Hujan Bumi

05.37.00

Hujan Bumi

Oleh Wildan Fuady

Adalah kamu, menerangkan sesuatu tak kasat mata, padaku
Tentang air langit yang mencintai bumi
Juga tentang kerinduan dan kecemburuan

Tetesanmu membasahi bumi karena cinta
Tapi ...
Tapi ada petir ...
Juga ombak di lautan ...
Lalu ada banjir ...
Juga ada angin yang bertiup kencang ...

Adalah air langit menangis karena cinta dan rindu
Ingin terus bertemu, tapi apalah daya?
Hanya bisa saat menangis
Itu pun banyak yang cemburu; petir, angin kencang dan ombak

Kamu, kadang disalahkan mereka atas kehadiranmu dikarenakan rindu
Tapi sebagian mereka ada yang mencintai dan merindukan kedatanganmu

Meski banyak yang mencela dan menghinakanmu, bahkan tak ingin kau datang, hujan
Kau tetap datang, memenuhi janji-Nya

Mencintai bumi apa adanya

Hai petir ...
Hai angin kencang ...
Hai ombak di lautan ...
Kalian sang pencemburu
Kadang tak rela hujan turun dengan damai, menurunkan cintanya

Tapi begitulah hujan, tetap turun sekalipun banyak yang cemburu, banyak yang memaki, banyak yang tak mengharap hadirnya
Adalah hujan, tetap menurunkan cintanya

***

Begitu juga kamu, yang mencintaiku dengan apa adanya ... tetap menurunkan cintanya

Pabuaran, 25 February 2016

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
25 Februari 2016 05.56 delete

Tetap turun, meski ada yang memaki.

Nice kawil.

Reply
avatar
25 Februari 2016 06.02 delete

Makasih Mba Cici atas kunjungan dan komentarnya :)

Reply
avatar
25 Februari 2016 07.22 delete

Makasih atas komentar dan kunjungannya Zaka :)

Seneng deh ...

Reply
avatar
26 Februari 2016 05.56 delete

waaaaa kerennn tulisannya, mas Wildan!
*lanjut baca yang lainnya ah* :D

Reply
avatar
26 Februari 2016 22.43 delete

Makasih Mba Fahsa atas apresiasinya :)

Seneng sudah berkunjung kesini

Reply
avatar