Ads

  • Pos Terbaru

    Menerima

    Sejuk dan teduh di kedalaman hatimu
    Tertolak bukan berarti kau penakut dan ragu
    Kau santun penuh ilmu
    Bagi si penolak yang belum tahu

    Kuteringat akan sesosok purnama
    Yang indah nan jelas di mata
    Caci maki, pembunuhan, ia terima
    Tapi terbalaskan dengan do’a

    Biar kusiksa! Kata seseorang,
    Riuh gemuruh marah t’lah terang
    Siap melibas si sisi padang
    Tapi kau doakan agar tetap tenang

    Kali ini, kulihat lagi sosok itu
    Yang wajahnya terpancar ilmu
    Menahan diri tanpa ragu
    Kembali dengan penuh tawadhu’

    Kawan, bayangkanlah!
    Ada yang m’rasa tanpa celah
    Yang lain menolak, dia marah-marah
    Pengaman diminta tuk cepat berulah

    *Teruntuk Teuku, Puisi Ini Untukmu


    Bogor, 41/01/17
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Menerima Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top