Membuat Opening Fiksi yang Bikin Pembaca Ketagihan Sampai Akhir

19.38.00 Add Comment
Pernah nggak membaca sebuah buku yang membuat kita terus-terusan mau baca sampai akhir? Seolah-olah kita terhipnotis untuk terus membuka halaman buku sampai akhir. Bahkan, sampai geregetan sama cerita di dalam buku tersebut.

Itu artinya si penulis berhasil membuat kita penasaran. Kalau dalam marketing, penasaran adalah pemasaran. Dan itu pertanda bahwa isi bukunya sukses membuat pembaca “ketagihan” melahap bukunya sampai habis.

Pernah nggak membaca novel yang tebal dan ratusan halaman tapi kita tetap enjoy membacanya? Padahal membaca novel tebal itu tidak banyak dilakukan orang. Jawabannya pasti karena isinya menarik sehingga kita merasa fine membaca novel tersebut meskipun beratus-ratus halaman.

Tahukah kita bahwa itu semua berawal dari opening? Ya, opening sangat menentukan apakah lembaran selanjutnya akan dibaca lagi atau tidak. Membuat penasaran atau tidak. Isi ceritanya menarik atau tidak. Jadi, ibaratnya opening itu adalah pintu gerbang yang boleh jadi di dalamnya ada beberapa pilihan; membosankan, bagus, menarik, bikin penasaran atau mumet.

Oke, tanpa panjang lebar mari kita bahas bersama-sama bagaimana membuat opening yang menarik yuk ^^.

1.       Tidak Monoton

Monoton bahasa sederhananya adalah gitu-gitu ajah atau sudah biasa atau sama sekali tidak out the box. Jadi sudah dapat dipastikan kalau tidak monoton adalah membuat opening yang berbeda dari biasanya, -berbeda dari kebanyakan penulis lainnya.

Banyak lho opening yang monoton banget. Dan parahnya, ini sering dilakukan oleh penulis. Rasanya seperti pernah baca dan menemukan kembali di karya orang lain. Al hasil pembaca merasa bosan dan nggak dapet apa-apa saat awal membaca.

Ingat lho, mayoritas orang membaca sebuah buku atau cerita karena ingin mendapatkan sesuatu. Jadi, di awal kita harus sudah memberikan “sesuatu” sehingga pembaca mendapatkan apa yang dia inginkan.

Oke, saya contohkan opening yang monoton:

A.     Pembukaan dengan Cuaca

Seringkali penulis terjebak dalam hal ini. Yakni membuka cerita dengan cuaca yang panjang kali lebar kali tinggi. Hehehe. Maksudnya adalah penulis menghabiskan banyak paragraf hanya untuk membahas cuaca saja tanpa ada kaitannya dengan isi cerita. Oke saya beri contoh opening cuaca yang monoton banget:

“Siang ini suasananya sangat terik. Kota A terkena langsung sinar matahari. Membuat keringat bercucuran bagaikan tetesan hujan. Wajah-wajah di sekitarku seperti merah padam karena sengatan matahari. Tidak banyak yang memperhatikan satu sama lain.

Aku beranjak pergi ke sekolah siang ini. Berjalan melewati terik matahari. Bersemangat ria walaupun kepanasan dan gerah.”

Oke, sampai dua paragraf ini kita bahas openingnya.

Pertama, apa pentingnya menjelaskan cuaca panas dan wajah-wajah yang berkeringat dengan isi cerita? Ternyata tidak ada. Tokoh utama hanya ingin berjalan ke sekolah di terik yang panas. Oke terus?

Kedua, seringkali penulis terjebak dalam membuka cerita soal cuaca tapi tidak ada hubungannya dengan isi cerita yang akan diangkat.

Ketiga, sudah banyak penulis yang membuka cerita dengan opening cuaca. Kalau kita ikut-ikutan, itu sama seperti penulis yang monoton dalam karyanya.

Lalu, bagaimana opening cuaca yang seharusnya?

Jawabannya adalah jikalau kita menggunakan opening cuaca maka kita harus menghubungkan cuaca dengan isi cerita yang akan terjadi. Misalnya:

“Terik matahari kota A sangat menyengat. Aku sengaja berlibur ke kota ini untuk membuang semua kenangan masa lalu yang pernah kumiliki. Menghabisi liburan musim panas. Bermain-main di pantainya. Atau sengaja memandang sunrise dan sunset di kota ini. Sekedar untuk membuka lembaran baru dan menyimpan luka lama yang telah berlalu.”

Perhatikan potongan cerita di atas? Walaupun dibuka dengan dengan cuaca, akan tetapi langsung masuk ke dalam isi cerita dan latar yang dibuat (yakni panas) tidak sia-sia karena si tokoh utama ingin berlibur pada musim panas dan mengaitkan dengan pantai.

Gimana? Sudah kebayangkan apa yang harus dihindari saat membuka cerita dengan cuaca dan apa yang musti diperhatikan. Jadi, yang harus dihindari dari opening cuaca adalah tidak adanya keterkaitan cerita dengan isi cerita. Dan yang harus diperhatikan agar opening cuaca tidak monoton adalah mengaitkan cuaca dengan isi cerita. ^ ^

B.     Pembukaan Dongeng

Pernah baca dongeng? Waktu kecil mungkin pernah. Mungkin pula dibacakan sama orang tua atau kakak. Biasanya di opening dongeng selalu dibuka dengan pembukaan yang menunjukan waktu. Misalnya:

-          Pada suatu hari
-          Kisah ini bermula dari

Bagi penulis cerita anak, mungkin ini biasa dipakai dan sah-sah saja. Namun bagi penulis cerpen atau novel yang sasarannya remaja, dewasa dan umum bisa membosankan. Seolah-olah pembaca merasa didongengkan seperti masa kecil. Jadi, hal ini mesti dihindari. ^ ^


C.     Pembukaan Bertele-Tele

Opening yang bertele-tele tentunya akan membuat pembaca merasa jenuh dan bosan. Pembaca ingin tau apa isi ceritanya ternyata dibuat bertele-tele pada awal cerita. Boleh jadi cerita yang seperti ini akan membuat pembaca menutup cerita kita dan meninggalkannya.

