Tulang Punggung yang Telah Patah

Tulang Punggung yang Telah Patah

23.59.00 Add Comment
Terik mentari telah melegamkan kulitmu
Keringat bercucuran
Peluh mengalir deras
Mata memerah delima

Tulang-belulangmu telah berpadu
Pedih mengangkat beban
Ikhlas berjuang di terbitnya fajar
Dan kembali di senja hari

Cinta ini telah bermukin di wajahmu
Meski sebagian membenci
Tapi dari sudut biru
Kau tetap bersahaja

Kini, tulang punggungmu telah patah
Terbalut kain kafan
Menyisahkan luka sedalam samudra
Nestapa yang sulit sirna

Aku terbangun dari mimpi
Kudekati ia
Kupeluk dengan erat
Seakan tak mau kehilangan
Seseorang yang biasa kupanggil “ayah”

Bojong Gede, 19 Juni 2017
Padamu

Padamu

21.00.00 1 Comment
Pada jalan ini
kuhangatkan jiwa ini dalam aqidah yang berpuisi
agar kau tak terombang ambing pada jalan yang tak bersuci
tegak dalam puisi

Langkah-langkah yang kau ambil
hendaknya dalam balutan puisi suci
yang menguatkan hatimu
dari badai yang hendak menenggelamkanmu

Padamu kutitipkan puisi
yang kudo’akan untuk menegakkanmu
menjadi nahkoda jiwa
atas dasar cahaya

Zaman kian berganti
masamu tak lagi sama
ada duri yang entah di mana
sewaktu-waktu mengubahmu ke jalan batu

Kutitipkan puisi suci
sebagai bekalmu nanti
agar kuat membawa diri
kepangkuan Rabbul Izzati


***
Menggali Spirit Membaca

Menggali Spirit Membaca

09.37.00 Add Comment
Bulan ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Qur’an atau biasa disebut dengan “Nuzulul Qur’an”. Setiap muslim sudah mengetahui proses bagaimana al-Qur’an diturunkan.

Bermula dari kegelisahan akan adanya tanda-tanda ilahiah dan melakukan tafakkur  di gua Hira. Di akhir tafakkurnya muncullah seorang malaikat yang mendekap tubuhnya sambil berkata, “Iqra!” .

Dengan apa ia harus membaca? Ia adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis.

Sekali lagi malaikat itu berkata, “Iqra!”

Harus dengan cara apa ia membaca dan bagaimana ia harus membaca? Dan apa yang harus dibaca?

Sekali lagi malaikat itu meneruskan kalimat suci, “Iqra bismirabbikalladzi khalaq….” .

Barulah wahyu pertama itu diturunkan. Malaikat itu mengajarkannya membaca dan membunyikan huruf-hurufnya. Hingga sampai saat ini, peristiwa itu terus terngiang di benak kita.

* * *

Kejadian ini banyak disepati oleh para ‘ulama jatuh pada tanggal 17 ramadhan. Artinya, perintah membaca jatuh pada bulan ramadhan yang penuh dengan keberkahan. Bulan di mana amal shaleh bertebaran. Pahala dilipat gandakan. Pintu neraka ditutup dan masih banyak lagi keberkahan lainnya.

Saya pun berusaha memaknai kisah tadi dan hubungannya dengan bulan ramadhan. Coba kita amati, wahyu pertama yang turun adalah perintah untuk membaca, di bulan ramadhan lagi. Maknanya, bulan ramadhan ini sejatinya bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kegiatan membaca.
Membaca banyak sekali jenisnya. Misalnya yang utama adalah membaca al-Qur’an, - apalagi ini bulan ramadhan. Membaca buku. Membaca keadaan dan melatih kepekaan. Membaca karakter orang lain. Dan membaca lainnya. Bukan pula membaca hoax, membaca kebohongan, membaca aib orang lain, dan semua bacaan yang membuat pikiran kira rusak.

