Ads

  • Pos Terbaru

    Nikmatnya Menjadi Mentor: Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Binaan


    Ada rasa nggak betah saat saya libur dari catatan harian beberapa hari ini. Jari saya rasanya ada yang kurang. Ada yang ingin diluapkan. Dan akhirnya ketemu dengan ide ini. Ya, menjadi seorang mentor.

    Katanya, jadi mentor di sebuah pelatihan menulis yang berbayar itu mengasyikan karena dapat uang. Saya sampaikan, uang tuh nggak ada untungnya sama sekali. Serius. Kalau jadi mentor tujuannya cuma ingin dapet uang, nggak akan ada manfaat yang terasa.
    Kenapa saya bilang begitu? Sebab ini masalah hati. Seorang mentor yang tujuannya hanya mencari uang, ia akan cuek terhadap peserta binaannya jika terjadi suatu yang dibutuhkan oleh binaannya. Ia menganggap ngapain juga ngurusin orang kalau nggak ada duitnya. Alih-alih bukan membantu masalahnya, justru malah menyarankan agar ikut pelatihannya lagi. Kejam lah ya.
    Sebaliknya, jika seorang mentor yang benar-benar mencari keberkahan dan manfaat ilmu yang didapatkan dari binaannya, itu akan membuahkan keberkahan ilmu bagi si mentor. Ia akan mendapatkan banyak ilmu dari binaannya. Misalnya si mentor memberikan ilmunya di awal pelatihan. Lalu, saat pelatihan si mentor mereview naskah anak binaannya dan ternyata banyak sekali ilmu yang belum diketahui oleh si mentor. Nah, di saat itulah si mentor mendapatkan ilmu melalui apa yang ditulis oleh binaannya.



    Misalnya, di Pelatihan Menulis Online (PMO) yang saya bangun banyak sekali naskah-naskah yang berbeda. Ada yang membahas hati, cinta, biologi, sosiopreneur, kesehatan, motivasi, dunia lain, dunia antar berantah dan lain sebagainya. Kebayang kan kalau saya mendapatkan ilmu sebanyak itu dari peserta binaan? Wah. Itulah nikmat yang tak terhingga selain uang yang nggak seberapa. Uang mah bonus doang bagi saya.

    Baca Juga : Pelatihan Menulis Online  Batch 8 (PMO#8)
    Baca Juga :  Testimoni Alumni Pelatihan Menulis Online (PMO)
    Bahkan selama menjadi mentor saya bisa jalan-jalan ke Mesir, ke Prancis, Ke Hongkong, ke Taiwan lho. Saya bisa mengetahui selak beluk negara luar. Saya bisa tahu apa saja yang ada di sana. Termasuk jalan, rumah, sifat dan budaya di sana. Itulah anugerah yang nggak bisa dibayar dengan uang yang nggak seberapa.
    Alhamdulillah sejak saya membimbing Pelatihan Menulis Online (PMO) sampai dengan delapan ini dan bulan April 2017 ada PMO #9 yang ternyata peserta terdaftar sudah 8 orang ini, saya sangat bahagia bisa mendapatkan ilmu yang luar biasa dari binaan.

    Harapan saya, ilmu yang saya miliki semakin bertambah dan terus bertambah seiring dengan bertambahnya binaan yang saya miliki. Pokoknya, nggak ada yang bisa ngalahin kenikmatan saat saya mendapatkan ilmu dari binaan. Titik. Uang? Ah, itu nggak seberapa dibanding nikmatnya ilmu yang saya dapatkan.

    Terima kasih buat para teman binaan yang sudah memberikan ilmunya kepada saya. Kita akan sama-sama belajar untuk saling berbagi ilmu. Saya bukanlah seorang yang berada di atas kalian, tapi sebenarnya kita sedang sama-sama belajar supaya lebih baik. Karena sangat nikmat kalau hidup kita ini dipersembahkan untuk belajar dan belajar. Bukannya semakin sombong dan bangga diri. Itu sangat kita semua tidak sukai.

    Jadi, yuk, nikmati hidup ini dengan terus belajar dan berusaha menjadi padi yang semakin berisi semakin terus tawadhu.

    Akhukum,

    Wildan Fuady
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    8 komentar:

    1. Alhamdulillah ... melalui pelatihan ini memang sangat banyak ilmu yang bisa dipetik. untuk Kang Wildan, the best deh, mulai dari pertama kali kenal melalui pndaftaran di WA sampai sekarang saat proses pegiriman naskah, sangat nampak dan terasa kalau benar-benar ingin berbagi. Pesan saya, terus dilanjutkan PMO ini yah Mentor, kalau perlu sampai usia lanjut, semoga kebaikan antum diberi ganjaran terbaik di sisi-Nya

      BalasHapus
      Balasan
      1. Wah Mba. Mohon doa dan dukungannya ya. Semoga istiqomah buat terus ngelanjutin PMO berikutnya ....

        Hapus
    2. Balasan
      1. Semangat Mba Arum ... Semoga makin keceh ...

        Hapus
    3. Tulis ... Tulis. Kapan nerbitnya? Berada gagal kakak ...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Nggak gagal kok. Hanya belum. Semangat.

        Hapus
    4. Semoga semakin mewarnai kancah penulisan ya kak. Selama beberapa ikut kelas, saya mengapresiasi kelas PMO ini. Saya bersyukur bisa bergabung di sini. Terima kasih, Kakm

      BalasHapus
      Balasan
      1. Alhamdulillah, terima kasih Mba Fajrina sudah mengapresiasi. Doakan agar saya istiqomah ya...

        Hapus

    Item Reviewed: Nikmatnya Menjadi Mentor: Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Binaan Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top