Ads

  • Pos Terbaru

    Penipuan


    Perempuan dilihat dari masa lalunya. Sedangkan laki-laki dilihat dari masa depannya.
    bohong

    Aku percaya akan hal itu. Jika ada seratus orang pun yang berkata demikian aku tetap percaya. Kenyataan itu benar. Jika kau menjadi seorang laki-laki, kau pasti akan melihat masa lalu calon istrimu, bukan? Misalnya, agamanya, akhlaknya, dan perangainya.

    Begitu pun sebaliknya, jika kau seorang perempuan, kau pasti akan melihat masa depan calon suamimu, agamanya, dan kemapanan nya, bukan?
    Hakikat laki-laki dalam memilih perempuan adalah mencari. Laki-laki suka mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain. Mengembara, mencari pilihan hidupnya. Dan kemana pun laki-laki pergi, kelak akan kembali.
    Hakikat seorang laki-laki suka mencari, mengembara dan memilih. Kelak, seorang laki-laki akan memilih seorang perempuan dalam hidupnya. Namun, sering kali laki-laki pun melakukan penipuan dalam hidupnya. Penipuan seorang laki-laki dalam pengembaraan nya sangat berbahaya bagi seorang perempuan. Bila seorang perempuan tak berhati-hati terhadap laki-laki yang sedang mengembara, entah lah terjadi hal buruk apa. Sebab, sekali lagi, perempuan dilihat dari masa lalunya, bukan?
    Seorang laki-laki yang mengembara mudah sekali mengatakan cinta. Bahkan, meskipun seorang laki-laki bukan ahli / jurusan sastra pintar sekali membuat kata-kata indah, menyentuh dan membungakan hati perempuan. Memang sih, sejatinya perempuan itu suka dipuji meskipun itu bohong. Tapi tidak bagi prempuan yang baik, justru ia akan lebih berhati-hati untuk menjaga dirinya agar tak ternoda.
    Laki-laki yang menyatakan cinta kepada seorang perempuan tanpa menentukan proses pernikahan hakikatnya adalah penipuan. Meskipun segudang dalil dan alasan laki-laki mencintai, jika tanpa pernikahan tetap penipuan. Sebab cinta kepada seorang perempuan itu sederhana, cukup dengan pernikahan. Selain itu, misalnya teman tapi mesra, pacaran, hubungan tanpa status de el el, adalah penipuan. Sekalipun seorang laki-laki menyatakan cintanya seribu kali, jika tak berujung pada pernikahan adalah penipuan.
    Sayangnya, banyak perempuan yang senang ditipu. Percaya saja dengan cinta laki-laki seperti itu. Menerima dan siap untuk dirusak kesucianya. Menerima setiap pujian dan kalimat cinta berbalut penipuan, menerima kalimat sayang meskipun itu suatu kebohongan.
    Seorang laki-laki yang serius dan benar-benar mencintaimu tentu aka memuliakanmu. Ia tak akan sembarangan mengatakan cintanya didepanmu. Ia akan menjaga kehormatan dan kemuliaanmu. Justru, laki-laki yang benar-benar mencintaimu akan datang ke rumah orang tuamu.
    Laki-laki yang benar-benar mencintaimu tak akan datang sendirian, tapi berombongan. Misal bersama keluarganya, gurunya atau tokoh penting yang dianggap bisa menjadi wakil proses untuk melamarmu. Dia akan selalu memuliakanmu, menjaga kehormatanmu dan membela kesucianmu. Dia pun tak akan mengeluarkan kalimat gombal apalagi memujimu hanya untuk menyenangkanmu.
    Kau tahu wahai perempuan? Mungkin, seorang laki-laki yang benar-benar mencintaimu tak datang di depan mata, atau tak setiap hari mendekati dan memujimu. Tapi dia mencintaimu dalam doa-doanya. Ia mengadu kepada Allah atas keselamatanmu, kesucianmu dan kemuliaanmu. Kau mungkin tak mendengar doanya, tapi Dia selalu mendengarkan setiap doa-doanya. Ia menyebut-nyebut namamu dalam doanya, ia mencintaimu dalam diam. Tak terbesit sedikitpun ia ingin merusak kemuliaanmu dengan menjadikanmu kekasih yang tak halal. Sungguh, ia sangat tulus mencintaimu.
    Jadi, jika ada seorang laki-laki yang mengajakmu menjadi kekasih yang tak halal dan kau menerima, hakikatnya kau senang ditipu. Dan laki-laki yang tak mengerti memang suka melakukan itu, penipuan. Laki-laki mengatakan cinta tanpa taqwa adalah penipuan. Laki-laki yang mengatakan sayang tanpa iman adalah penipuan. Kalimat-kalimat cinta yang diutarakan nya adalah penipuan. Rasa dan bentuk cintanya adalah penipuan. Meskipun ia berjanji akan melakukan apapun asalkan kau mau menjadi kekasih tak halal baginya tetap saja itu penipuan. Meskipun seratus kuntum bunga ia berikan agar engkau menjadi kekasih yang tak halal baginya tetap saja penipuan.
    Jadi, alangkah merananya seorang perempuan yang senang ditipu dan menerima penipuan. Dan alangkah jahat seorang laki-laki yang selalu melakukan penipuan. Terutama dalam penipuan cinta.
    Maka benar bahwa perempuan itu dilihat dari masa lalunya. Ya itu benar, masa lalunya. Yaitu seberapa kuat seorang perempuan menjaga diri dari penipuan seorang laki-laki. Menjaga kemuliaannya, menjaga kehormatannya.
    Dan bagi seorang laki-laki, perhatikanlah masa depan. Seberapa kuatnya engkau menjaga diri dan menjaga kemuliaan seorang perempuan. Jika kau mampu menjaga kemuliaan seorang perempuan, maka kemuliaan itu akan kembali kepadamu. Kembali menerangi masa depanmu. Sebab, seorang perempuan tentu mengingankan laki-laki yang baik agamanya, baik akhlaknya dan juga baik masa depannya. Yang bisa imam bagi keluarga, yang membalut keluarga dengan taqwa dan menjaga keluarga dari benih-benih dosa. Semoga, kau tak menjadi orang yang tak menjaga kemuliaan seorang perempuan. Kau tentu mengharapkan yang terbaik, bukan? Jika iya, maka jagalah ia, muliakanlah ia.
    ***
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Penipuan Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top