Banyak sekali bacaan yang bermanfaat lagi bergizi. Salah satunya adalah al-Qur’an. Al-Qur’an adalah penawar dan rahmat bagi kaum muslimin. Membaca al-Qur’an bisa mematahkan bacaan yang penuh keburukan. Maksudnya, dengan membaca al-Qur’an pikiran kita akan jernih serta dikelilingi rahmat. Insya Allah orang yang suka membaca al-Qur’an akan mudah mematahkan bacaan yang megandung keburukan. Ia akan dengan mudah menolak dan tidak menerima tulisan yang bertentangan dengan al-Qur’an. Oleh sebab itulah al-Qur’an merupakan “penawar” dan rahmat bagi kaum muslimin di dalam kehidupannya.

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Q.S. Al-Israa’ [17] : 82)

Sesudah membaca al-Qur’an kita pun bisa menambah bacaan-bacaan yang isinya penuh kebaikan. Di bulan ramadhan ini paling cocok menghiasi pikiran kita dengan kebaikan. Sebab akal pikiran itu bagaikan sebuah teko yang kosong. Jika yang diisi kotoran maka akan keluar kotoran. Jika yang diisi air bersih, maka kebersihan pula yang akan dikeluarkan.

Misalnya kita bisa membaca buku yang menambah keimanan dan ketaqwaan. Membaca buku ini pastilah akan menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, apalagi dalam momen bulan ramadhan.  Kita juga bisa baca buku yang menginspirasi dan menambah semangat kebaikan. Dengan membaca buku jenis ini kita akan menambah wawasan sekaligus mendorong untuk melakukan kebaikan.

Nah, bacaan-bacaan yang baik ini tentu akan menghiasi akal dan pikiran kita. Sehingga yang tercermin dalam prilaku kita selalu kebaikan dan kebaikan.

Jadi, mari kita maksimalkan bulan diturunkannya al-Qur’an ini dengan giat membaca. Ya, membaca apapun yang akan membuahkan kebaikan dan menjadi amal shaleh. Sebab, waktu kita terbatas dan tidak bermanfaat jika digunakan untuk membaca hal yang sia-sia. Malah akan merugi apabila kita melakukan hal yang sia-sia.

“… dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. At-Taubah [9] : 69)

Sekali lagi, semoga kita lebih semangat lagi membaca tulisan-tulisan yang bermanfaat dan meninggalkan tulisan yang berefek buruk bagi kehidupan kita. Mari jadikan momen bulan diturunkan al-Qur’an ini sebagai bulan yang diisi dengan semangat membaca dan membaca. Insya Allah dengan membaca, pengetahuan kita akan bertambah. Aamiin.


#Juz4 #Tulisan4Ramadhan #NgabuburiLis (Ngabuburit Sambil Menulis)

Pelatihan Menulis Online Batch #11

10.52.00 Add Comment

Program Pelatihan Menulis Online (PMO) Batch #11 dengan tema "30 Hari Nulis Buku" - DIJAMIN TERBIT !!!


Kamu Berniat menulis buku dengan jaminan PASTI TERBIT?

Ingin mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis?

InsyaAllah kami akan membantu kamu buat menyelesaikan naskahmu ... SEBULAN ... Jadi buku ...

Gimana tuh caranya? 😯

Yups, bener ... Ikut program kelas "Pelatihan Menulis Online" dengan tema 30 Hari Nulis Buku bersama Pengusaha Kampus Writerpreneur (PKW) yuk selama SEBULAN.

Iya, selama sebulan kamu akan dibimbing menulis buku dari awal sampai akhir. Selama sebulan. Lalu akan ada tahap editing dan penyaluran naskah penerbit-penerbit yang sesuai dengan naskah kamu.

Kalaupun naskah kamu belum "berjodoh" dengan penerbit mayor, PKW siap membantu kamu menerbitkan buku dengan jalur indie dan dibimbing agar menjadi writerpreneur.

✨😌✨

Sebelum memutuskan daftar, baca dulu "Testimoni Alumni PMO" di sini. 

