Cara Melihat Review Komentar Pada Aplikasi WPS Office

22.56.00 Add Comment
Cara Melihat Review Komentar Pada Aplikasi WPS Office - WILDANFUADY.COM - Hallo, kali ini saya akan berbagi tips dan trik android tentang bagaimana caranya melihat review komentar di aplikasi WPS Office.

Sebelumnya, saya beritahu terlebih dahulu bahwa Aplikasi WPS Office adalah aplikasi yang tersedia di playstrore untuk mengakses dokument office seperti Word, Excel, PDF, dll. Aplikasi ini bisa di download melalui link ini.

Nah, bagi kamu yang sudah menulis atau edit-edit soal tulisan tentunya sangat berguna aplikasi ini. yaudah, mari kita simak tutorialnya...

1. Ketuk layar Sehingga tampil dua pilihan ini (tampilan mobile dan alat)

 

2 Klik icon Alat, sehingga tampil gambar seperti berikut:


3. Pilih Tab Lihat, lalu pilih "Komentar & Revisi", sehingga tampil gambar sebagai berikut:


4. Pilih Tampilkan, maka akan tampil hasil dari revisi yang tersimpan.


Disebelah kanan yang abu-abu adalah tempat revisi-revisi atau komentar akan terlihat. Pada gambar di atas memang tidak ada revisinya, akan tetapi, apabila memang ada komentar, maka akan terlihat nantinya.

Demikian tutorial Cara Melihat Review Komentar Pada Aplikasi WPS Office kali ini. Semoga bermanfaat...

Menulis Itu Gampang

18.57.00 Add Comment

“Banyak jalan menuju roma,” anonim.

Ungkapan itu seringkali kita dengar. Banyak yang menggunakan quote ini sebagai motivasi meraih impian. Begitu juga dengan menulis. Banyak banget yang ingin jadi penulis, tapi sering terkendala dengan alasan inilah itulah, macem-macem alasannya. Saya pikir, sebenernya menulis itu gampang. Nggak ada yang bikin ribet kecuali diri kita sendiri.

Coba pikirkan, seringkali kita ketik sms, chating dan lain-lain itu bisa. Nuangin pikiran lewat chatingan dan status facebook bisa, terus kenapa nulis satu tema saja nggak bisa?

Beneran, nulis itu gampang. Dulu pertama kali nulis buku pertama, mana saya tau tentang EYD, tata cara nulis, saya hanya belajar dari membaca. Lalu saya nulis apa adanya. Pun masih kelihatan acak-acakan dan jarang menang lomba, no problem. Saya tetap lanjut menulis.

Selain itu, saya nggak punya rumus sukses selain baca, baca, baca dan nulis, nulis, nulis. Selain itu, silahkan ajah nanya-nanya sama yang berpengalaman. Boleh juga ditambah dengan ikut seminar-seminar supaya termotivasi.

Tapi ingat ya, yang penting tetap prakteknya. Datang ke seminar, baca-baca, berdiskusi ya silahkan ajah, tapi tetap praktek nulis.

Nulislah dari apa yang kita bisa. Nulis satu halaman cerita, pikiran, atau sampai karya ilmiah sekalipun. Yang pasti, nulislah dari hal yang paling mudah dulu, yang disukai, dan istiqomahkan. 
InsyaAllah lambat laun akan terbiasa juga dalam hal menulis. 


Perihal diterbitkan atau tidak, bukan suatu masalah. Kalau diterbitkan bagus. Terus nulis lagi. Kalaupun belum tebit ya bisa nulis dulu di blog, stroial, facebook dan lain-lain. Intinya, masih banyak jalan agar bisa menulis.

