SELF EDITING

SELF EDITING

23.00.00 2 Comments
Pernahkah kamu merasa bahagia saat naskahmu selesai? Sebagian besar penulis pasti sangat bahagia ketika naskahnya selesai. Betapa tidak, berhari-hari dia duduk di depan mesin kotak yang menyala. Jarinya fokus menekan rangkaian huruf dan abjad. Menari-nari di atas keyboard. Akhirnya, setelah sekian lama naskah yang digarap selesai. Waw, sebuah prestasi yang menakjubkan.

Lalu, tibalah masanya puas dan mengatakan bahwa naskah kita sudah sangat terbaik. Hmm, nyatanya tidak juga. Perlu ada yang namanya self editing. Sebuah usaha untuk merapikan naskah agar lebih baik lagi. Sebab, bisa jadi saat kita menulis ada beberapa hal yang terlewatkan dan tidak bisa dideteksi.

Kuncinya ada di self editing. Sekarang pertanyaannya adalah, ”Bagaimana cara melakukan self editing?

Oke, saya akan mencoba menyampaikan beberapa hal yang perlu diusahakan dalam self editing:

1. Mengembangkan Ide

Mengembangkan ide sudah banyak sekali di bahas. Bahkan, di awal materi maupun seminar yang saya sampaikan selalu mendahulukan soal ide. Nah, di dalam self editing ternyata bisa juga memperhatikan lagi ide yang dikembangkan.

Coba cek lagi naskahmu, barangkali ada kalimat yang mesti ditambah penjelasannya. Barangkali ada beberapa kata atau kalimat yang mesti dibuang. Atau barangkali ada yang mesti ditambal pada bagian yang “bolong”.

Intinya, dalam self editing, bisa jadi ide yang kamu tulis menjadi lebih mendalam ketika kembali membaca ulang naskah. Karena biasanya ide-ide bermunculan saat membaca ulang naskah.

2. Diksi yang Sesuai

Coba baca ulang lagi naskahmu, barangkali ada beberapa diksi yang tidak sesuai dengan makna tulisan. Misalnya memilih kata “gelap” atau “kelam”. Contohnya: Malam ini begitu gelap atau malam ini begitu kelam. Ada dua diksi berbeda yang mempunyai makna berbeda juga.

Periksa kembali pilihan diksi yang kamu pakai. Misalnya mau fokus pakai kata “kamu”, pakailah kata “kamu” sampai akhir naskah, bukan pakai “Anda”. Begitu sebaliknya.

3. Gaya Bahasa

Terkadang, gaya bahasa kita bisa berubah-ubah dikarenakan banyak hal. Bisa berawal dari buku yang dibaca, dari film atau karena mengidolakan salah satu penulis, sehingga besar kemungkinan naskahnya akan “mirip” dengan gaya bahasa penulis yang diidolakannya.

Dalam hal ini tak mengapa dilakukan. Mungkin kalau sudah terbiasa menulis, kelak akan menemukan sendiri ciri khas dari tulisannya.

4. Mengecek Susunan Naskah

Kadang ada beberapa susunan yang tidak sesuai dengan harapan. Cek lagi susunan naskahmu sekali lagi. Bisa mulai dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Cek susunannya:
-          Judul naskah dan nama penulis
-          Kata pengantar / pembuka / prolog
-          Daftar isi
-          Isi naskah
-          Daftar pustaka (kalau fiksi biasanya tidak menggunakan ini)
-          Profil penulis

Jangan lupa sertakan sinopsis naskah dan outline tulisannya. Sertakan juga keunggulan
keunggulan naskahmu yang bisa menjadi penilaian penerbit.