Selain itu ..... Setelah PMO #1 - #10  berlangsung, kami mencoba mengembangkan sistem dan memperbarui cara yang efektif buat membantu sahabat semua menyelesaikan naskahnya 😊

Kamu juga akan mendapatkan :

✔️Ebook Trik Menyelesaikan Naskah dalam 30 Hari
✔️Reward setiap minggunya.
✔️Reward untuk peserta terbaik.
✔️Dibantu menjawab curhatan dan keluhan selama 12 jam senilai 100.000,-
✔️Gratis masuk ke dalam grup alumni yang berkumpul teman-teman sevisi.
✔️E- Sertifikat Peserta PMO.
✔️Raport Hasil Belajar di PMO.

Dan ....

Program ini dibimbing langsung oleh Wildan Fuady

✔️Psikolog Writerpreneur
✔️Penulis 13 Buku
✔️Penulis Buku Laris Jodohku Siapakah Dirimu dan Ya Allah Izinkan Kami Menikah
✔️Ketua Pengusaha Kampus Writerpreneur
✔️Pembicara Nasional


📝 Kamu bisa menulis tema-tema yang kamu kuasai semisal:

- Motivasi
- Pengembangan Diri
- Bisnis
- Novel
- Tips Praktis / How To
- Kemuslimahan
- Kumpulan Cerita True Story
- Dan lain-lain.

KABAR BAIK ... Semua orang boleh ikut program ini. Selama ia terkoneksi internet dan mempunyai whatsapp. .. 📱📡📡

KABAR BURUK ... Sudah ada yang mendaftar sebelum program ini launching. Buruan daftar ...

Buruan daftar ...

Caranya? 😳

Whatsapp dengan format :

Daftar30HNB#11 - Nama Lengkap - Email - No WA

Kirim ke Whatsapp: 0822 4090 6362 / 0858 3910 2147 (an. Wildan Fuady)

HTM : 300.000 + Kode Unik No Telfon

Misalnya nomor hape kamu: 0822 4090 6362,

Maka diambil tiga dgit terakhir no hapemu. Jadi total transfer Rp. 300.362,-

🔔 Alur Pendaftaran dan Pelatihan :

******************************
Pendaftaran : 20 Juni -  19 Juli 2017
******************************

🔔 Masa Pembinaan : 20 - 30 Juli 2017

*****************************
Materi Pembinaan:

Hari ke 1 (20 Juli 2017):


Menggali Ide dan Mengembangkannya Melalui PREMIS.

Hari ke 2 (21 Juli 2017):

Membuat Outline Fiksi dan Menerapkannya.

Hari ke 3 (22 Juli 2017):

Membuat Outline Non Fiksi dan Menerapkannya.

Hari ke 4 (23 Juli 2017):

Free Writing dan Fast Writing.

Hari ke 5 (24 Juli 2017):

Menerka Penerbit yang Sevisi

Hari ke 6 (25 Juli 2017):

Jurus Jago Nulis Fiksi

Hari ke 7 (26 Juli 2017):

Jurus Jago Nulis Non Fiksi

Hari ke 8 (27 Juli 2017):

Trik Nulis 30 Hari

Hari ke 9 (28 Juli 2017):

Pembahasan Tugas 1

Hari ke 10 (29 Juli 2017):

Pembahasan Tugas 2

*******************************

Waktu Pelatihan: 1 - 30 Agustus 2017

Waktu Editing: 1 - 30 September 2017

Bulan Oktober 2017 naskah siap diajukan ke penerbit mayor.

Alhamdulillah alumni sebelumnya sudah ada yang naskahnya diterima di penerbit MAYOR. Silahkan cek di http://bit.ly/bukuterbit untuk melihat kaya-karya alumni PMO.

Sekarang giliran kamu!!!

Daftar sekarang JUGA ...

⏰ Pendaftaran SUDAH DITUTUP


Informasi Batch yang tersedia:

PMO #11 ( 20 Juli - 30 Agustus 2017 ) (Selesai)
PMO #12 ( 20 September - 30 Oktober 2017) (Selesai)
- PMO #13 ( 20 November - 30 Desember 2017) (Sudah dibuka pendaftaran. Klik untuk mendaftar)

BURUAN .. 🏃🏃🏃💨💨💨

Jadilah penulis BETULAN bukan KEBETULAN ..

