Ads

  • Pos Terbaru

    Usaha dalam Memperbaiki Tulisan; Sebuah Resensi dari Buku 101 Dosa Penulis Pemula karya Isa Alamsyah - Bagian 1

    Judul: 101 Dosa Penulis Pemula
    Penulis: Isa Alamsyah
    Penerbit: AsmaNadia Publishing House
    Tebal: 336 halaman
    Cetakan: -3, Oktober 2015

    "Tidak ada penulis yang sempurna!" begitu kata Isa Alamsyah pada pembukaan buku '101 Dosa Penulis Pemula'. Pertama kali saya membaca kalimat awalnya ini saya sudah berpikir bahwa dalam sebuah karya memang ada penilaian sudut pandang dari macam-macam pembaca. Tergantung siapa pembacanya, apa ia termasuk pembaca 'selintas' atau 'bersungguh-sungguh' membaca sehingga ia bisa mendapatkan ilmu yang dipahami dari hasil bacaannya.

    Berbicara tentang "ketidaksempurnaan" seorang penulis, Isa Alamsyah dalam bukunya 101 Dosa Penulis Pemula menganggap sebagai 'dosa' yang dilakukan seorang penulis atas dasar ketidaksempurnaannya dalam tulisan. Kata 'dosa' menjadi pilihan bagi Isa Alamsyah dalam mengungkapkan kesalahan-kesalahan yang seringkali dibuat oleh penulis pemula.

    Dalam buku ini, Isa Alamsyah membagi dalam 17 bagian kesalahan yang seringkali dibuat oleh penulis pemula (walaupun dalam cetakan ketiga ini, sepertinya Pak Isa Alamsyah lupa bahwa setelah bagian ke 16, langsung bagian 12, bukan bagian 17. Silahkan cek cetakan ke 3).

    Baik, kita akan memulai dari bagian 1 tentang 'Lima Dosa Utama: Pengulangan Kata atau Gaya yang Sama'. Pada bagian ini, Isa Alamsyah menjelaskan tentang Serangan Aku (istilah dari Asma Nadia), Serangan Anda, Serangan Nama, Serangan Kata Sama, dan Kecenderungan pada Gaya yang Sama.

    Dalam bagian satu ini, selaku penulis, Isa Alamsyah mengingatkan, "Setiap selesai menulis, coba teliti ulang apakah ada terlalu banyak kata 'aku' atau 'ku' dalam satu kalimat. Buang sebanyak mungkin kata yang tidak diperlukan. Pengulangan kata yang sama bisa juga berupa pengulangan kata anda, dia, dan berbagai jenis pengulangan lain yang sebenarnya tidak diperlukan."

    Selanjutnya, pada bagian kedua, Isa Alamsyah menjelaskan 'Lima Dosa Akibat Kalimat Tidak Efektif atau Tidak Selektif'. Pada bahasan ini terbagi dalam menjelaskan yang sudah jelas, menjamak yang sudah jamak, mengulang keterangan yang sudah diterangkan, berlebihan dalam memberi tekanan dan tidak selektif, efektif dan bertele-tele."

    "Pada kenyataannya masih banyak sekali penulis, terutama pemula yang terjebak dalam penggunaan kata atau kalimat yang tidak efektif," begitu yang disampaikan Isa Alamsyah (hal: 22).

    Selanjutnya, pada bagian ketiga, Isa Alamsyah membagi dalam 'Empat Dosa dalam Ide'. Pada bahasan ini Isa Alamsyah menjelaskan dosa dalam ide yang biasa, pasaran dan tidak spesial. Juga menjelaskan tentang ide klise, ide tidak menarik pasar pembaca dan ide tiruan. Tak lupa, pada bahasan ini Isa Alamsyah mencontohkan bagaimana ide yang bagus dan yang tidak.

    Pada bagian keempat, Isa Alamsyah menjelaskan tentang delapan dosa dalam judul. Diantara delapan dosa yang dibahas dalam judul, yang paling memantik saya adalah tentang 'judul yang tidak menarik'. Menurut saya, satu bahasan ini sudah sangat cukup sebagai pukulan telak bagi para penulis yang 'tidak mau pusing' dalam memilah dan memilih judul.

    Selanjutnya, pada bagian kelima, Isa Alamsyah menjelaskan 'Dosa dalam Opening'. Diantara dosa yang seringkali penulis pemula lakukan adalah dalam masalah serangan cuaca, opening standar, opening bertele-tele, opening membocorkan, opening bunyi-bunyian, opening tidak kuat, opening tidak membuat penasaran dan opening tidak variatif (red: terpacu pada satu pola).

    Pada bagian ini, Isa Alamsyah menasehati, "Jika judul bisa menjadi daya tarik yang mendorong orang mau membaca sebuah tulisan, opening adalah pemikat yang membuat seseorang mau terus-menerus membaca sebuah karya (hal: 66)."

    Sedangkan pada bagian keenam, Isa Alamsyah menjelaskan 'Sembilan Dosa dalam Konflik'. Hmm… kalau sudah bicara konflik pasti mengacu pada masalah. Begitu pikir saya. Dan memang benar, pada bagian ini Isa Alamsyah membahas lebih dalam tentang konflik. Dan menurut saya, bahasan yang menohok itu adalah tentang 'konflik tidak menarik'. Sadis ya. ^^

    Lebih lanjut ke bab tujuh, Isa Alamsyah menerangkan dan memberikan pencerahan tentang 'Sembilan Dosa dalam Ending'. Wah-wah, jika sudah membahas ending, pembaca pasti akan langsung tertuju pada pertanyaan, "Bagaimana akhir ceritanya?". Disitulah bab ketujuh ini sangat penting untuk dipelajari. Tertutama dalam masalah ending. Sebab, seperti yang sering saya lakukan, ketika membaca buku sastra selalu membaca awal dan akhirnya. Hehehe.

    Wis ah, bercanda mulu.

    Nah, pada bagian delapan sampai tujuh belas akan saya bahas pada postingan berikutnya ya … Sebagai bocoran, di postingan berikutnya, saya akan membedah juga kelebihan dan kekurangan buku '101 Dosa Penulis Pemula'. See you ^^


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Usaha dalam Memperbaiki Tulisan; Sebuah Resensi dari Buku 101 Dosa Penulis Pemula karya Isa Alamsyah - Bagian 1 Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top