Ads

  • Pos Terbaru

    Menitipkan Rasa

    Cinta dan rindu itu berbeda, tapi saling melengkapi. Ia layaknya sebuah musim yang berada di dalam hati. Kadang rindu, kadang cinta. Kadang keduanya datang secara bersamaan.
    Cinta mewakili perasaan yang tabu, sedangkan rindu mempunyai keinginan untuk tergerak ke langkah berikutnya. Pembuktian perasaan. Ada yang terkenang saat rindu datang. Memoar kenangan yang sedetik bisa menjadi satu jam bahkan lebih di dalam bayangan.
    Namun kadang kala, cinta dan rindu datang pada waktu yang tidak tepat. Keduanya hadir begitu saja. Mengalun syahdu di atas puing-puing perasaan. Menggantung di atas benang-benang impian.
    Kau tahu, saat keduanya datang pada saat yang belum tepat, mendiamkannya bersemayam di hati adalah pilihan terbaik. Menyimpan keduanya dalam-dalam. Lalu, hanya terkuat saat mengadahkan tangan kepada Tuhan. Meminta jalan terbaik. Agar tidak ada yang terlambat ataupun kehilangan. Memohon agar yang di cinta dan di rindukan baik-baik saja. Bila saatnya tiba, lalu biarkan cinta dan rindu itu apa adanya. Terungkap bagai air yang meguap ke udara. Terlihat olehnya.
    Bagimu yang mewakili perasaan cinta dan rindu. Kelak, jika Tuhan mengabulkan semua doa-doa, hari itulah yang di tunggu.

    *wildanfuady
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    1. 👏👏 setuju sama pemikiran dalam tulisannya kang. Keren 😁
      Lebih keren lagi kalau dibuat novel, terus jd film, dijamin mengobok obok perasaan penontonnya. Terlebih yg sedang dilanda cinta dan rindu yg belum tepat waktunya.

      Hoho kepanjangan yah kang komennya ✌

      BalasHapus
    2. Wah kece juga idenya ... makasih ya din ...

      BalasHapus

    Item Reviewed: Menitipkan Rasa Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top