Diam-diam dalam Kata

09.42.00

bersatu dalam cinta
Tak pernah terbayangkan sebelumnya, kita bertemu dalam kata yang tersusun rapi. Setiap kali aku mengenal kata, maka di situlah aku mengenalmu, -sebagai kata. Aku berprasangka bahwa ada perasaan dalam setiap kata-kata yang kamu tulis, yang membuat aku tidak pernah merasa bosan saat membacanya.

Aku adalah seseorang yang selalu menanti tulisanmu. Berharap-harap aku ada di dalam tulisanmu. Setiap malam, aku membaca tulisanmu yang begitu indah, syahdu dan memberikan energi bagi jiwa-jiwa yang sedang dalam penantian, -seperti aku saat ini. Membaca tulisanmu adalah hobi yang entah darimana semuanya bermula. Mungkin, sejak ada perasaan yang tumbuh subur selama ini. Atau... Sesungguhnya aku benar-benar jatuh cinta dengan kata-kata yang tertulis dari jari indahmu?

Bagaimana caranya mengungkapkan perasaan yang tertulis dalam kata? Kau ada di dalam catatan harianku. Setiap kali kamu menulis, pasti aku membacanya. Tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mengetahui apa yang sedang kau pikirkan dan rasakan. Sebab, aku bahagia mengetahui apa yang kamu rasakan dari kata-kata. Melalui tulisanmu, aku jadi lebih banyak tahu tentang dirimu.

Dari sudut sempit yang diam-diam mencintaimu, aku hobi membaca tulisanmu. Mungkin, dengan cara inilah aku mampu menyimpan perasaan yang sesungguhnya ingin segera aku ungkapkan. Dengan membaca setiap tulisanmu.
"Kamu, adalah ketidakmungkinan yang aku semogakan" -Kurniawan Gunadi
Dari sudut-sudut sempit yang diam-diam mencintaimu dalam kata.
***
(w) Wildan Fuady

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »