Sebuah ..... : Aku, Kamu & Allah

02.35.00 Add Comment

(1) Aku
Aku adalah aku, yang kamu kenal sebagai seseorang yang kelak belajar untuk memahami, -Kamu. Dan aku, selalu ingin belajar untuk menjadi bagian dari hidup, -kamu.

Kedatanganku adalah pembelajaran. Ya, pembelajaran untuk mengenalmu lebih jauh, bahkan untuk memahami. Sebab pertemuan kadang terasa singkat, bukan?

Maka, aku ... Adalah seseorang yang kelak akan "belajar" bagaimana caranya memahami, -Kamu.

(2) Kamu
Kamu adalah seseorang yang telah disiapkan Allah untuk, -Aku. Tertulis di lauhul mahfudz. Nama yang entah aku sendiri tidak mempunyai jawaban dan keterangan dari-Nya. Kamu, begitu dirahasiakan oleh-Nya.

Kamu adalah ketiadaan yang aku wujudkan dalam doa-doa panjang. Sekalipun tak tentu siapakah diantara kita yang lebih makbul doanya.

Dan entah yang aku sendiripun tidak mengetahuinya, dari siapakah doa yang kelak mempertemukan kita? Dari doaku kah? Atau dari doamu?

Pertanyaan yang aku sendiri tak pernah mendapatkan jawabanya.

(3) Allah
Sungguh, mata bisa saja melihat dengan berbagai pandangan. Hati bisa saja berubah-rubah. Tapi doa ... akan sampai kepada-Nya, yang selalu kita semogakan.

Ya Allah, labuhkanlah hati ini kepada hati yang terpaut kepada-Mu dan cintakan kami kepada seseorang yang mencintai-Mu, agar bertambah rasa cintaku (kamu) kepada-Mu.

Bumi Titik Terang,

(W) Wildan Fuady 21 Desember 2015

#Muhasabah 1

13.44.00 Add Comment

Hitam itu ada di hatiku
Titik-titik yang semakin lama semakin membesar
Meski kadang tak nampak, di hadapan orang lain
Namun hati ini merasakannya, kecewa pada diri sendiri

Aku salah
Pada sebuah sikap
Yang lupa akan...
Sebuah amanah

Maafkan aku, Tuhan
Selama ini...
Engkau masih menyayangiku
Memberikan aku nafas dan semua nikmat
Yang amat besar

Aku sadar sekarang
Aku tak ingin lagi menyakiti-Mu
Aku ingin kembali kepada-Mu
Sampai aku menutup mata

(W) Wildan Fuady

Bumi sastra, 20.12.2015

Lebih banyak membaca :

Wordpress : wildanfuady.wordpress.com

Blogspot : wildan-fuady.blogspot.com

Tumblr : kangwildan.tumblr.com

Diam-diam dalam Kata

Diam-diam dalam Kata

09.42.00 Add Comment

bersatu dalam cinta
Tak pernah terbayangkan sebelumnya, kita bertemu dalam kata yang tersusun rapi. Setiap kali aku mengenal kata, maka di situlah aku mengenalmu, -sebagai kata. Aku berprasangka bahwa ada perasaan dalam setiap kata-kata yang kamu tulis, yang membuat aku tidak pernah merasa bosan saat membacanya.

Aku adalah seseorang yang selalu menanti tulisanmu. Berharap-harap aku ada di dalam tulisanmu. Setiap malam, aku membaca tulisanmu yang begitu indah, syahdu dan memberikan energi bagi jiwa-jiwa yang sedang dalam penantian, -seperti aku saat ini. Membaca tulisanmu adalah hobi yang entah darimana semuanya bermula. Mungkin, sejak ada perasaan yang tumbuh subur selama ini. Atau... Sesungguhnya aku benar-benar jatuh cinta dengan kata-kata yang tertulis dari jari indahmu?

Bagaimana caranya mengungkapkan perasaan yang tertulis dalam kata? Kau ada di dalam catatan harianku. Setiap kali kamu menulis, pasti aku membacanya. Tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mengetahui apa yang sedang kau pikirkan dan rasakan. Sebab, aku bahagia mengetahui apa yang kamu rasakan dari kata-kata. Melalui tulisanmu, aku jadi lebih banyak tahu tentang dirimu.

Dari sudut sempit yang diam-diam mencintaimu, aku hobi membaca tulisanmu. Mungkin, dengan cara inilah aku mampu menyimpan perasaan yang sesungguhnya ingin segera aku ungkapkan. Dengan membaca setiap tulisanmu.
"Kamu, adalah ketidakmungkinan yang aku semogakan" -Kurniawan Gunadi
Dari sudut-sudut sempit yang diam-diam mencintaimu dalam kata.
***
(w) Wildan Fuady