Merencanakan Visi dan Misi Menikah

09.52.00
“Kalau saya menikah, saya ingin pernikahan saya bahagia bersama pasangan saya.”

“Kalau saya menikah, saya ingin masuk surga sekeluarga.”

“Kalau saya menikah, saya ingin pernikahan saya sakinah, mawaddah dan warahmah.”

Mungkin, sebagian dari pembaca menginginkan cita-cia pernikahan sebagaimana yang saya kutip diatas. Diantara yang paling sering diucapkan atau disebut dalam hati adalah cita-cita agar pernikahannya sakinah, mawaddah dan warahmah. Dan memang, kebahagian adalah tujuan utama pernikahan. Tidak ada yang ingin sengsara setelah ia menikah.

Nah, jika Anda telah terbiasa mengenal proposal pernikahan, pasti Anda akan menjumpai sebuah biodata yang perlu disebutkan pula visi dan misi menikah. Tujuannya untuk mengetahui visi dan misi calon pasangan hidup, imam dalam keluarga atau madrasah pertama rumah tangga. Disadari atau tidak, visi dan misi menikah menjadi titik penting dari cita-cita pernikahan itu sendiri. Visi dan misi menikah menjadi titik awal dan jawaban dari pertanyaan, “akan kemana pernikahan dan bahtera rumah tangga Anda berlabuh?

Hanya bahagia sesaat didunia kah?

Atau menempuh keberkahan pernikahan sampai ke surga Allah ta’ala?

Tentu jawaban dari dua pertanyaan itu, justru Allah, Anda, pasangan dan keluarga Anda yang lebih mengetahui. Jika Anda seorang laki-laki, tentunya keinginan untuk membawa pernikahan perlu dengan visi dan misi yang baik, sehingga perempuan yang hendak Anda nikahi bisa menilai dan mempertimbangkan visi misi pernikahan yang ingin Anda ciptakan. Pun sebaliknya dengan perempuan, visi misi pernikahan menjadi pertimbangan penting baginya untuk memutuskan menerima atau tidak.

Karena pernikahan merupakan mitsaqan galizha, maka dalam urusan membuat visi misi menikah tidak boleh asal-asalan. Asal bicara, ceplos dan sekeluarnya dari lisan. Tidak! Visi dan misi menikah perlu dibangun dari hati yang jernih, lurus dan besar manfaatnya. Dan yang terpenting, visi dan misi menikah tidak hanya dibuat karena sekedar ingin. Ingin begini dan begitu. Akan tetapi, visi dan misi pernikahan itu perlu dibentuk, ditumbuhkan dan dikembangkan.
 
Bukan Sekedar Ingin

Ingin, berbeda dengan visi dan misi. Jika sekedar ingin, ia hanya akan menjadi daya khayal yang kadang mudah hilang, bahkan mudah terlupakan. Ingin hanya sebuah rasa untuk sampai kepadanya akan tetapi tidak tahu jalan apa yang harus ditempuh untuk sampai kepadanya. Oleh sebab itu, menentukan visi dan misi menjadi obat bagi keinginan seseorang yang rindu menikah. Sedangkan visi, sangat berbeda jauh dengan sebuah keinginan.

Visi, sebagaimana pengertiannya, adalah gambaran keadaan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Maka visi mirip sekali dengan keinginan. Bedanya adalah, visi diungkapkan dengan logis dan langkah-langkah untuk mencapainya. Berbeda dengan keinginan yang bisa saja kita ungkapkan tanpa menggunakan hal logis dan upaya-upaya yang perlu dilakukan.

Misalnya, seseorang yang visi rumah tangganya untuk mencapai keberkahan di dunia dan akhirat, maka perlu bagi pasangan tersebut untuk belajar sabar saat susah dan belajar bersyukur saat senang. Selain itu, pasangan yang harapannya keberkahan perlu melakukan aktifitas-aktifitas yang mendekatkannya kepada visi tersebut seperti memperbanyak ibadah, melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan kepada Allah azza wajalla.

 Bedanya keinginan dengan visi bisa dilihat dari table berikut:

Kegiatan
Ingin
Visi
Ingin pernikahan berkah di dunia.
Menyimpannya dalam hati dan membiarkan hidupnya mengalir seperti air.
Belajar sabar saat susah dan belajar bersyukur saat senang. Menjalani perintah Allah swt. dan menjauhi larangan-Nya.
Ingin punya kekayaan agar bisa bermanfaat untuk orang banyak.
Berusaha sekedarnya dalam bekerja atau berwirausaha.
Bekerja atau berwirausaha dengan giat, rajin menabung untuk disedekahkan.
Ingin punya investasi rumah.
Lihat nanti ajah.
Hidup dalam kesederhanaan seperti ngontrak dahulu, merencakanan target masa depan dan mulai melakukan persiapan dalam tabungan perbulannya.


Tabel diatas hanya sebagiannya saja yang saya tulis, karena akan sangat panjang jika harus dicontohkan semua. Well, ketika membaca tabel diatas, Anda akan sangat menyadari bahwa keinginan berbeda dengan visi. Bahkan bisa dibilang sangat jauh perbedaannya.

Apa yang membedakan?

Perbedaan antara ingin dan visi adalah pada misinya. Sifat ingin tidak didasari oleh misi sedangkan visi didasari dengan misi yang jelas dan logis, serta langkah-langkah yang dilakukannya bisa dibayangkan dan bisa dikerjakan. Bila sekedar ingin, ia hanya bisa dibayangkan tapi belum tentu bisa dikerjakan.

Jadi, bagi Anda yang rindu menikah, sudahkah merencanakan visi dan misi pernikahan yang ingin Anda bangun bersama kekasih halal?

***

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

Write komentar
12 Oktober 2016 21.41 delete

Sebelum melangkah unutk menikah, harus sering-sering baca nasehat-nasehat seperti ini nih. Terimakasih share nya.

Reply
avatar
8 Desember 2016 08.44 delete

Terima kasih atas reviewnya :)

Reply
avatar
25 Agustus 2017 09.17 delete

Makasih, post-nya bermanfaat sekali.

Reply
avatar
4 Februari 2018 07.30 delete

mantap banget Mas penjelasannya, jadi tambah paham tujuan utama pernikahan, memang harus direncanakan matang2 ya. satu kali seumur hidup, sekali gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan.
salam kenal dari jogja

Reply
avatar
10 April 2018 00.45 delete

Alhamdulillah semakin terbuka wawasan tentang perencanaan pernikahan. Jazakumullah Khairan 😊

Reply
avatar
20 Mei 2018 11.47 delete

Salam kenal juga Mas. Terima kasih sudah berkunjung. Baca juga tulisan lainnya ya.

Reply
avatar
20 Mei 2018 11.48 delete

Terima kasih sudah berkunjung. Baca juga tulisan lainnya ya.

Reply
avatar