5. Menyederhanakan Kalimat

Barangkali ada beberapa kalimat yang terlihat “gemuk” saat dibaca. Hindari menulis satu kalimat yang sangat panjang sehingga berefek rasa jenuh kepada pembaca, bosan dan tidak mau melanjutkan. Periksa juga soal tanda baca dalam satu kalimat. Barangkali ada beberapa koma dalam satu kalimat

6. Menyederhanakan Paragraf

Dalam satu kalimat usahakan menggunakan satu ide pokok saja. Jangan ada lebih dari satu ide pokok dalam satu kalimat. Baca ulang naskahmu dan periksa apakah ada paragraf yang gemuk dan tidak penting.

7. Cek Kontenmu Lagi!

Periksa lagi isi naskahmu. Barangkali ada beberapa kalimat atau deskripsi yang menyudutkan salah satu pihak, SARA, atau terlalu vulgar. Penulis harus memperhatikan tiga hal itu. Utamakan hal-hal positif yang kamu tulis. Jangan sampai, tulisan yang menyinggung tiga hal di atas terlewat, terlupa atau sengaja kamu tulis.

8.  Mengecek Penulisan Kata

Periksa lagi penulisan kata yang kamu tulis. Berapa hal ini mungkin kamu lewatkan:
-          Tanda Baca

Perhatikan lagi tanda baca yang kamu tulis. Barangkali ada tanba baca yang tidak sesuai dengan tata bahasa. Perhatikan di mana harus menggunakan titik, koma, tanda Tanya, petik satu, petik dua dan sebagainya. Perhatikan kembali tanda-tanda baca yang kamu tulis.

-          Typo

Typo merupakan hal yang familiar bagi penulis. Pasalnya, zaman ini kita menulis dengan cara komputerisasi. Bukan hal tidak mungkin terjadi typo (salah ketik) saat menulis naskah. Jadi, silahkan dicek lagi dan perhatikan. Barangkali ada bebarapa kata yang terdapat typo.

-          Konsistensi Istilah

Konsistenlah dalam istilah yang kamu pakai. Misalnya kamu konsisten menggunakan “kita”, ya gunakanlah kata ganti itu sampai akhir. Atau menggunakan kata “kamu” dan “Anda”. Kata “dia” atau “kalian”. Kata “gue” dan “gua”. Kata “elo” dan “lo”. Semua harus diperhatikan masalah konsistensi istilah yang kamu gunakan.

-          Huruf Kapital

Periksa kembali apakah ada kata yang harusnya capital. Misalnya pada kata tempat, nama seseorang, gelar, negara, dan lain-lain. Periksa juga ada beberapa huruf yang harusnya besar dan berada di awal kalimat, khawatir lupa dan tertulis huruf kecil.

-          Susunan Bab dan Sub Bab
      
      Cek kembali urusan bab dan sub bab yang kamu tulis. Atau penomoran maupun list tulisan yang kamu rancang. Perhatikan lagi susunan naskah pada kerangka outline.

-     Memilih Judul

Cek kembali urusan bab dan sub bab yang kamu tulis. Atau penomoran maupun list tulisan yang kamu rancang. Perhatikan lagi susunan naskah pada kerangka outline.


Ketika naskah telah selesai jangan lupa untuk memilih judul yang tepat untuk naskah kita. Tentang memilih judul yang baik akan dijelaskan pada bahasan yang lain. Insya Allah.

Prinsip Penulis Saat Melakukan Self Editing

Penulis ternyata membutuhkan prinsip yang harus dimiliki saat melakukan self editing. Prinsip ini harus kuat dan tidak boleh goyah. Tanpa prinsip ini, penulis yang melakukan self editing akan GAGAL. Bahkan, boleh jadi dia akan GAGAL dalam menulis naskah apapun.
Apa saja prinsipnya?

1. Jangan Cepat Puas

Cepat puas adalah sikap dari seorang penulis yang buruk. Misalnya ketika selesai menulis, ia rasa naskahnya sudah sangat terbaik, sehingga ia enggan merevisi lagi. Berikutnya adalah ketika naskahnya ditolak salah satu penerbit, ia enggan merevisi dan memperbaiki naskah lagi. Menurutny, naskah yang dia tulis sudah sangat terbaik. Padahal, bagi penerbit atau orang lain belum tentu naskahnya bagus.

