Ads

  • Pos Terbaru

    Seindah-Indahnya Penjara

    Seindah-indahnya penjara bagi syahwat kita adalah berpuasa. Dengan puasa, kita bukan hanya belajar menahan lapar dan haus, tapi menahan diri dari yang haram menuju yang halal. Menahan diri dari maksiat menuju taat. Menahan diri dari yang belum baik menjadi baik. Berat saat berpuasa tapi indah saat berbuka.
     
    Seindah-indahnya penjara bagi harta kita adalah sedekah dan zakat. Dengan sedekah dan zakat yang terasa berat, tersimpan banyak sekali nikmat. Dengan sedekah dan zakat yang terasa sulit, ia akan terganti yang banyak berkali-kali lipat.

    Seindah-indahnya penjara bagi tajamnya lisan adalah diam. Ia memilih diam bukan karena takut dan tunduk, tapi ia memilih diam karena itulah yang dianggap lebih membawa kebaikan daripada pembicaraan.

    Seindah-indahnya penjara bagi akal pikiran adalah berilmu. Sebab akal yang mengarahkan anggota badan untuk berbuat, maka ia harus dipenjara oleh ilmu. Agar baik akalnya, agar baik juga prilakunya.

    Seindah-indahnya penjara bagi mata adalah menundukan pandangan. Bukan berjalan dengan menundukan pandangan saja, tapi juga menundukan hati, sebagimana dalam shalat kita diperintahkan untuk memandang tempat sujud. Agar kita belajar bahwa hanya Allah lah yang Maha Tinggi.

    Seindah-indahnya penjara bagi kebencian adalah rasa persaudaraan. Agar dari kata “kamu yang seharusnya salah” menjadi “mungkin kamu benar”. Juga dari kata “pendapat itu salah” menjadi “aku tidak menyukai pendapat itu”. Sesederhana persaudaraan, ambil kebaikan dan buang keburukan dengan cara terbaik. Tanpa menyakiti, tanpa mencaci.

    Seindah-indahnya penjara bagi kita semua adalah terpenjara dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Hingga tersemai dalam dada tuk meraih ridho dan merindukan surga-Nya.

    Seindah-indahnya penjara bagi kita adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Nabi Yusuf ‘alaihis salam tak mengapa di penjara asalkan ia dalam ketaatan kepada Allah ta’ala. Tapi, kebebasan dari penjara yang sesungguhnya adalah kebaikan ketika ia berusaha menuju taat. Sebagaimana Imam as-Syafi’I rahimakumullah lebih memilih terbebas hukuman penjara dari paham mu’atazilah, lalu pergi menyiapkan kekuatan tuk menghancurkan keburukan dengan kebaikan.

    Seindah-indahnya penjara adalah penjara ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya…


    Bandung, 17-05-2016

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Seindah-Indahnya Penjara Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top