Dalam kasus membuat cerita, misalnya penulis terlalu lama membahas cuaca yang tidak perlu sampai menghabisnya banyak paragraf. Openingnya membahas hal lain yang tidak berhubungan dengan isi cerita. Kalau membuat cerpen, pasti opening bertele-tele ini akan sangat memakan porsi cerita. Kalau pada novel, ini hanya akan memakan banyak halaman tapi tidak begitu penting dijelaskan.

Contoh opening yang bertele-tele:

“Namaku Sinta. Aku sekolah di SMA ibu kota. Aku mempunyai dua orang kakak dan satu adik. Ibuku suka sekali memasak dan bercerita. Sedangkan ayahku sibuk bekerja. Tapi adikku selalu membuatku nyaman dan enjoy di rumah ini.

Banyak hal yang kudapatkan dari rumah ini dan keseruannya. Pokoknya asik banget dan kamu bakal suka dengan apa yang aku rasakan.

Oh iya, aku punya teman. Namanya Firda. Dia anak yang baik dan sahabatku dari kecil. Ia menjadi teman satu sekolahku.”

Hoaam … -_- Membacanya saja sudah membuat saya ngantuk.

Bagi penulis yang cerdas, tentu dia bisa membuka ceritanya dengan hal-hal yang tidak monoton dan membosankan. Perlu keahlian khusus untuk lebih variatif dalam openingnya. Siap?

D.     Pembukaan yang Membocorkan Isi

Ini bahaya jika dilakukan. Cerita kita akan terkena dampak komentar seperti ini:

“Oh ceritanya begini.”

Secara otomatis cerita kita tidak akan dibaca sampai habis. Itu semua karena opening yang kita pakai ternyata sudah membocorkan isi keseluruhan cerita. Jadi buat apa pembaca melanjutkan membaca? Toh sudah tau intinya.

Contoh opening yang membocorkan isi keseluruhan cerita:

“Ini adalah sebuah kisah tentang kisah cinta dua pasang manusia yang dihalangi oleh orang tuanya. Mereka dijodohkan dan harus menikah karena sudah direncanakan sejak dalam kandungan.”

Kalau saya membaca opening seperti ini pastinya saya sudah mengetahui secara keseluruhan isi ceritanya. Lalu, buat apa membaca sampai habis. Iya, kan?

Semestinya opening yang seperti ini dihindari. Jangan sampai opening yang kita buat malah membocorkan isi cerita. Oke?

***
Dari empat point di atas, mungkin ada beberapa yang belum terbahas. InsyaAllah dalam perkembangannya, selalu ada penemuan baru yang boleh jadi membuat opening dalam cerita kita menjadi monoton. Intinya kita jangan sampai berhenti belajar. ^ ^

2.      Kaya Kreatifitas

Penulis yang baik mestinya mempunyai banyak kreatifitas untuk kebaikan karyanya. Tidak hanya fokus pada tema dan pola itu-itu saja. baik dari gaya bercerita, isi cerita maupun konflik cerita yang dibangun. Tetapi, kita membahas sisi openingnya.

Penulis, jangan kita menutup pintu kreatifitas dalam membuat opening sebuah cerita. Itu akan membuat pembaca mudah menebak karya kita ke depannya. Nggak mau kan kalau karya kita hanya sebatas itu-itu ajah. Apalagi dalam opening yang sangat menentukan pembaca melanjutkan membaca atau tidak.

Penulis, jangan berhenti belajar dari karya-karya orang lain yang kita temui, kita serapi tulisannya, kita maknai dan mencari-cari hal baru di dalam opening cerita yang sudah best seller. Jangan menutup diri dengan kualitas karya kita segitu saja, baiknya meningkatkan agar lebih baik.

Penulis, buatlah opening yang berbeda dari yang lain; lebih kreatif dan membuat pembaca merasa “perlu” untuk terus menyelesaikan bacaannya.

Saya pernah membaca sebuah novel setebal 200an halaman hanya dalam waktu 30 menitan. Itu terjadi bukan karena ceritanya yang bagus, melainkan karena kurangnya kreatifitas penulis dalam menggarap naskahnya. Mudah ketebak lah, mudah kebaca lah, alurnya sudah sama dengan cerita-cerita lainnya. Potongan ceritanyapun sudah biasa terjadi.

Ini jangan sampai terjadi pada naskah kita…

3.      Pembukaan yang Menggebrak

Pembukaan dalam cerita akan menentukan mindset pembaca akan dibawa ke mana. Apakah penulis hendak membuat pembaca terkaget, sedih, marah, penasaran, tertawa dan sebagainya itu diawali dengan opening yang kita buat.

Misalnya, kita ingin membawa pembaca untuk ikut sedih dalam opening cerita kita. Kita bisa memulainya dengan opening  seperti ini:

Aku harus segera sampai ke kampung halaman sebelum semuanya terlambat. Aku tidak boleh membiarkan ibu meninggal tanpa ada aku di sisinya. Sudah 30 tahun ibu menemaniku menjalani setiap lika-liku hidupku. Sekarang? Ibu terbaring di rumah sakit dan menyebut-nyebut namaku.