Di dukung oleh :

Pengusaha Kampus Writerpreneur

Pelatihan Menulis Online #10

Pelatihan Menulis Online #10

10.48.00 Add Comment

Program Pelatihan Menulis Online (PMO) Batch #10 dengan tema "30 Hari Nulis Buku" - DIJAMIN TERBIT !!!


Kamu Berniat menulis buku dengan jaminan PASTI TERBIT?

Ingin mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis?

InsyaAllah kami akan membantu kamu buat menyelesaikan naskahmu ... SEBULAN ... Jadi buku ...

Gimana tuh caranya? 😯

Yups, bener ... Ikut program kelas "Pelatihan Menulis Online" dengan tema 30 Hari Nulis Buku bersama Pengusaha Kampus Writerpreneur (PKW) yuk selama SEBULAN.

Iya, selama sebulan kamu akan dibimbing menulis buku dari awal sampai akhir. Selama sebulan. Lalu akan ada tahap editing dan penyaluran naskah penerbit-penerbit yang sesuai dengan naskah kamu.

Kalaupun naskah kamu belum "berjodoh" dengan penerbit mayor, PKW siap membantu kamu menerbitkan buku dengan jalur indie dan dibimbing agar menjadi writerpreneur.

✨😌✨

Sebelum memutuskan daftar, baca dulu "Testimoni Alumni PMO" di sini. 

Selain itu ..... Setelah PM #1 - #9  berlangsung, kami mencoba mengembangkan sistem dan memperbarui cara yang efektif buat membantu sahabat semua menyelesaikan naskahnya 😊

Kamu juga akan mendapatkan :

✔️Ebook  Trik Menyelesaikan Naskah dalam 30 Hari
✔️Reward setiap minggunya.
✔️Reward untuk peserta terbaik.
✔️Dibantu menjawab curhatan dan keluhan selama 12 jam senilai 100.000

Dan ....

Program ini dibimbing langsung oleh Wildan Fuady

✔️Psikolog Writerpreneur
✔️Penulis 8 Buku
✔️Penulis Buku Laris Jodohku Siapakah Dirimu dan Ya Allah Izinkan Kami Menikah
✔️Ketua Pengusaha Kampus Writerpreneur
✔️Pembicara Nasional


📝 Kamu bisa menulis tema-tema yang kamu kuasai semisal:

- Motivasi
- Pengembangan Diri
- Bisnis
- Novel
- Tips Praktis / How To
- Kemuslimahan
- Kumpulan Cerita True Story
- Dan lain-lain.

KABAR BAIK ... Semua orang boleh ikut program ini. Selama ia terkoneksi internet dan mempunyai whatsapp. .. 📱📡📡

KABAR BURUK ... Sudah ada yang mendaftar sebelum program ini launching. Buruan daftar ...

Buruan daftar ...

Caranya? 😳

Whatsapp dengan format :

Daftar30HNB#10 - Nama Lengkap - Email - No WA

Kirim ke 0822 4090 6362 (Whatsapp)

HTM : 300.000

🔔 Alur Pendaftaran dan Pelatihan :

******************************
Pendaftaran : 25 April -  9 Mei 2017
******************************

🔔 Masa Pembinaan : 10 - 19 Mei

*****************************
Materi Pembinaan:

Hari ke 1:

Menggali Ide dan Mengembangkannya, Menentukan idealisme penulis dan riset pasar.

Hari ke 2:

Membuat outline fiksi dan menerapkannya.

Hari ke 3:

Membuat outline non fiksi dan menerapkannya, membuat mind mapping tulisan.

Hari ke 4:

Free Writing dan Fast Writing

Hari ke 5:

Menerka Penerbit yang Sevisi

Hari ke 6:

Agar Selalu Istiqomah Menulis

Hari ke 7:

Pemberian ebook EYD / Tata bahasa Indonesia

Hari ke 8 dan 9:

Masa refreshing

*******************************

Waktu Pelatihan : 20 Mei - 20 Juni 2017

Seminggu setelah pelatihan akan ada bimbingan editing naskah.

Bulan Juli 2017 naskah siap diajukan ke penerbit mayor.

