Menerima

Menerima

05.22.00 Add Comment
Sejuk dan teduh di kedalaman hatimu
Tertolak bukan berarti kau penakut dan ragu
Kau santun penuh ilmu
Bagi si penolak yang belum tahu

Kuteringat akan sesosok purnama
Yang indah nan jelas di mata
Caci maki, pembunuhan, ia terima
Tapi terbalaskan dengan do’a

Biar kusiksa! Kata seseorang,
Riuh gemuruh marah t’lah terang
Siap melibas si sisi padang
Tapi kau doakan agar tetap tenang

Kali ini, kulihat lagi sosok itu
Yang wajahnya terpancar ilmu
Menahan diri tanpa ragu
Kembali dengan penuh tawadhu’

Kawan, bayangkanlah!
Ada yang m’rasa tanpa celah
Yang lain menolak, dia marah-marah
Pengaman diminta tuk cepat berulah

*Teruntuk Teuku, Puisi Ini Untukmu


Bogor, 41/01/17
Kucing-Kucing Kepala Kambing

Kucing-Kucing Kepala Kambing

23.40.00 1 Comment
Kulihat ada kucing-kucing berkepala kambing
Teriak "mbe", ternyata kucing
Lima lawan satu, biar menang
Kamera "licik" siap arah melintang

Ada apa negeriku ini?
Kucing-kucing berkepala kambing dibiarkan menggerum
Tapi takut-takut

Eh si pengambil berita, konon katanya terkenal sejagad
Tetiba jadi enggan ikut membabad
Ini apa ada maksud?
Mungkin biar nggak viral, katanya

Eits, kucing-kucing kepala kambing tak sadar
Bahwa ada macan sejati yang kan menggusar
Menuntut kebenaran agar terpancar
Siang malam tetap tak gusar

*Penyair dan Pengamat Lewat Layar Matanya

Bogor, 13 Jan 2017