Kereta api meniupkan pluitnya. Kereta yang akan membawaku kembali ke Yogyakarta. Menemui ibu di rumah sakit.

Sebuah pesan singkat masuk. Dari Tante Maryam.

“Tia, kamu di mana? Ibu sudah dari tadi menyebut-nyebut namamu.”

Dengan linangan air mata rindu aku membalas, “Tia masih di kereta, Tante. Tia akan segera sampai. Tia kangen ibu. Tia mau bicara sama ibu sebelum ibu tiada.”

Dan misalnya kita mau membuat pembaca penasaran:

Semuanya benar-benar terjadi di luar batas kemampuan Satya dalam mengendalikan situasi. Baru saja ia sedang berbicara di telepon dengan kawannya. Tiga puluh menit kemudian, ia mendapat kabar kawannya meninggal. Tanpa rasa sakit dan keluhan sedikitpun. Saat bicara, kawannya masih bisa tertawa dan berbicara panjang lebar. Tapi kondisinya berubah tiga puluh menit kemudian.

Dan misalnya kita ingin membuat pembaca tertawa:

Gue nggak habis pikir, ternyata temen gue yang rambutnya kribo itu kutuan. Ketika ngeliatnya gue merasa jiji sampe nahan kentut. Hampir ajah keblablasan. Tapi untung gue langsung izin ke toilet buat buang kentut. Coba kalau nggak, bisa malu gue dihadapan teman-teman.

***

Masih banyak contoh opening yang bisa kita tulis untuk memainkan perasaan dan menggebrak isi hati dan pikiran pembaca. Intinya kita harus cerdas dalam membuat opening yang baik dan tidak monoton. Semoga kita semua tidak terjebak dalam pola yang sama dan membuat opening yang membosankan. Aamin. ^^

Testimoni Member Pengusaha Kampus Writerpreneur (PKW)

22.44.00 Add Comment
Sebelum memutuskan mendaftar jadi member Pengusaha Kampus Writerpreneur, ada baiknya simak halaman ini baik-baik dulu sampai tuntas ya ^ _ ^

PKW itu apa sih?

PKW atau Pengusaha Kampus Writerpreneur adalah sebuah komunitas yang fokus membidangi soal kepenulisan. Melatih skill menulis dan ada materi-materi kepenulisan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, bukan hanya soal menulis yang diajarkan, tapi menjual buku.

... saat ini, membernya loyal bagi ilmu kepenulisan kepada member lain. Tanpa disuruh dan diminta. Mantap kan?

Jadi, sudah jelas kalau grupnya akan membahas kepenulisan ajah. Bahas OOT siap-siap kena sangsi. Jualan? Sudah disediakan waktunya hanya boleh di hari minggu ...

Program PKW apa ajah?

Banyak, ada kopdar, ada antologi bersama, ada cookies (bukan kue ya, kalau penasaran daftar ajah di PKW, hehehe), ada pelatihan menulis online, 30 hari nulis buku dan lain-lain.

Keren ya?

Belum, masih ada nih testimoni member yang sudah merasakan dampak positif dari grup PKW:

1# Asrida Juliana, Inspirator Muslimah



“Saya gabung di PKW itu sekitar awal 2015. Saya tidak punya banyak bekal untuk menulis. Bahkan rasa percaya diri saya sangat minim untuk membagikan karya tulis saya.

Tetapi di PKW saya diajarkan untuk berlatih menulis. Mendapatkan apresiasi atas tulisan saya. Hingga sekarang, menulis sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan hati.

Lebih lagi berkenalan dengan orang-orang hebat diseluruh Indonesia. Bisa membaca tulisan mereka tiap hari, menjadi inspirasi untuk saya sendiri. Apalagi yang sampai terbit bukunya. MasyaAllah saya bahagia ketika melihat nama penulis yg berada di toko buku dimana-mana. Walau saya blm pernah berjumpa, tp kebanggan itu ada.


Terima kasih PKW, telah menjadi wadah belajar saya untuk bisa meninggalkan jejak kebaikan."

2# Muhammad Syah Fibrika Ramadhan, Purwokerto


Kesan :

1. Mengenal dengan penulis yang luar biasa menjadi motivasi tersendiri untuk selalu berbenah memperbaiki naskah.

2. Silaturahmi ini harapan nya tidak akan putus. Jangan sampai berhenti hanya di group WA tanpa ada meet up atau semacamnya 😊

3. Berjuang bersama dalam kebaikan merupakan dambaan setiap orang. Grup inilah saya belajar untuk melakukan kebaikan setiap harinya.


3# Faidil Mursalin, Jawa Timur


“Kadang aku tak percaya bisa berada di grup PKW, bagaimana tidak? Di sana tempat penulis-penulis ketceeh berada, sedangkan aku, ah ... adaku bagai tiadaku; hanya seseorang yang duduk di pojokan; bukan siapa-siapa.

Di PKW banyak para senior yang naskahnya sudah naik cetak dan nampang di toko-toko buku (btw saya tidak termasuk). :(

Membernya aktif dan produktif, friendly, jua santun dan sangat menghargai sebuah karya. Datanglah ke PKW, di sana, kamu akan malu jika tidak menulis.

Selain memperoleh teman baru, ilmu-ilmu yang bermanfaat, juga akan mendapat kesempatan bertemu dengan penulis-penulis yang sudah berpengalaman di dunia literasi.

4# Nada Zahra Jamal, Bogor


1. Punya keluarga baru
2. Punya wawasan baru
3. Punya link baru
4. Jadi penulis baru

Ga join? Cuma akan ngeliatin yang lagi ngelarin buku...

