Ads

  • Pos Terbaru

    Seimbang


    Dalam hidup ada dua bagian yang selalu berdampingan. Ada sedih ada tertawa. Ada bahagia ada sensara. Ada tangisan juga senyuman. Ada rasa pahit juga rasa manis. Dan masih banyak lagi dua hal yang berdampingan di hidup ini.
    Dan itulah hidup, maka jika kita menginginkan sesuatu yang membuat kita bahagia maka kita pun harus siap menerima kesedihan, seperti galau, putus asa, nggak punya alur hidup atau takut melangkah. Memang begitu, ada keseimbangan yang akan terus berdampingan.
    Jujur saja, bisa tanyakan pada diri masing-masing, dalam hidup ini maukah kita hidup tanpa rasa bahagia? Rasanya nggak mungkin yah. Toh mana ada yang mau. Ya kan?
    Allah lah yang menciptakan keseimbangan itu semua. Kita nggak akan mampu menolaknya. Toh, memang sudah kehendak Allah, ya terserah Allah. Eh, di dunia ini kita hanya berusaha loh, tetap Allah yang menentukan. Jadi, setelah membaca tulisan ini saya harap kita nggak akan lagi menyalahkan diri sendiri apalagi berteriak bahwa “Allah itu nggak adil!”
    Ketika saya sedang duduk-duduk di depan kampus saat siang hari. Saya merasakan betul bagaimana panasnya kota. Bertabur keringat yang hendak keluar dari pori-pori begitu saja. Beberapa menit kemudian angin berhembus menenangkan jiwa yang ingin protes akan panasnya matahari. Setelah itu disambut dengan gerimis rintik-rintik yang kembali menenangkan atas protesnya jiwa ini.
    Begitu juga dalam hidup, terkadang kita menemukan hal yang tidak disukai, dibenci dan tidak diharapkan. Namun disisi lain Allah menciptakan sesuatu yang kita sangat kita sukai. Hanya saja Allah merahasiakannya. Dan sedikit sekali yang bersyukur atas itu. Begitu pun saat panas menghampiri tubuh dan saya ingin protes atas itu. Saya menyesal, kenapa saya terlalu bodoh untuk menyalahkan Allah sedangkan Allah saja sudah menyiapkan yang lebih baik. seperti yang saya ceritakan diatas. Desau angin dan rintik hujan merupakan salah satu tanda kebaikan Allah.
    “Ya Allah, maafkan kami yang selalu protes terhadap kehendak-Mu,”
    Ya, begitulah fitrah manusia. Tentu saja tidak menginginkan sesuatu yang tidak disukainya.Padahal, sesuatu yang tidak disukai, dibenci dan diharapkan pun akan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang mempunyai rasa cinta. Ya, rasa cinta kepada pemberian dari Allah, sikap menerima, sikap ikhlas dan sikap sabar.
    Dengan lembut, Allah ta’ala benar-benar telah menasehati kita dengan kalam-Nya yang indah,“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”(Q.S. Ali Imran [3] : 200)
    Dear, masih ada yang harus kita temukan dibalik kegagalan. Masih banyak yang bisa temukan dibalik tangisan. Dan masih banyak rahasia dibalik pemberiaan Allah yang tidak kita sukai itu. Bukan sebaliknya menyalahkan Allah, tapi jika saja kita berhasil mengais hikmah dibaliknya, insyaAllah kita akan menjadi orang yang bijak dan berhati tenang atas sesuatu yang baik maupun yang buruk. Semoga ….
    Kita hanya butuh sikap menerima atas semua kehendak-Nya, sikap ikhlas atas atas ujian dari-Nya dan sikap bersyukur atas pemberian nikmat dari-Nya. Maka yakin, jika kita bisa melakukan hal ini, insyaAllah hidup akan lebih berkah. Toh, Allah sudah memberikan kita nikmat yang tak mampu kita hitung, maka masihkah kita benci atas semua kehendak-Nya meskipun kita tak menyukainya?
    ***
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Seimbang Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top