Alhamdulillah alumni sebelumnya sudah ada yang naskahnya diterima di penerbit MAYOR. Silahkan cek di http://bit.ly/bukuterbit untuk melihat kaya-karya alumni PMO.

Sekarang giliran kamu!!!

Daftar sekarang JUGA ..

⏰ Pendaftaran SUDAH DITUTUP


Informasi Batch yang tersedia:

PMO #11 ( 20 Juli - 30 Agustus 2017 ) (Selesai)
PMO #12 ( 20 September - 30 Oktober 2017(Selesai)
- PMO #13 ( 20 November - 30 Desember 2017) (Sudah dibuka pendaftaran. Klik untuk mendaftar)

- PMO #13 ( 20 November - 30 Desember 2017) (Belum dibuka)

BURUAN .. 🏃🏃🏃💨💨💨

Jadilah penulis BETULAN bukan KEBETULAN ..

Di dukung oleh :

Pengusaha Kampus Writerpreneur


UPDATE:

Mohon maaf, batch ini sudah berakhir. Saat ini yang sedang berlangsung adalah batch 13. Silahkan klik link ini untuk membaca informasinya. Terima kasih.

Oh iya, supaya bisa mendapat info artikel dari web ini secara langsung, silahkan subscribe ya. :)

Jihad yang Sebenarnya di Bulan Ramadhan

10.30.00 Add Comment

Sudah jamak kita ketahui bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan ramadhan punya banyak sekali kemuliaan yang tiada terkira, salah satunya syetan diikat, pintu nereka tertutup dan pintu surga terbuka.

Namun tidak sedikit dari kita yang melihat beberapa orang tetap melakukan kemaksiatan di bulan ramadhan, padahal syetan telah diikat dan tidak diperkenankan menggoda manusia. Sungguh ini keanehan yang luar biasa.

Pernah suatu kali saya pergi ke salah satu kampus di negeri ini untuk mendaftarkan adik kuliah. Pukul 11 siang saya mendapati warung makanan terbuka dengan ditutupi gorden. Bahkan tak malu melabeli warung dengan label “buka 24 jam”. Yang mengherankan, saya mengintip ada beberapa laki-laki yang ikut makan. “Wah, mengapa mereka tak berpuasa?” begitu pikir saya.

Salah satu alasannya mungkin mereka non muslim, itu wajar. Mungkin kalau seorang perempuan bisa jadi ia berhalangan atau nifas. Namun bagaimana jika dia seseorang laki-laki muslim yang tidak ada halangan baginya? Tentu ini membuat kita semua gelisah. Padahal kita sama-sama tahu bahwa syetan benar-benar diikat dan tidak bisa menggoda manusia.

Ternyata sebabnya adalah adanya hawa nafsu di dalam diri kita. Hawa nafsu terbagi dalam tiga jenis. Satu, nafsu mathmainnah. Yaitu nafsu yang mengajak pemiliknya kepada kebaikan. Apalagi di bulan ramadhan ini, ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT semakin semangat. Yang awalnya tidak biasa membaca satu juz per hari jadi terbiasa. Yang biasanya jarang shalat sunnah jadi rajin shalat sunnah. Tak lupa shalat wajib dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Imam Al-Ghazali meletakkan nafsu ini di tahap yang tertinggi dalam kehidupan manusia. Pendapat ini dikuatkan dengan adanya Firman Allah SWT dalam al-Qur’an, “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Q.S al-Fajr : 27-30).

Kedua, nafsu lawwamah. Yakni nafsu yang tidak konsisten terhadap sesuatu. Ia mudah sekali berbolak-balik dan berwarna-warni. Ia adalah nafsu yang suatu saat bisa menjerumuskan kita ke dalam kemaksiatan jika kondisi iman tengah melemah, namun ia juga yang merupakan nafsu yang mudah sekali menyesali kesalahan dan mengembalikan ke jalan yang benar.

Salah seorang mudjahid al-Hasan al-Basri pernah mengatakan, “Anda akan melihat seorang mukmin selalu menyesali dirinya sendiri, sembari berkata,’Aku tidak mau ini? Mengapa aku melakukannya? Padahal, yang ini lebih utama daripada yang ini’.”