5# Hazalia Zahra Munir, Jakarta


"Awal masuk PKW, bisa dibilang panggilan hati. Dari broadcast yang disebar teman di grup. Tanya-tanya mengenai PKW, dan aku semakin tertarik untuk bergabung. Apalah aku, hanyalah anak baru di dunia ini, kawan.

Tapi kegemaranku menulis baru aku fokuskan saat di bangku kuliah ini. Ada yang bilang, belajar bisa di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Dan itulah akhir dari keputusanku bergabung di PKW, belajar dari para mentor (master) untuk merangkai kata bersama opini dan juga fakta. Dan satu dua kali menanyakan tugas kuliahku (karna semua masih satu arah, antara jurusan dan juga PKW ini)

Bagiku, di sini adalah keluarga. Dengan berbagai latar belakang yang bersatu dengan kesamaan, menulis. Menulis karya bersama, mengembangkan potensi diri, dan bermanfaat bagi umat. Siapa yang tidak bahagia dengan hal ini? Kenapa ragu? Ayo ikut!


Ssst... Sudah banyak karya dari para master dan member di grup ini loh. Cek toko buku terdekat dan rajin-rajin baca surat kabar ya."

6# Hafidh Riza Perdana, Purwokerto



"Awalnya masuk PK. Terus ga ngerti mau ngapain. Akhirnya tanya ada bidang kepeminatannya ngga. Terus ternyata ada Writerpreuneur. Masuk jadi PKW. Waktu itu masih berapa orang ya di PKW. Haha. Terus diminta pula bantu-bantu. Padahal jangankan punya buku, nulis aja masih jelek. Tapi karena 'pemaksaan' dan 'ancaman sanksi sosial' akhirnya saya belajar menulis lebih serius di sini.

Dan sekarang anggotanya makin banyak. Makin hebat-hebat. Sharing ilmunya lebih terasa. Kritikan dan saran2nya juga mantep2. Malah saya malu ngga bisa mempersambahkan yg baik buat teman-teman di sini. Usul kopdar, ilang begitu saja karena saya sok sibuk. Bisanya nulis yang bikin baper doang.

Semoga sih ke depannya semua member lebih solid. Kalau mau kopdar setempat, langsung aja agendakan. Karena kopdar penting buat wahana transfer ilmu dan gagasan sebagai penulis. Bener ngga bro @PKW MAS FIBRIKA PURWOKERTO ? Wkwkw

Semoga makin banyak yang rilis buku dalam tahun ini. Makin banyak karya yang bisa menginspirasi orang banyak. Makin banyak karya best seller. Dan makin banyak yang bisa ngajak orang ikut menekuni kepenulisan.

Karena menulis adalah cara terbaik untuk mengabadikan diri.


7# Putri Siria, Aceh




Awalnya, saya belum berani bilang bahwa diri ini seorang penulis. Sebab buku belum terbit.

Namun, hari itu seseorang dari PKW bilang ke saya, "jika kamu sudah menulis kamu adalah penulis".
Ibarat kesambar petir, semangat saya untuk menulis kembali membara.

Banyak ilmu dan saudara yang saya dapat di sini, di group PKW ini, tak sedikit pula hal positif yang bisa dipetik.

So, buat kamu yang ingin menambah ilmu silahkan join ke sini. Dan semoga kita berjumpa ...

8# Khadijah Efrison, Serang



Mostly testimoninya bermula dengan kata "awalnya". Maka ijinkan saya memulai testimoni ini dengan kata "akhirnya"😝

Akhirnya saya menemukan tempat yang bisa meng- upgrade modal yang Allah kasih ke kita semua (otak untuk berfikir dan hati untuk berbagi).

Tidak terfikir sebelumnya saya bisa bergabung dengan teman-teman sehobi sebanyak ini. Dulu hanya terbersit dalam benak saya ingin punya teman baru yang banyak setiap hari. Dan ternyata inilah wadah sebagai perwujudan dari impian saya.

Akhirnya saya bersyukur bisa ikut berbagi, bertukar pikiran, saling berkompetisi untuk bisa memberi sesuatu yang bermanfaat lewat aksara.

Akhirnya saya bisa kenal dengan beragam manusia dengan karakter tulisannya yang unik dan ini adalah sebuah pembelajaran. Belajar memiliki karakter unik dalam menulis. Belajar menghargai karya orang lain. Belajar dan terus belajar. (Konon katanya never ending learning menjauhkan kita dari kepikunanπŸ€”).

Terakhir,

Akhirnya saya bersyukur berada dan memutuskan bergabung di komunitas ini. Selain ilmu kepenulisan yang bisa kita dapat dari mentor maupun dari sesama peserta dan ilmu bisnis, ternyata Allah tuntun saya memasuki komunitas ini serta mempertemukan saya dengan belahan hati dari sini. UpsπŸ™ˆ

Syukur alhamdulillah saya bisa menjadi bagian dari para pejuang pena di sini.

Teruslah berbagi dan berjuang untuk ukir prestasi.


***

Demikianlah testimoni dari beberapa member terpilih atas komunitas PKW. Gimana? Segera deh selesaikan tantangannya dan join di Grup PKW.


See you ....

Testimoni Program Pelatihan Menulis Online (PMO) 30 Hari Nulis Buku

18.08.00 Add Comment
Alhamdulilah, selama program Pelatihan Menulis Online (PMO) berjalan dengan tema "30 Hari Nulis Buku" yang dibimbing oleh Wildan Fuady mendapatkan sambutan positif dari beberapa alumni yang sudah merasakan DAMPAK POSITIF ketika mengikuti pelatihan menulis online ini.

Saya (red: Wildan Fuady) sangat bersyukur dan bahagia ketika melihat beberapa teman bukunya TERBIT dan mejeng di toko buku. Saya berharap bisa memberikan banyak kesempatan kepada orang lain yang INGIN mewujudkan mimpinya menjadi penulis.