Penulis yang baik tidak akan cepat puas, ia akan selalu merasa “butuh” untuk memperbaiki naskahnya. Apa lagi saat naskahnya baru saja selesai. Maka sangat tidak boleh berpuas diri.

2. Jangan Self Editing Saat Sedang Menulis

Hal ini penting karena banyak sekali masalah yang terjadi ketika melakukan self editing sambil menulis naskah. Akibatnya adalah tulis -> edit -> hapus. Sehingga naskahnya tidak akan pernah selesai dan selalu merasa naskahnya kurang baik.

Sifat putus asa ini timbul dikarenakan kita selalu melakukan editing saat menulis naskah. Sehingga menimbulkan rasa kecewa dan tidak pernah bisa menulis naskah yang bagus. Penulis yang baik selalu melakukan self editing saat naskahnya sudah selesai.

3. Bermental Baja

Mental penulis sangat berpengaruh pada penulis. Ada yang malas meneruskan editing naskah dikarenakan mentalnya down begitu naskahnya dikomentari “jelek” atau “tak layak terbit”. Penulis yang mentalnya kecil pasti sudah putus asa dan membiarkan naskahnya dipendam “selamanya”.
Penulis yang baik mempunyai mental baja. Ia akan selalu termotivasi untuk merevisi naskah apabila mendapatkan ide dan komentar baru. Ia juga tidak down saat naskahnya ditolak penerbit.

Perlu diketahui, penulis yang saat ini naskahnya terbit dan best seller, pasti pernah merasakan yang namanya penolakan dari penerbit. Namun mereka tidak mudah menyerah dan terus berusaha agar naskahnya semakin lebih baik lagi.

4. Punya Motivasi yang Kuat

Penulis harus mempunyai motivasi yang kuat. Ia harus menemukan alasan yang kuat “mengapa ia harus menulis”. Betapa banyak penulis yang “gugur” di medan perjuangan dikarenakan tidak mempunyai motivasi yang kuat. Bahkan, ada istilah “penulis kapok”. Ya, penulis yang sudah tidak fokus menulis lagi. Ia sudah tidak memiliki motivasi yang kuat “mengapa ia harus menulis”.

Demikianlah 4 prinsip yang harus dimiliki oleh seorang penulis dalam melakukan self editing agar kuat bertempur di medan perjuangan dalam mengedit naskah.

Modal Saat Self Editing

Ternyata, penulis juga mesti memiliki sebuah modal yang tidak boleh dilewatkan saat melakukan self editing. Tanpa adanya modal ini, penulis yang melakukan self editing akan kesulitan mengedit naskah. Modal ini pun akan berpengaruh besar dalam kesuksesan mengedit naskah. Rasa-rasanya, sangat perlu penulis memiliki modal ini.
Apa saja modalnya?

1.  Pengetahuan Tentang EYD / EBI

Setiap penulis mesti belajar bagaimana tata bahasa Indonesia yang baik. Ini diperlukan untuk menajamkan diksi yang dipakai dan susunan kalimat yang kita tulis. Dengan memiliki kemampuan EYD / EBI yang baik, tulisan kita akan lebih bersuara, menggema dan menusuk-nusuk ke dalam hati pembaca.

2. Kamus KBBI

Saat ini, kamus KBBI bisa didownload baik di playstore, appstore maupun di internet. Bisa pula membeli kamus KBBI khusus di toko buku. Dengan adanya kamus KBBI, pengetahuan kita tentang kata akan semakin meningkat dan bisa menajamkan kembali diksi yang ingin dituliskan.

