Mentertawakan Kesedihan

15.25.00

Wahai, siapa yang paling bersedih di dunia ini?

Dan mengapa harus ada tangis?
Buat apa???

Aku butuh penjelasan...

Baik, katanya
Akan kutunjukan kepadamu
Sekarang juga!!!

Saat ini,
Sejak aku melihat ada tetesan air mata di wajahnya
Aku belajar...
Bahwa menangis adalah cara yang paling mudah untuk menjelaskan tentang cinta, rindu dan kasih sayang
Hingga kata tak lagi berdaya
Hingga lisan terkaku tak berani berucap
Adalah tangisan, yang menjadi penjelasan

Cukup air mata
Dan dagu yang menempel di pundak ini
Menjelaskan semuanya

Namun...
Kembali ke gelapnya ruang itu; hati ini
Ke dasar ruang gelap yang belum mendapat cahaya penjelasan
Tentang tangisan...
Juga cinta...

Kembali lagi...
Buat apa menangis???
Bukankah bahasa cinta harus terbingkai dengan bahagia?
Kenapa penjelasan itu justru datang lewat tangisan???

Kamu salah, bisiknya
Adalah cinta tak selamanya terbingkai bahagia
Adakalanya cinta bagai puzzle
Ada tangis dan tawa; melengkapi

Kamu salah, bisiknya
Seharusnya kau biarkan menangis
Sampai tuntas...
Di bahumu...

Adalah aku, mendengarkan katamu kali ini
Dan kubiarkan ia menangis
Menikmati punggung ini sebagai wadah tangisannya

Dan aku, kini telah kusiapkan tawa
Lebih banyak dari jumlah dari tetesan air matanya
Agar kita sama-sama mengerti
Bahwa tangis tak perlu dicegah, apatah lagi ada hal baru yang kita pelajari hari ini

Tentang kesedihan yang terbingkai dengan tawa...

Hari ini, aku belajar tentang...

Mentertawakan kesedihan...

Pabuaran, 27 February 2016

*Telah kusiapkan tawa lebih banyak dari tangisanmu hari ini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
27 Februari 2016 16.12 delete

Cepet sembuh buat mbak khadijah

Reply
avatar
27 Februari 2016 17.18 delete

Mas Hanif, terima kasih atas apresiasinya :)

Senang bisa berkunjung kesini :)

Reply
avatar
27 Februari 2016 17.18 delete

Allahumma aamiin.

Makasih Mba Doanya ya :)

Reply
avatar
27 Februari 2016 17.42 delete

SubhanaAlloh, pak ustadz wildan makin so sweet aja penanya:) emang kenapa bidadarinya kang? Nangis ya? Hehe

Reply
avatar
27 Februari 2016 18.11 delete

Ah Dek Ran bisa ajah. Semua bisa kok. Menulismah gampang. Tinggal action hehe

Reply
avatar