Berikut saya lampirkan testimoni dari alumni:

1# Khadijah Efrison, Penulis Novel "Last Minute"




"Pelatihan Menulis (PM) besutan kang wildan mengajarkan saya bagaimana memperjuangkan sebuah keputusan bersama konsekuensinya dan menyelesaikannya dengan tepat waktu. Melatih saya menepati janji, disiplin, kerja keras, dan komit terhadap mimpi yang saya bangun sendiri dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang saya pilih. Gak akan pernah nyesel deh ikut pelatihan ini!”


2# Rizqy Fachria, Penulis Buku “Sociopreneur: Being a Sociopreneur”



“Berawal dari coba-coba, iseng-iseng, menjadi kenyataan. Ga nyangka bisa menulis. Sebelumnya belum pernah menulis kecuali laporan kuliah. Setelah mengikuti pelatihan ini, menambah pengetahuan dan kepercayaan diri. Bahkan nagih buat nulis. Tapi harus diikutin dengan manajemen waktu dan komitmen yg baik.”


3# Hafidh Riza P, Penulis Novel “Juz Amma yang Hilang”



“Akhirnya naskah saya selesai juga setelah ikut 4 kali pelatihan yg sama dari lembaga yang berbeda. Tapi, ikut Pelatihan Menulis Online (PMO) yang diselenggarakan oleh Pengusaha Kampus Writerpreneur (PKW) itu yg paling berkesan dan nyaman. Biayanya terjangkau. Lebih 'soft' dan tak sehoror pelatihan lain, tapi tetap tegas.”


4# Kevin Andre J, Penulis Buku “Success in Youf Life: Menjemput Sukses dengan Cara yang Benar dan Tepat



“Pelatihan Menulis Writeprenur yg dibimbing oleh Pak Wildan Fuady sungguh sangat bermanfaat. Tidak pernah menyangka saya bisa menuntaskan satu naskah buku non-fiksi dalam waktu kurang dari 30 hari. Sebagai seorang profesional dalam bidang penulisan, beliau mengarakan, membimbing dan memotivasi saya untuk menulis dengan cara yg  benar dan menyenangkan. Rasa minder dan malas ketika menulis  langsung hilang karena suntikan motivasi dan arahan dari Pak Wildan.

Bagi calon-calon Penulis, jika ingin mendapat bimbingan menulis yg benar, arahan dan motivasi menulis yg mantappp langsung dari penulis profesional, segera bergabung dalam pelatihan menulis Writeprenur bimbingan Pak Wildan Fuady.”


5# Mega Citra, Penulis Buku "Freedom"



“Baru pertama kalinya ikut pelatihan kayak gini. Akhirnya kumpulan coretan saya pas SMA bisa jadi naskah juga. Banyak ilmu yang saya dapatkan. Trik tips, de el el. Keren dah pelatihan ini!”


6# Prischalia Rafidhanita, Penulis Buku “Proposal: Menanti dan Membenahi Diri Menjemput Separuh Hati




“Mungkin rasa terima kasih saya bisa ikut pelatihan ini tak hanya bisa diungkapkan lewat kata-kata, semoga kita semua bisa berjihad lewat tulisan sebagai ladang pahala kita.”


7# Edy Suryadi, Penulis Buku “Islam dan Nasionalisme Indonesia




“Saya cukup terkejut sekaligus bersyukur karena ide buku tentang Islam dan Nasionalisme Indonesia yang telah lama ingin saya tuliskan akhirnya bisa saya selesaikan hanya dalam 30 hari. Lama saya ingin menuliskannya tapi sepertinya saya tidak dapat menemukan alur penulisan yang jelas. Rupanya kuncinya adalah outline. Rahasia cara membuat outline yang baik dan atmosfir group PMO#5 yang dibangun oleh Kak Wildan Fuady serta pengkawalan penulisan yang terus menerus saya simpulkan sebagai faktor kuat yang membuat akhirnya saya dapat menyelesaikan naskah buku saya.”


7# Nisrina Kamilia, Penulis Novel “Dark, Light and Love



“Alhamdulillah dapet banyak ilmu baru yang belum saya tahu dari Kak Wildan. Khususnya dalam membuat outline fiksi yang menjadi terarah dalam membuat cerita. Selain itu, komentar di badan email maupun di file-nya pun jelas dan detail.”


7# Suci Irmawaty, Penulis Buku “Jangan Berburuk Sangka Kepada Allah”




“Selama mengikuti pelatihan ini sangat berkesan, saya yang tadinya maju mundur untuk menulis, jadi mau tidak mau harus bisa menyelesaikan tulisan saya. Ini kembali lagi tentang komitmen & motivasi saya untuk menulis. Pokoknya gak nyesel deh ikut PMO... Banyak ilmu yang di dapat terutama soal teknik menulis.”

8# Khanza Prilia Azzahra, Penulis Buku “Deadline”



“Ketika naskah selesai, Alhamdulillah rasanya legaa sekaleee.., nano-nano banget, syukurku pada-Mu ya Allah, apalagi saat detik-detik terakhir pengiriman itulah yang paling menegangkan, ada saja ujian yang datang.

Program ini bener-bener memacu adrenalin kita untuk berpikir kreatif dan mengoptimalkan kelebihan yang telah Allah berikan, atmosfer semangat teman-teman yang mewarnai grup kepenulisan ini. Pokoknya tep… mantep ngga nyesel ikutan kepenulisan ini malahan mow… mow… lagi.”