3. Seni Menata Naskah

Ternyata menata naskah membutuhkan seni. Saya sendiri belajar secara otodidak ketika membaca dan mengamati suatu buku. Ketika membaca buku cetak, di situ banyak sekali ide dan gagasan bagaimana melayout sebuah buku. Dengan adanya kemampuan ini, tulisan akan lebih tertata rapi dan enak dipandang mata.

Ternyata, hal ini juga berpengaruh kepada besarnya kemungkinan naskah disukai oleh editor / penerbit. Karena naskahnya rapi, editor sangat suka dan berpeluang diterbitkan.

Demikianlah beberapa hal penting yang diperlukan oleh seorang penulis yang ingin melakukan self editing. Harap diperhatikan, SEMUA POINT yang saya tuliskan di sini WAJIB dipraktikkan. Jangan hanya sekedar mengetahuinya saja, tapi DIPRAKTIKKAN.


Private Menulis Online

12.49.00 Add Comment
Private / Privat Menulis Online (PMO) adalah sebuah program baru yang mempunyai ciri khas berbeda dengan Pelatihan Menulis Online 30 Hari Nulis Buku. Perbedaannya adalah pada sistem belajar Personal Chat dan kelas sangat kondusif untuk belajar. Berbeda dengan PMO 30 Hari Nulis Buku yang bersama-sama dengan 30 penulis lainnya.

Siapa Mentornya?

Program ini dibimbing oleh Wildan Fuady, seorang penulis buku, writerpreneur dan ketua dari komunitas PK Writerpreneur.

Beliau aktif di seminar kepenulisan baik online maupun offline. Beliau suka berbagi ilmu di media sosialnya.

Saat ini, bukunya sudah ada 14. Sebagian ada yang solo dan diterbitkan oleh penerbit mayor dan sebagian antologi.

Buku-buku karya Wildan Fuady bisa dilihat di sini.


12 Perbedaan dan Kelebihan Sistem Belajar Private Menulis Online:


1. Peserta dibimbing secara private (personal chat). Diberikan 18 modul dan materi untuk pembinaan.

Materi dan modul tersebut adalah:
-          Menggali Ide dan Mengembangkannya.
-          Idealisme Penulis dan Pangsa Pasar
-          Menyiapkan List Referensi Bacaan
-          Merancang Outline Fiksi, Struktur 3 Babak dan strategi penulis fiksi menembus penerbit mayor
-          Showing dan Telling
-          Opening Fiksi
-          Penekanan dalam Fiksi
-          Merancang Outline Non Fiksi
-          Mind Mapping Tulisan
-          Story Telling Pada Tulisan Non Fiksi
-          Free Writing
-          Fast Writing
-          Menerka Penerbit yang Sevisi
-          Agar Selalu Istiqomah Menulis Setiap Hari
-          Pemberian Ebook EYD
-          Self Editing
-          Self Publishing
-          Self Marketing


2 Peserta dibimbing dari nol (nyari ide) sampai proses pengiriman naskah ke penerbit.

3. Peserta bebas menentukan jadwal lamanya belajar. Bisa ambil sebulan kalau nggak sibuk, ambil dua atau tiga bulan kalau memang sibuk.

4. Peserta bebas mengirimkan tulisan harian tanpa ada paksaan kapan harus kirim. Hanya saja ditarget selesai naskah. Misalnya peserta berkomitmen naskah selesai dalam waktu 3 bulan (kalau sibuk), tetapi tetap tidak ditentukan hari apa mengirim tulisannya, semuanya bergantung pada peserta bisa mengirim tulisannya. Tapi tetap ditarget sebulan, dua bulan atau tiga bulan selesai naskah.

5. Tugas harian dikirimkan ke email dan mendapatkan feedback dari mentor.

6. Dengan kualitas premium, peserta akan selalu mendapatkan materi up to date dari mentor buat dipelajari.

7. Pendampingan sampai kirim ke penerbit. Mendapatkan info penerbit yang cocok beserta tata cara kirim naskah ke penerbit.