Bisa dikatakan nafsu ini adalah nafsu tengah-tengah. Maksudnya nafsu ini terkadang membawa pemiliknya kepada maksiat, namun ia juga yang pandai menyesali dan mengembalikan ke jalan yang benar.

Maka benar bahwa iman ini kadang naik dan kadang turun. Al-iimanu yazid wa laa yankus. Dan mungkin di sinilah peran nafsu lawwamah yang kadang mengurangi iman seseorang dan kadang menaikan iman seseorang.

Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah pernah mengatakan, “Iman itu sebagiannya lebih unggul dari yang lainnya, bertambah dan berkurang. Bertambahnya iman adalah dengan beramal. Sedangkan berkurangnya iman dengan tidak beramal. Dan perkataan adalah yang mengakuinya.”[1]

Boleh jadi tidak sedikit orang berbuat maksiat di bulan ramadhan karena terbawa oleh nafsu lawwamah ini. Syetan sudah tidak bisa menggoda, tapi masih ada nafsu lawwamah yang sewaktu-waktu bisa menjerumuskan kita ke jalan yang salah.

Nah, ini jenis nafsu yang ketiga, yakni nafsu Ammaarah bis Suu’.  Yaitu nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan dan ini merupakan nafsu yang paling tercela. Nafsu ini adalah lawan dari nafsu muthmainnah. Keduanya saling bertabrakan pandangan.

Jika nafsu muthmainnah mengajak pemiliknya kepada kebaikan, nafsu ammarah bis suu’ menyaingi dengan mengajak pemiliknya kepada keburukan. Mungkin nafsu inilah yang masih berkeliaran di bulan ramadhan untuk mengajak pemiliknya kepada maksiat. Jika peran syetan sudah tidak ada, maka peran nafsu ini yang masih bisa mengajak pemiliknya kepada kemaksiatan dan keburukan.

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Q.S. Yusuf : 53)

Nasehat Rasulullah SAW dalam Urusan Nafsu

Bulan ramadhan ini selain manusia berlomba-lomba dalam kebaikan tentu manusia juga berlomba memerangi hawa nafsunya. Baik dalam urusan menahan lapar dan haus, menahan perbuatan yang tercela sampai menahan diri terhadap kemaksiatan.

Bagi kaum muslimin, rasulullah SAW pernah menasehati kita ketika pulang dari perang badar. Pada saat itu beliau bersabda, “Kita baru balik dari peperangan yang kecil kepada peperangan yang maha besar.”

Para sahabat bertanya : "Apakah peperangan yang maha besar itu ya Rasulullah?”

Jawab beliau : “Perang melawan nafsu.” (H.R. Imam al-Baihaqi)

Melalui hadits ini, rasulullah SAW menyampaikan bahwa adanya perang besar yang terjadi di dalam diri manusia, yakni melawan hawa nafsunya. Perang ini merupakan perang yang sangat besar. Bahkan bisa dikatakan dengan jihad yang sebenarnya. Sebab, perang melawan musuh dengan pedang itu mudah, namun perang melawan diri sendiri itulah yang susah.

Dengan adanya bulan ramadhan ini, kita berharap semoga bisa menjadi benteng sekaligus terapi kepada nafsu agar selalu condong kepada nafsu muthmainnah, sehingga di bulan-bulan yang lain, kita mampu memanajemen nafsu dengan baik dan tidak tergoda ke dalam nafsu ammarah bis suu’ ataupun nafsu lawwamah yang mengajak kepada keburukan.

Mari bersama-sama berjihad yang sebenarnya melawan nafsu keburukan dalam diri kita. Semoga dengan keberkahan bulan ramadhan ini bisa menjadi latihan dan terapi buat nafsu kita ke depannya. Syaratnya, kita perlu memaksimalkan bulan ramadhan dengan ibadah-ibadah yang lebih banyak lagi dari sebelumnya. Sehingga kita bisa keluar dari bulan ramadhan dengan memiliki kemenangan yang sesungguhnya dan berdampak positif di bulan-bulan lainnya.



Sumber tulisan:






[1] Diriwayatkan al-Khalaal dalam kitab as-Sunnah 2/678