9# Sasha Zaskia, Penulis Buku “30 Hari Menuju Cinta”



“Selama mengikuti MMO#5 ada atmosfir yang berbeda dari beberapa kegiatan belajar menulis di tempat lainnya. Disini merasakan sekali pendampingan yang sangat baik. Sang mentor yang mendampingi dengan ketulusan. Sangat detail dalam melihat setiap tugas tulisan yang telah dikirim. Bukan hanya itu saja, jika ide mulai mentok dengan berdiskusi dengan sang mentor langsung bisa kembali menulis.

Kemudahan yang dirasakan adalah dengan outline yang sangat jelas sehingga bisa memapping dan memudahkan saya dalam menulis. Walau di PMO#5 ini saya lewat dari 30 hari karena sempat sakit. Tetapi dengan kesabaran dan semangat dari kak Wildan dan sahabat2 yang di group, akhirnya saya bisa menyelesaikannya. Rasanya seperti bisul pecah. Plong....

Terima kasih kak Wildan untuk ilmunya. Dan ini yang membuat saya jadi ingin terus mengikuti setiap kelas MMOnya kak Wildan. Semoga Kak Wildannya tidak bosan.”

10# Muhammad Iqbal Tawakal



Saya telah mengikuti banyak program mentoring menulis, akan tetapi di PMO yang di bimbing langsung oleh kang Wildan Fuady saya mendapatkan suatu hal yang lebih. Bukan hanya dari strateginya yang jitu mendidik kita menyelesaikan naskah dalam 30 hari. Akan tetapi rasa kekeluargaan yang dibangun di dalamnya membuat saya makin semangat menyelesaikan naskah. Buat kamu yang ingin jadi penulis, hati-hati mentoring dengan kang Wildan bisa-bisa naskah kamu diterima penerbit besar dan buku kamu jadi best seller. Waspadalah waspadalah!!!

Muhamad Iqbal Tawakal  | @Iqbal.habiby
President Director Komunitas Wirausaha Pelajar Indonesia

11# SilmyKaffah Rohayna, Penulis Buku "Jangan Jadi Manusia Gampangan, Jadilah Manusia yang Limited Edition"



Ikut PMO#3 ini asik. Apalagi mentornya, kece abis. Kenal mentor dan temen-temen seperjuangan yang semangatnya nggak kalah sama bara api. Selalu menyala dan membara. Awalnya saya sempat menyerah, tapi lihat teman-teman yang update laporan terus jadi ikut semangat. Apalagi mentornya, kompor teruusss... hehe. Saya termasuk mentee yang paling bandel memang. Dan kak mentor tau itu. Tapi untung kak mentor juga nggak habis-habis sabarnya. Jadi setia menunggu menteenya. Nggak nyesel lah ikut PMO#3 ini. Dan meskipun PMO ini sudah selesai, aku nggak akan berhenti menulis :) selalu ingat nasehat Kak Mentor dan semangat teman-teman.

Selamat berkarya. Saling do'a. Berjuang bersama :D
Makasih Kak Wil bimbingannyaa... jangan bosan-bosan yaa.

12# Rita Audriyanti, Penulis Buku "Haji Koboy"




Izinkan aku berucap syukur karena dipertemukan dengan grup PMO#3 ini.  Bimbingan Mentor yang konsisten, apik, respon cepat tapi dengan cara akrab dan santai. Ditambah juga dengan semangat kejar-kejaran dari sesama teman penulis, seakan kita melaju ke garis finish di depan mata. Walau kadang kebuntuan dan kesibukan melanda tapi timbul lagi semangat ketika WA grup dibuka: JUDUL_HARI KE....πŸ˜‚. Dan satu hal pembeda dengan grup lain yaitu kesatuan penulis dengan Sang Maha Penulis diingatkan dari awal sehingga kita sadar bahwa Allah SWT yang memberi ilmu.

Tks banyak Mas Wil atas bimbingannya. Biarlah Allah SWT membalas kebaikan Mas Wil  dan Tim PMO#3.

13# Siti Bagja




PMO#3 itu kegiatan mentoring menulis yang keren abis. Bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan ini, sebab akhirnya saya bisa menulis satu buku dalam waktu yang singkat.  Ini amazing banget. Selain, itu saya juga mendapat info-info penerbit. INI LUAR BIASA thank you PMO#3.


14# Thea, Penulis Buku "Assalamu'alaikum Anakku"




Pelatihan Menulis Online di PKW bagiku adalah semangat, kemaren saat malasku menyerang, PKW mampu menjadi angin semangat. Ya, layaknya angin yg menghidupkan api yang besar, seperti angin yang mengeringkan baju disiang hari. Selain itu, PKW kekeluargaannya kuat.

15# Andi Ulfa Wulandari, Penulis Buku "Semua Orang Pasti Bisa Sukses"




"Pelatihan ini benar-benar berkesan bagi saya. Banyak ilmu yang saya peroleh selama mengikuti pelatihan ini, bukan hanya seputar literasi tapi juga tentang bagaimana menjadi pribadi disiplin. Alhamdulillah naskah saya bisa selesai sebelum hari ke-30. Selama pelatihan ini, kami benar-benar dibimbing dari awal, bahkan sang mentor  benar-benar jeli dalam mengoreksi naskah yang puluhan. Jujur, bersyukur banget bisa ikut PMO ini. Two tumbs  up!"


16# Mentari Diandra Sativa, Penulis Novel "Divine Dragon"




"Masuk PMO itu bukan keputusan yang cepat. Awalnya saya berpikir, "Ah, saya, kan, lumayan sibuk. Nanti kalau ikut PMO nggak bisa membagi waktu." Untunglah, setelah bicara dengan ibu yang mendukung saya, saya memutuskan untuk mengikuti PMO.