8. Bila Anda tinggal di daerah Jabodetabek, bisa mengatur waktu untuk jadwal pertemuan Offline membincangkan naskah. Misalnya di Depok atau Bogor.

9. Materi self editing, self publishing dan self marketing di akhir masa pelatihan.

10. Dibantu melayout naskah secara sederhana agar terlihat rapi dan nyaman dibaca oleh editor.

11. Masuk ke dalam grup alumni dan suasana mendukung untuk semakin giat produktif menulis buku.


12. Diikutsertakan dalam event antologi bersama ketika menjadi alumni.

Paket Pilihan Kelas:


A. Kelas Ekonomi

Di kelas ini, peserta akan mendapatkan fasilitas 12 point seperti yang telah disebutkan di atas. Biayanya all selama pelatihan: Rp. 500.000,-


B. Kelas Premium

Di kelas ini, peserta akan mendapatkan fasilitas 12 point seperti yang telah disebutkan di atas dan mendapatkan fasilitas tambahan seperti:

1.      Editing EYD
2.      Pembuatan Cover Buku

Biaya 1.000 K. Bisa dicicil 2 kali.


C. Kelas Eksklusif

Di kelas ini, peserta akan mendapatkan fasilitas 12 point seperti yang telah disebutkan di atas dan mendapatkan fasilitas tambahan seperti:

1.      Editing EYD
2.      Pembuatan Cover Buku
3.      Gratis ISBN
4.      30 Buku bukti terbit di PKW Publishing

 Biaya 2.000 K. Bisa dicicil 3 kali.


Mendaftar? 

Klik Untuk Mendaftar

Garansi



Garansi Naskah Selesai Paling Cepat 1 Bulan, Paling Lambat 3 Bulan 
(Tergantung komitmen peserta dalam menyelesaikan naskah)

Screenshot Pelatihan

Ini adalah contoh proses pelatihan yang dilakukan secara private (personal chat) bersama mentor. Materi dan pelatihan diberikan secara berkala via email dan personal chat, sambil tetap memberikan saran kepada peserta.




Hormat Kami



Wildan Fuady

Tag:

1. privat menulis online
2. kursus menulis
3. kursus menulis online
5. kelas menulis online
6. belajar nulis
7. kelas menulis buku online

Pelatihan Menulis Online Batch #9

14.57.00 Add Comment

Program Pelatihan Menulis Online (PMO) Batch #9 dengan tema "30 Hari Nulis Buku" - DIJAMIN TERBIT !!!


Kamu Berniat menulis buku dengan jaminan PASTI TERBIT?

Ingin mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis?

InsyaAllah kami akan membantu kamu buat menyelesaikan naskahmu ... SEBULAN ... Jadi buku ...

Gimana tuh caranya? 😯

Yups, bener ... Ikut program kelas "Pelatihan Menulis Online" dengan tema 30 Hari Nulis Buku bersama Pengusaha Kampus Writerpreneur (PKW) yuk selama SEBULAN.

Iya, selama sebulan kamu akan dibimbing menulis buku dari awal sampai akhir. Selama sebulan. Lalu akan ada tahap editing dan penyaluran naskah penerbit-penerbit yang sesuai dengan naskah kamu.

Kalaupun naskah kamu belum "berjodoh" dengan penerbit mayor, PKW siap membantu kamu menerbitkan buku dengan jalur indie dan dibimbing agar menjadi writerpreneur.

✨😌✨

Sebelum memutuskan daftar, baca dulu "Testimoni Alumni PMO" di sini. 

Selain itu ..... Setelah PM #1 - #8  berlangsung, kami mencoba mengembangkan sistem dan memperbarui cara yang efektif buat membantu sahabat semua menyelesaikan naskahnya 😊

Kamu juga akan mendapatkan :

✔️Ebook  Trik Menyelesaikan Naskah dalam 30 Hari
✔️Reward setiap minggunya.
✔️Reward untuk peserta terbaik.
✔️Dibantu menjawab curhatan dan keluhan selama 12 jam senilai 100.000

Dan ....

