungannya dengan bulan ramadhan. Coba kita amati, wahyu pertama yang turun adalah perintah untuk membaca, di bulan ramadhan lagi. Maknanya, bulan ramadhan ini sejatinya bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kegiatan membaca.
    Membaca banyak sekali jenisnya. Misalnya yang utama adalah membaca al-Qur’an, - apalagi ini bulan ramadhan. Membaca buku. Membaca keadaan dan melatih kepekaan. Membaca karakter orang lain. Dan membaca lainnya. Bukan pula membaca hoax, membaca kebohongan, membaca aib orang lain, dan semua bacaan yang membuat pikiran kira rusak.

    Banyak sekali bacaan yang bermanfaat lagi bergizi. Salah satunya adalah al-Qur’an. Al-Qur’an adalah penawar dan rahmat bagi kaum muslimin. Membaca al-Qur’an bisa mematahkan bacaan yang penuh keburukan. Maksudnya, dengan membaca al-Qur’an pikiran kita akan jernih serta dikelilingi rahmat. Insya Allah orang yang suka membaca al-Qur’an akan mudah mematahkan bacaan yang megandung keburukan. Ia akan dengan mudah menolak dan tidak menerima tulisan yang bertentangan dengan al-Qur’an. Oleh sebab itulah al-Qur’an merupakan “penawar” dan rahmat bagi kaum muslimin di dalam kehidupannya.

    “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Q.S. Al-Israa’ [17] : 82)

    Sesudah membaca al-Qur’an kita pun bisa menambah bacaan-bacaan yang isinya penuh kebaikan. Di bulan ramadhan ini paling cocok menghiasi pikiran kita dengan kebaikan. Sebab akal pikiran itu bagaikan sebuah teko yang kosong. Jika yang diisi kotoran maka akan keluar kotoran. Jika yang diisi air bersih, maka kebersihan pula yang akan dikeluarkan.

    Misalnya kita bisa membaca buku yang menambah keimanan dan ketaqwaan. Membaca buku ini pastilah akan menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, apalagi dalam momen bulan ramadhan.  Kita juga bisa baca buku yang menginspirasi dan menambah semangat kebaikan. Dengan membaca buku jenis ini kita akan menambah wawasan sekaligus mendorong untuk melakukan kebaikan.

    Nah, bacaan-bacaan yang baik ini tentu akan menghiasi akal dan pikiran kita. Sehingga yang tercermin dalam prilaku kita selalu kebaikan dan kebaikan.

    Jadi, mari kita maksimalkan bulan diturunkannya al-Qur’an ini dengan giat membaca. Ya, membaca apapun yang akan membuahkan kebaikan dan menjadi amal shaleh. Sebab, waktu kita terbatas dan tidak bermanfaat jika digunakan untuk membaca hal yang sia-sia. Malah akan merugi apabila kita melakukan hal yang sia-sia.

    “… dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. At-Taubah [9] : 69)

    Sekali lagi, semoga kita lebih semangat lagi membaca tulisan-tulisan yang bermanfaat dan meninggalkan tulisan yang berefek buruk bagi kehidupan kita. Mari jadikan momen bulan diturunkan al-Qur’an ini sebagai bulan yang diisi dengan semangat membaca dan membaca. Insya Allah dengan membaca, pengetahuan kita akan bertambah. Aamiin.


    #Juz4 #Tulisan4Ramadhan #NgabuburiLis (Ngabuburit Sambil Menulis)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Menggali Spirit Membaca Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top