Saya yakin, kalau dulu saya menolak mengikuti PMO, saya akan menyesal. Berat! Karena masuk PMO, saya mendapat banyak ilmu dan teman baru. Saya belajar untuk bisa membagi waktu, disiplin dan menyusun skala prioritas. Saya juga bisa melakukan hal yang menurut saya sangat menyenangkan : Menulis!

Para pembimbing dan teman-teman pun sangat membantu dalam pembuatan naskah. Bener-bener nggak nyesel, deh, ikut PMO!"


17# Arum Faizatul Umami, Penulis Buku "Motivasi dari Negeri Roomantis"


"PMO#8 adalah keluarga baru bagi saya. Saling memberi semangat untuk menyelesaikan naskah. Alhamdulillah karena Allah SWT dan juga mentor yang keren saya bisa menyelesaikan naskah di hari ke-23. Mas Wildan membimbing dengan sabar. Memberikan materi kepenulisan yang up to date. Dikupas tuntas sampai kulit-kulitnya. Dan yang paling penting feedback nya itu loh. Detail banget. Tidak rugi masuk PMO. Untuk kalian yang ingin menulis dari 0 sampai terbit buku perdana, PMO solusinya."

18# Nahwan Pasangio, Penulis Kumpulan Puisi, "Menjemput Asa di Kota Tepian




"Kelas ini memotivasi saya untuk semangat menulis dan menyadari masih banyak harus saya benahi dengan keterbatasan tentang menulis. Saran saya saudara harus tetap Istiqomah melanjutkan kelas ini karena sangat bermanfaat untuk anak Bangsa dan kecerdasan, khususnya  dalam dunia literasi."


19# Asti Pujiarti, Penulis Novel "Fajar di atas Mimpi"




"PMO#8 itu memaksa saya untuk konsisten menulis, sesuatu yang sangat sulit saya lakukan sebelumnya. Mentornya kece, ga pelit bagi-bagi ilmu. Teman-teman seperjuangan juga saling memberi semangat."


20# Prayinda Elsa Nurmamita, Penulis Novel "Lukisan Jemari Azkia"


"Bisa menulis naskah novel dalam waktu satu bulan sebelumnya adalah hal yang mustahil bagi saya. Tapi di PMO#8 ini ternyata hal yang mustahil bisa menjadi hal yang mungkin. Ditambah lagi ilmu-ilmu mulai dari membuat premis dan ouline, sampai self marketing yang diberikan mentor, benar-benar bermanfaat."


21# M. Ilham Nur, Penulis Buku "Al-Qur'an Is My Way"


"Bertahun-tahun mimpi ingin menjadi penulis hanya tersimpan rapi dalam dunia ide. Namun pada PMO#8 ini saya menemukan ghirah untuk mewujudkan mimpi itu. Bagi saya, menyelesaikan naskah buku dalam 25 hari itu sangat berkesan. Selain ilmu tentang kepenulisan yang saya dapatkan, jaringan silaturahim pun meluas kenal dengan penulis-penulis amazing.

Mentor yang baik hati setia menjawab pertanyaan tentang menulis. Harapannya tentu agar semua naskah yang kami garap, segera selesai, dikirim ke penerbit dan terpajang rapi di toko buku seluruh Indonesia."

22# Atika Mustaghfirah



"Bukan hanya mendapat mentor yang oke banget, tetapi materi yang tidak bisa didapat dari bangku kuliah,  teman2 yg ukhuwahnya luar biasa dan saling menyuntikkan semangat,  juga tidak perlu minder untuk membuat buku yang selama ini hanya nangkring di otak.

Semua memang butuh proses,  dan di PMO inilah proses yang paling menakjubkan. Awesome...
See U on top para penulis beken..... Yuks,  gabung di keluarga besar kita..."

23# Nur Musabiqah, Penulis Buku "Kisah Inspiratif TKI Hongkong"



"Alhamdulilaah, gabung pmo bisa ketemu sama teman yang punya visi sama, menerbitkan buku. Menulis rutin dalam waktu sebulan.

Mentornya blak-blakan banget tentang rahasia nulis. Sesuatu yang belum saya tahu sebelumnya.
Pokoknya betah deh gabung PMO.

Terima kasih Kak Wildan bimbingannya."


24# Bayu Kristanti, Penulis Novel "Fake Love - Aku, Suamiku dan Gunpla-nya"



"Target 2017 saya adalah menamatkan Fake Love-Aku, Suamiku, dan Gunpla-nya pada bulan Maret. Terutama setelah dapat PM FB kalau naskah saya direkomendasikan ke salah satu editor penerbitan, tapi harus selesai dulu.

Bertemu iklan #PMO8 di salah satu kulwap dengan deadline yang sama, mungkin merupakan pertanda saya harus memaksa diri punya deadline. Tak lupa saya mencari teman seperjuangan (Asti) untuk turut serta. Ahahah

Sejujurnya saya curang karena novel yang saya ikutkan PMO sudah kelar 1/3 jalan di wattpad. Hanya saja mau saya rombak 6 bab pertama menjadi 3 bab saja. Hehehe

Yang paling berharga di PMO8 buat saya adalah keakraban member-membernya dan bagaimana kami saling support satu sama lain. Menurut saya itu yang membedakan PMO dari banyak pelatihan kepenulisan yang saya ikuti di mana saya biasanya hanya berinteraksi dengan mentor saja.

Meski seminggu terakhir saya tidak menulis sama sekali (padahal tinggal 4 bab tamat) karena anak sakit, Qadarullah anak saya anteng pas hari terakhir pengumpulan. Tiga bab dalam 3 jam adalah rekor tercepat yang pernah saya lakukan. Ahahaha. Semua berkat teriakan orang2 di whatsapp yang ngasih semangat. Terima kasiih.