Program ini dibimbing langsung oleh Wildan Fuady

✔️Psikolog Writerpreneur
✔️Penulis 8 Buku
✔️Penulis Buku Laris Jodohku Siapakah Dirimu dan Ya Allah Izinkan Kami Menikah
✔️Ketua Pengusaha Kampus Writerpreneur
✔️Pembicara Nasional


📝 Kamu bisa menulis tema-tema yang kamu kuasai semisal:

- Motivasi
- Pengembangan Diri
- Bisnis
- Novel
- Tips Praktis / How To
- Kemuslimahan
- Kumpulan Cerita True Story
- Dan lain-lain.

KABAR BAIK ... Semua orang boleh ikut program ini. Selama ia terkoneksi internet dan mempunyai whatsapp. .. 📱📡📡

KABAR BURUK ... Sudah ada yang mendaftar sebelum program ini launching. Buruan daftar ...

Buruan daftar ...

Caranya? 😳

Whatsapp dengan format :

Daftar30HNB#9 - Nama Lengkap - Email - No WA

Kirim ke 0822 4090 6362 (Whatsapp)

HTM : 300.000

🔔 Alur Pendaftaran dan Pelatihan :

******************************
Pendaftaran : 8 Maret -  9 April 2017
******************************

🔔 Masa Pembinaan : 10 - 9 April

*****************************
Materi Pembinaan:

Hari ke 1:

Menggali Ide dan Mengembangkannya, Menentukan idealisme penulis dan riset pasar.

Hari ke 2:

Membuat outline fiksi dan menerapkannya.

Hari ke 3:

Membuat outline non fiksi dan menerapkannya, membuat mind mapping tulisan.

Hari ke 4:

Free Writing dan Fast Writing

Hari ke 5:

Menerka Penerbit yang Sevisi

Hari ke 6:

Agar Selalu Istiqomah Menulis

Hari ke 7:

Pemberian ebook EYD / Tata bahasa Indonesia

Hari ke 8 dan 9:

Masa refreshing

*******************************

Waktu Pelatihan : 20 April - 20 Mei 2017

Seminggu setelah pelatihan akan ada bimbingan editing naskah.

Bulan Mei - Juni 2017 naskah siap diajukan ke penerbit mayor.

Alhamdulillah alumni sebelumnya sudah ada yang naskahnya diterima di penerbit MAYOR. Silahkan cek di http://bit.ly/bukuterbit untuk melihat kaya-karya alumni PMO.

Sekarang giliran kamu!!!

Daftar sekarang JUGA ..

⏰ Pendaftaran SUDAH DITUTUP


Informasi Batch yang tersedia:

PMO #11 ( 20 Juli - 30 Agustus 2017 ) (Sedang berlangsung)
PMO #12 ( 20 September - 30 Oktober 2017(Selesai)
- PMO #13 ( 20 November - 30 Desember 2017) (Sudah dibuka pendaftaran. Klik untuk mendaftar)

- PMO #13 ( 20 November - 30 Desember 2017) (Belum dibuka)

BURUAN .. 🏃🏃🏃💨💨💨

Jadilah penulis BETULAN bukan KEBETULAN ..

Di dukung oleh :

Pengusaha Kampus Writerpreneur


UPDATE:

Mohon maaf, batch ini sudah berakhir. Saat ini yang sedang berlangsung adalah batch 11. Silahkan klik link ini untuk membaca informasinya. Terima kasih.

Oh iya, supaya bisa mendapat info artikel dari web ini secara langsung, silahkan subscribe ya. :)

Nikmatnya Menjadi Mentor: Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Binaan

14.04.00 8 Comments

Ada rasa nggak betah saat saya libur dari catatan harian beberapa hari ini. Jari saya rasanya ada yang kurang. Ada yang ingin diluapkan. Dan akhirnya ketemu dengan ide ini. Ya, menjadi seorang mentor.