Ta’aruf Dulu, Ta’aruf Selamanya (Langkah Mudah dan Indah Pernikahan dalam Islam)

23.03.00 2 Comments
Banyak pemuda/i yang rindu menikah, akan tetapi, tak sedikit yang belum mengetahui jalan indah yang telah diajarkan oleh agama Islam dalam mengelola perasaan dan cinta. Maka, seringkali pertanyaan “Bagaimana ta’aruf dalam Islam itu?” hadir dihadapan saya. Sebenernya saya lebih mempersilahkan penanya untuk membaca dan mendengar langsung dari ustadz / kiai / ulama yang lebih mumpuni. Tapi tak ada salahnya izin berbagi.

Pada awalnya, saya hanya mengenal kata ta’aruf ya sekedar kenal dan jadi teman. Belum terlalu jauh berpikir sampai menikah. Ya, dulu saya masih belum sepenuhnya mengenal ajaran islam. Hingga saya datang ke pesantren dan sedikit banyak memahami proses ta’aruf yang diajarkan islam.

Saya rasa, manusia tetap pada fitrahnya sebagai insan yang mempunyai perasaan. Kadang ada perasaan ingin ditemani, diperhatikan dan disayangi. Pun sebenarnya orang tua lebih dari cukup, tapi tetap saja bagi jiwa muda tak akan cukup kecuali dengan tambatan hati.

Nah, islam sangat mengerti hal itu. Oleh sebab itu Allah meminta kita bersabar bila belum mampu. Dan apabila sudah mampu maka menikah lah. Namun sebentar, batasan mampu kaya gimana sih?

Mengutip dari pendapatnya Ustadz Salim A. Fillah, bahwa mampu itu diukur dengan adanya keinginan hidup bersama dengan lawan jenis. Artinya, bila sudah ada keinginan yang mengarah seperti itu, artinya sudah ada kemampuan dalam dirinya. Sebab, mampu itu bukan hanya diukur dengan seberapa banyak harta yang terkumpul, akan tetapi, seberapa banyak mental dan keberanian kita dalam membangun bahtera rumah tangga.

Nah, kembali ke topik awal. Bagi yang rindu menikah, tentu saja harus melewati tiap fasenya. Pertama-tama ya ta’aruf dulu. Saya sudah menjelaskan panjang lebar di buku Jodohku Siapakah Dirimu. Di sini, saya persingkat saja bahwa ta’aruf itu dimulai dari kebersihan hati dan niat semata-mata karena ingin beribadah kepada Allah. Selanjutnya, kita bisa memilih banyak pilihan, diantaranya: mencari sendiri, meminta bantuan kerabat dekat, atau meminta dicarikan oleh guru / ustadz.

Dalam prosesnya memang beda-beda. Ada yang langsung saja berkenalan tanpa membuat CV ta’aruf. Ada juga yang membuat CV ta’aruf dulu (saya begitu). Tujuannya semata-mata untuk mengenalkan diri kita secara tertulis kepada calon pasangan hidup. Sebab, kadang yang nampak belum tentu bisa dijelaskan. Maka dari itu, CV ta’aruf bisa menjadi alternative untuk memperkenalkan diri.

Dalam proses ta’aruf memang jangka waktunya tak boleh lama. Khawatif akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karenanya, setelah kita saling mengetahui banyak hal tentangnya, mintalah petunjuk kepada Allah dalam meentukan pilihan serta berkomunikasi dengan keluarga. Mudah-mudahan akan dipermudah.

Nah, yang tak kalah penting, proses ta’aruf adalah sebuah proses mengenal pasangan / calon pasangan tidak hanya sebentar. Boleh jadi kita akan terus ta’aruf sama jodoh kita. Kan, nggak ada yang tahu sepenuhnya bagaimana sikap manusia kecuali Allah. Bukankah hati bisa berubah-ubah?

Makanya, dari mulai proses ta’aruf, nadzhar, khitbah, dan terakhir walimah, ta’aruf tidak berhenti sampai situ saja, tapi ta’aruf sejati itu selamanya. Sampai akhir menutup mata.


Semoga kita seperti itu ya, duhai istriku, Khadijah Efrison. #Salam Buat Dede Di Kandunganmu