Semoga semua karya yang ada di PMO mendapat jodohnya dengan penerbit masing-masing. Aamiin."

---***---


Alhamdulillah, demikianlah testimoni dari para alumni yang telah merasakan DAMPAK POSITIF dari pelatihan menulis online ini.

Selanjutnya, GILIRAN KAMU :)

Ditunggu di PMO berikutnya ya!


Info lebih lanjut tentang PMO:


Hubungi 0822 4090 6362 (Whatsapp | Telegram | Line)


Pelatihan Menulis Online - Pengusaha Kampus Writerpreneur

20.31.00 Add Comment

Program Pelatihan Menulis Online (PMO) dengan tema "30 Hari Nulis Buku" - DIJAMIN TERBIT !!!

Temukan langkah tepat dan praktik untuk menulis buku hanya dalam waktu sebulan bahkan kurang dari itu.


Jika kamu adalah salah satu orang yang sangat menginginkan,
-          Menulis buku dengan jaminan PASTI TERBIT?
-          Ingin mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis?
-          Ingin mempunyai lingkungan yang bagus untuk menulis buku.
-                -   Ingin punya karya yang bisa mejeng di toko buku.


InsyaAllah kami akan membantu kamu buat menyelesaikan naskahmu ... SEBULAN ... Jadi buku ...

Gimana tuh caranya? 😯

Yups, bener ... Ikut program kelas "Pelatihan Menulis Online" dengan tema 30 Hari Nulis Buku bersama Saung Literasi Indonesia (SLI) yuk selama SEBULAN.

Iya, selama sebulan kamu akan dibimbing menulis buku dari awal sampai akhir. Selama sebulan. Lalu akan ada tahap editing dan penyaluran naskah penerbit-penerbit yang sesuai dengan naskah kamu.

Kalaupun naskah kamu belum "berjodoh" dengan penerbit mayor, SLI siap membantu kamu menerbitkan buku dengan jalur indie dan dibimbing agar menjadi writerpreneur.

✨😌✨

Sebelum memutuskan daftar, baca dulu "Testimoni Alumni PMO" di sini. 

Selain itu ..... Setelah PMO #1 - #14  berlangsung, kami mencoba mengembangkan sistem dan memperbarui cara yang efektif buat membantu sahabat semua menyelesaikan buku dalam waktu SEBULAN atau kurang dari itu.

#Benefit
Kamu juga akan mendapatkan :
Ebook Trik Menyelesaikan Naskah dalam 30 Hari.
Reward setiap minggunya.
Reward untuk peserta terbaik.
Dibantu menjawab curhatan dan keluhan selama 12 jam senilai 100.000,-
Feedback tulisan harian selama sebulan.
Fasilitas pembinaan editing dan kelengkapan naskah.
Gratis masuk ke dalam grup alumni yang berkumpul teman-teman sevisi.
E- Sertifikat Peserta PMO.
Raport Hasil Belajar di PMO.

#Mentor
Program ini dibimbing langsung oleh Wildan Fuady
Psikolog Writerpreneur
Penulis 18 Buku
Penulis Buku Laris Jodohku Siapakah Dirimu dan Ya Allah Izinkan Kami Menikah
Penulis Buku Yuk Gaul (Gaya Ala Rasul) dan Hari-Hari Bersama Rasulullah
Hari-Hari Bersama Rasulullah
Aku Rindu Menikah
Founder Saung Literasi Indonesia
Pembicara Nasional
Guru / Pengajar di Beberapa Sekolah

#Banyak Pilihan
Kamu bisa menulis tema-tema yang kamu kuasai semisal:
- Motivasi
- Pengembangan Diri
- Bisnis
- Novel
- Tips Praktis / How To
- Kemuslimahan
- Kumpulan Cerita True Story
- Dan lain-lain.


KABAR BAIK ... Semua orang boleh ikut program ini. Selama ia terkoneksi internet dan mempunyai whatsapp. .. πŸ“±πŸ“‘πŸ“‘

KABAR BURUK ... Sudah ada yang mendaftar sebelum program ini launching. Buruan daftar ...

Buruan daftar ...

Caranya? 😳

Whatsapp dengan format :

Daftar30HNB#14 - Nama Lengkap - Email - No WA

Kirim ke Whatsapp: 0858 3910 2147 (an. Wildan Fuady)

HTM : 300.000 + Kode Unik No Telfon

Misalnya nomor hape kamu: 0822 4090 6362,

Maka diambil tiga dgit terakhir no hapemu. Jadi total transfer Rp. 300.362,-

#Alur Pendaftaran dan Pelatihan :
******************************
Pendaftaran : 11 Juni sd  10 Juli 2018
******************************
Masa Pembinaan : 11 Juli - 20 Juli 2018

*****************************
Materi Pembinaan
*****************************


*****************************
Materi Tambahan
*****************************



Alhamdulillah alumni sebelumnya sudah ada yang naskahnya diterima di penerbit MAYOR. Silahkan cek di http://bit.ly/bukuterbit untuk melihat kaya-karya alumni PMO.

Sekarang giliran kamu!!!

Daftar sekarang JUGA ...

Informasi Batch yang tersedia:

PMO #11 ( 20 Juli - 30 Agustus 2017 ) (Selesai)
PMO #12 ( 20 September - 30 Oktober 2017) (Selesai)
PMO #13 ( 20 November - 30 Desember 2017) (Selesai)
PMO #14 ( 20 November - 30 Desember 2017) (On Progress)
PMO #15 ( 20 November - 30 Desember 2017) (DIBUKA PENDAFTARAN) 


BURUAN .. πŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

Jadilah penulis BETULAN bukan KEBETULAN ...

Di dukung oleh :

Saung Literasi Indonesia