Ads

  • Pos Terbaru

    Terimakasih Telah Membersamaiku


    Bagaimana jika ujian hidup itu terus mendekat? Seakan-akan ia tidak mau berpisah. Ia mengikuti setiap saat meski kita tidak pernah menginginkan kehadirannya. Ia terus mendampingi meskipun kita tidak meminta. Tanpa diminta, tanpa di harapkan, ia hadir.

    Bagaimana seandainya ujian itu menghampiri? Seakan-akan tidak mau kehilangan. Ia sangat dekat sebagaimana bayangan diri di waktu siang. Ia tidak pernah mendengarkan ketika kita suruh untuk pergi. Ia tetap tidak mau pergi.

    Bagaimana seandainya ujian itu adalah diri kita sendiri? Seakan-akan ingin menyalahkan namun tidak ada yang pantas disalahkan. Mungkin, penyebab ujian itu ada di dalam diri. Kita menganggap sesuatu yang berat itu ujian, padahal sebenarnya ia menawan. Ia mengindahkan setiap detik-detik kehidupan. Ia mendatangi, lalu mengajarkan.

    Dalam hidup, daun gugur adalah ujian, matahari adalah ujian, hujan adalah ujian, semua bisa dikatakan ujian. Bukankah mereka tidak salah? Ya, mereka tidak salah. Mereka hanya ingin memberikan yang terbaik. Hanya saja, kadang cara menyikapi hidup kita berbeda. Tak sama. Bagi orang disudut sana, daun gugur, hujan, matahari itu menyenangkan. Namun, bagi sebagian yang lain adalah ujian.

    Kita boleh membenarkan diri saat mengatakan sesuatu itu adalah ujian. Namun, kau tahu? Akan selalu ada yang siap menampung penderitaanmu. Akan selalu ada yang siap mendengarkan ceritamu. Akan selalu ada yang siap membelai lembut hatimu. Dia adalah Tuhan yang selama ini berada di dekatmu untuk membersamai ujian. Yang dengan-Nya tidak ada setitik rasa khawatirpun jika bersama-Nya.

    Terimakasih Tuhan, selama ini Engkau sangat menyayangiku. Menjagaku setiap waktu. Engkau selalu membuatku tertawa meski pahit. Engkau selipkan kasih sayang di balik kesedihan. Engkau tambahkan pelajaran di balik ujian. Engkau temani setiap episode kehidupan.

    Terimakasih atas penjagaannya. Terimakasih telah membersamaiku selama ini. Dan terimakasih Engkau selalu membersamaiku bersama ujian. Menemaniku menghadapi ujian. Terimakasih.

    *wildanfuady
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Terimakasih Telah Membersamaiku Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top