Katanya, jadi mentor di sebuah pelatihan menulis yang berbayar itu mengasyikan karena dapat uang. Saya sampaikan, uang tuh nggak ada untungnya sama sekali. Serius. Kalau jadi mentor tujuannya cuma ingin dapet uang, nggak akan ada manfaat yang terasa.
Kenapa saya bilang begitu? Sebab ini masalah hati. Seorang mentor yang tujuannya hanya mencari uang, ia akan cuek terhadap peserta binaannya jika terjadi suatu yang dibutuhkan oleh binaannya. Ia menganggap ngapain juga ngurusin orang kalau nggak ada duitnya. Alih-alih bukan membantu masalahnya, justru malah menyarankan agar ikut pelatihannya lagi. Kejam lah ya.
Sebaliknya, jika seorang mentor yang benar-benar mencari keberkahan dan manfaat ilmu yang didapatkan dari binaannya, itu akan membuahkan keberkahan ilmu bagi si mentor. Ia akan mendapatkan banyak ilmu dari binaannya. Misalnya si mentor memberikan ilmunya di awal pelatihan. Lalu, saat pelatihan si mentor mereview naskah anak binaannya dan ternyata banyak sekali ilmu yang belum diketahui oleh si mentor. Nah, di saat itulah si mentor mendapatkan ilmu melalui apa yang ditulis oleh binaannya.



Misalnya, di Pelatihan Menulis Online (PMO) yang saya bangun banyak sekali naskah-naskah yang berbeda. Ada yang membahas hati, cinta, biologi, sosiopreneur, kesehatan, motivasi, dunia lain, dunia antar berantah dan lain sebagainya. Kebayang kan kalau saya mendapatkan ilmu sebanyak itu dari peserta binaan? Wah. Itulah nikmat yang tak terhingga selain uang yang nggak seberapa. Uang mah bonus doang bagi saya.

Baca Juga : Pelatihan Menulis Online  Batch 8 (PMO#8)
Baca Juga :  Testimoni Alumni Pelatihan Menulis Online (PMO)
Bahkan selama menjadi mentor saya bisa jalan-jalan ke Mesir, ke Prancis, Ke Hongkong, ke Taiwan lho. Saya bisa mengetahui selak beluk negara luar. Saya bisa tahu apa saja yang ada di sana. Termasuk jalan, rumah, sifat dan budaya di sana. Itulah anugerah yang nggak bisa dibayar dengan uang yang nggak seberapa.
Alhamdulillah sejak saya membimbing Pelatihan Menulis Online (PMO) sampai dengan delapan ini dan bulan April 2017 ada PMO #9 yang ternyata peserta terdaftar sudah 8 orang ini, saya sangat bahagia bisa mendapatkan ilmu yang luar biasa dari binaan.

Harapan saya, ilmu yang saya miliki semakin bertambah dan terus bertambah seiring dengan bertambahnya binaan yang saya miliki. Pokoknya, nggak ada yang bisa ngalahin kenikmatan saat saya mendapatkan ilmu dari binaan. Titik. Uang? Ah, itu nggak seberapa dibanding nikmatnya ilmu yang saya dapatkan.

Terima kasih buat para teman binaan yang sudah memberikan ilmunya kepada saya. Kita akan sama-sama belajar untuk saling berbagi ilmu. Saya bukanlah seorang yang berada di atas kalian, tapi sebenarnya kita sedang sama-sama belajar supaya lebih baik. Karena sangat nikmat kalau hidup kita ini dipersembahkan untuk belajar dan belajar. Bukannya semakin sombong dan bangga diri. Itu sangat kita semua tidak sukai.

Jadi, yuk, nikmati hidup ini dengan terus belajar dan berusaha menjadi padi yang semakin berisi semakin terus tawadhu.

Akhukum,

Wildan Fuady