Ads

  • Pos Terbaru

    Hujan Bumi

    Hujan Bumi

    Oleh Wildan Fuady

    Adalah kamu, menerangkan sesuatu tak kasat mata, padaku
    Tentang air langit yang mencintai bumi
    Juga tentang kerinduan dan kecemburuan

    Tetesanmu membasahi bumi karena cinta
    Tapi ...
    Tapi ada petir ...
    Juga ombak di lautan ...
    Lalu ada banjir ...
    Juga ada angin yang bertiup kencang ...

    Adalah air langit menangis karena cinta dan rindu
    Ingin terus bertemu, tapi apalah daya?
    Hanya bisa saat menangis
    Itu pun banyak yang cemburu; petir, angin kencang dan ombak

    Kamu, kadang disalahkan mereka atas kehadiranmu dikarenakan rindu
    Tapi sebagian mereka ada yang mencintai dan merindukan kedatanganmu

    Meski banyak yang mencela dan menghinakanmu, bahkan tak ingin kau datang, hujan
    Kau tetap datang, memenuhi janji-Nya

    Mencintai bumi apa adanya

    Hai petir ...
    Hai angin kencang ...
    Hai ombak di lautan ...
    Kalian sang pencemburu
    Kadang tak rela hujan turun dengan damai, menurunkan cintanya

    Tapi begitulah hujan, tetap turun sekalipun banyak yang cemburu, banyak yang memaki, banyak yang tak mengharap hadirnya
    Adalah hujan, tetap menurunkan cintanya

    ***

    Begitu juga kamu, yang mencintaiku dengan apa adanya ... tetap menurunkan cintanya

    Pabuaran, 25 February 2016

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    6 komentar:

    1. Tetap turun, meski ada yang memaki.

      Nice kawil.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Makasih Mba Cici atas kunjungan dan komentarnya :)

        Hapus
    2. Balasan
      1. Makasih atas komentar dan kunjungannya Zaka :)

        Seneng deh ...

        Hapus
    3. waaaaa kerennn tulisannya, mas Wildan!
      *lanjut baca yang lainnya ah* :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Makasih Mba Fahsa atas apresiasinya :)

        Seneng sudah berkunjung kesini

        Hapus

    Item Reviewed: Hujan Bumi Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top