Ads

  • Pos Terbaru

    Bunga & Cokelat

     206624_455890827812259_1962607698_n
    Perempuan lebih menyukai laki-laki yang mempunyai kepastian. Sebab dalam hati seorang perempuan ada keraguan, ada harapan dan butuh yang namanya kepastian.–Wildan Fuady–
    Seringkali laki-laki memberikan bunga atau cokelat kepada pasangannya. Bahkan, kata-kata romantis bak pujangga pun dikeluarkannya. Padahal, laki-laki itu bukan alumni jurusan sastra loh. Kok bisa?
    Ya bisa, ketika rasa cinta mengalir, seluruh kata sastra seolah-olah sudah dihafal diluar kepala. Terlebih lagi, taman bunga dimusim semi begitu tumbuh subur dihatinya.
    Ada yang mengutarakan cinta dengan bunga mawar merah atau putih. Kadang juga, memberikan sebatang cokelat. Hmmm, begitulah sedikitnya ekspresi cinta yang sedang dirasakan oleh seorang pemuda.
    Andai kita membayangkan, ketika bunga ranum yang harum itu diterima oleh perempuan. Dan bunga itu dipajang didalam vas bunga yang menghadap ke jendela. Berhari-hari mawar itu menjadi lambang cinta mereka. Namun, kelak bunga tak bisa lagi mewakili lambang cinta, apa yang akan mau dikata?
    Bunga pasti akan layu seiring berjalannya waktu. Kecuali bunga ranum itu terbuat dari kertas buatan, hehehe. Masih banyak loh yang jual bunga buatan agar tahan lama. Tapi, wahai perempuan, apakah kalian sudi diberi bunga buatan atas nama cinta? Coba pikirkan matang-matang deh. Masa, cinta dibuktikan dengan bunga palsu? Mungkin cintanya palsu juga kali ya. Hehehe.
    Andaipun bunga itu asli, kelak akan mati. Bunga ranum yang harum itu tak akan bertaham lama kecuali sang lelaki sekaligus memberikan tanaman mawarnya. Hehehe, tentu saja agar bisa ditanam di rumah perempuan itu. Itu sih namanya nyuruh dia jadi tukang kebun. Fiuh.
    “Itu bunga ya, terus apa hubunganya dengan cokelat?”
    Cokelat itu kan katanya manis ya? Iya manis, kalau sambil lihat wajah aku. Hueee, gombalnya nggak ketulungan. Cokelat yang diberikan seorang laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya yang kata mereka atas nama cinta itu maksudnya apa?
    “Untuk membuktikan bahwa aku sayang dia, kak,”
    “Untuk membuktikan bahwa aku cinta dia, kak,”
    Cinta, coklat itu memang manis, semanis perasaan kalian yang merasakannya. Bahkan cokelat pahit pun akan dikatakan manis apabila kalian sedang merasakan cinta. Betul, kan? Nah, cokelat pun (katanya) adalah pemberian untuk menunjukan kasih sayang?
    Oh ya?
    Cinta, cokelat itu bukan suatu kepastian yang haqiqi. Cokelat hanyalah sebuah kepastian yang manis terasa namun sepat dibuang, hehehe. Maksudnya, jika manis tentu hanya sementara, jika sudah habis, tak akan terasa lagi? Sekali lagi, itu bukan kepastian yang akan berhujung lama. Bisa jadi tuh, dia beliin cokelat buat kamu uangnya hasil dari minta sama orangtuanya alias nggak punya duit. Dan dia bela-belain kamu beli cokelat dari hasil maksa ibu bapaknya. Coba ajah dia cerdas sedikit, kan uangnya bisa buat mahar nikahin kamu, iya nggak? Hehe.
    Itu baru namanya sebuah kepastian.
    Jadi, wahai perempuan! Kalian pasti cerdas dalam menilai diri kalian. Kalian lebih beharga daripada langit dan bumi. Kalian dimuliakan, kalian dilindungi, kalian dijaga karena kalian memang mulia. Jadi, jangan biarkan nilai cinta yang kalian miliki dihargai dengan sebatang bunga mawar yang akan layu atau bunga buatan yang palsu. Prinsip perempuan itu butuh kepastian, bukan?
    Jujur saja, kalian para perempuan pasti butuh kepastian. Bukan Cuma ucapan janji dan omong kosong belaka, kan? Lalu, jika ada seorang laki-laki yang menyatakan cinta tanpa kepastian, apakah kalian akan menerimanya? Kalau ada laki-laki yang ngajak kalian makan bareng dan traktir, apa sebaiknya uangnya dikumpulin buat nikahin kamu ajah?
    Gini, ketika hati sedang berbunga, apa saja dibelikan. Ya kan? Nah, bener ajah kalau laki-laki itu ngga buru-buru nikahin kamu. Lah orang buat maharnya udah habis buat ngajak jalan dan traktir. Jadilah, ikatan kepastian (pernikahan) semakin lama?
    Emang enak di php-in? Nggak enak tahu. Malah makin hari makin kita kesel. Belum lagi putus ditengah jalan, wah tambah sakit hati ajah tuh.
    Sudah, lebih baik biarkan hati sendiri sampai akad tiba. Simpan rasa buat dia yang serius sama cintanya, bukan sekedar gombal dan omong kosong belaka. Kalau dia bener-benar cinta, pasti bukan bunga atau cokelat yang dia berikan, lebih dari itu, yakni pernikahan. Betul kan?
    Dan jadilah kamu dimuliakan, ukhti. Senang kan? Bahagia kan? Nah, mari sama-sama kita hindari hati dan cinta dari yang nggak serius, suka php aja, suka seneng-seneng ajah. Mending dekati Allah dan Rasul-Nya yang cintanya tidak akan pernah putus-putus, yang cinta-Nya selalu tulus. Cinta Allah dan Rasul-Nya itu putih, ukhti. Suci, bersih. Jika kita lebih mencinta Allah, maka yang Allah cintai pun akan mencintai kita. 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Bunga & Cokelat Rating: 5 Reviewed By: Wildan Fuady
    Scroll to Top